persiapan puasa (5) berbeda itu indah, berbeda itu rahmat

perbedaan tafsir, perbedaan berpendapat asal masih merujuk quran itu adalah indah, bayangkan kalau satu ayat bisa berpuluh puluh tafsir…. indah bukan. layaknya satu bunga yang dirangkai dengan berbagai cara.

Islam tidak pernah melarang perbedaan bahkan islam menghargai dengan pahala terhadap perbedaan pendapat. saya menyadari keindahan dalam perbedaan itu. bahkan syiah dan suni pun saya sadar suatu keindahan yang  tiada duanya. syiah yang menciptakan Allah dan suni yang menciptakan Allah juga. itupun indah. Kenapa saya mengatakan indah karena saya agamanya adalah islam, saya bukan suni dan bukan syiah. kalau saya masuk dalam suni pasti syiah itu tidak indah demikian pula sebaliknya.

jadi perbedaan adalah rahmat, jika perbedaan itu menimbulkan bencana maka pasti ada yang berpikir buruk terhadap perbedaan tersebut entah dengan istilah bidah, sesat atau lainnya.

yang penting kita beragama islam ini tidak menyimpang dari quran dan hadis, selama tidak dilarang boleh, dan selama itu dilarang itu tidak boleh. Karena diamnya Rasulullah itu berarti membolehkan.

Jika islam itu seragam maka tidak indah, saya melihat di malaysia islam begitu seragam malah kurang indah. Kalau di indonesia, jangan kan di Indonesia di Solo saja islam sangat bervariatif, ada MTA, ada Muhammadiyah, ada NU, ada Persis, ada LDII dan ada banyak lagi. Semua memiliki tatacara ibadah yang berbeda. ada yang menggoyang jari telunjuknya ketika tahiyat, ada yang qunut, ada yang sedekapnya miring ke kanan, ada yang itidalnya sedekap lagi, ada yang baca basmalah ketika fatihah sholat ada yang tidak. sangat bervariatif sekali. dan itu Indah. di Solo juga, syiah berkembang cukup pesat dan tidak ada yang diusir usir… orang orang syiah di semanggi pasar kliwon hidup biasa seperti orang orang suni lainnya.

Jika kita bisa melihat keindahan dibalik perbedaan maka islam ini akan maju. islam tidak akan bisa maju jika islamnya seragam. Kita lihat saja di Indonesia pelatihan sholat khusyu dari indonesia, ESQ dari Indonesia, quantum ihlas dari indonesia dan yang paling heboh dzikir nafas dari indonesia juga……. Tidak pernah saya menemukan yang heboh heboh ini berasal dari negara malaysia atau singapura. Malah mereka belajar dari Indonesia. kenapa Indonesia kreatif karena di Indonesia membiarkan perbedaan dan memberikan kesempatan seluas luasnya kepada kita untuk berkreasi. Tidak ada MUI melabel SESAT terhadap gerakan dakwah. tapi jangan coba coba di malaysia atau di singapura berbeda sedikit langsung mendapatkan peringatan keras.

beruntunglah kita yang memandang perbedaan itu adalah indah sehingga kita bisa belajar banyak hal.

rahmat Allah dalam hal perbedaan ini adalah berupa munculnya ilmu ilmu baru. teknik sholat khusyu berkat dari indahnya perbedaan, ESQ berkat dari rahmat perbedaan. maka kita sebagai umat islam sudah selayaknya untuk memandang perbedaan itu adalah bagian dari wacana keilmuan. nanti suatu saat kita akan bertemu dimana titik agama islam itu sama yaitu Tauhid. kalau tauhid tidak akan mungkin terjadi perbedaan. misalnya Allah tidak bisa disamakan dengan apapun, ketika kita berjalan menuju kepada Allah maka kita akan mengalami hal yang sama dengan para pelaku atau pejalan lain bahwa memang Allah itu berbeda dengan apapun. inilah yang dimaksud  dengan banyak golongan tapi yang selamat cuma satu yaitu yang mengesakan Allah.

okelah beda awal puasa , beda tarweh, berbeda idul fitri adalah rahmat. Allahlah yang menghendaki perbedaan ini agar ilmu Allah terus mengalir agar rahmat Allah turun.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 thoughts on “persiapan puasa (5) berbeda itu indah, berbeda itu rahmat

    • salam Bu Hasba, Indonesia ramai perbedaan. Terus menulis BU Hasba, semoga tulisan Ibu Hasba bisa menjadi pencerahan di malaysia ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *