politik tingkat tinggi penghancuran umat

bicara masalah penghancuran umat, kita harus sedikit jeli untuk melihat sisi lain yang dilakukan oleh kaum non islam, yang benci islam dan yang tidak suka islam berkembang… cara yang paling praktis untuk menghancurkan umat ini saya lihat yang paling ganas adalah menjauhkan umat islam jauh dari Tuhannya. boleh sholat tapi jangan ingat kepada Allah, boleh berdoa tapi jangan yakin kepada Allah, boleh mendirikan masjid tapi jangan dijadikan tempat untuk mengingat Allah, boleh menjalankan syariat tapi jangan makrifat kepada Allah.
anehnya propaganda ini cukup berhasil mempengaruhi orang orang islam terutama kalangan kyai dan ustad, fenomenanya jelas… jika ada orang belajar makrifat dilarang, jika orang belajar silatun dalam sholat dikatakan bidah, sesat..
kebobrokan umat ini karena jauh dari ALlah… dan ini ditangkap oleh orang orang kafir yang selalu berkeinginan menyesatkan kita dan menjauhkan sistem keyakinan kita. umat islam ini banyak tapi keyakinannya lemah faktanya… kita selalu kalah, kita selalu terpinggirkan …karena apa kita kurang yakin kepada Allah. misalnya jelas jelas kita tahu bahwa allah pemberi rejeki tapi kita kurang yakin bahwa alllah tidak memberi rejeki… sehingga hidupnya serba kekuarangan…..jelas jelas Allah maha pengampun dan mengampuni sebera besar dosa kita, tapi kita masih kurang yakin dengan itu… sehingga hati kita selalu sedih dan susah karena merasa banyak dosa.
untuk itu mari kita mendekat ke Allah, yakin kepada allah dengan segenap afal, sifatnya. karena dengan keyakinan kepada Allah ini lah islam akan berjaya

0 thoughts on “politik tingkat tinggi penghancuran umat

  1. Sip… Saya setuju… sekali pa!

    Dilihat dari perjalanan sejarah zaman Nabi Adam Alahissalam hingga Nabi Muhammad bahkan hingga sekarang bahwa politik tingkat tinggi strategi untuk menghancurkan umat Islam itu adalah;
    1. Dipisahkannya Umat Islam dari Lembaga Dinul Haq (Dinul Islam / Sistem Pemerintahan Islam) kemudian dihijrahkan ke dalam Lembaga Dinul Bathil (Dinul Jahiliyah / Sistem Pemerintahan Demokrasi) dengan cara menggulingkan Lembaga Pemerintahan Islam kemudian diganti dengan Sistem Pemerintahan Non Islam seperti Demokrasi, Monarchi, Liberal, Komunis, DLL. Seperti halnya terakhir terjadi pada masa Pemerintahan Islam Turki Utsmani.

    2. Jika Institusi Lembaga Kerajaan Alloh (Sistem Pemerintahan Islam) sudah dihancurkan maka otomatis umat Islamnya akan kehilanagan INDUK-NYA. Selajutnya tinggal dibujuk aza supaya hijrah ke dalam Lembaga Agama Islam yang ada dibawah Naungan Pemerintahan Jahiliyah yg berpedoman kpd UU/Hukum Produk Manusia tersebut.
    3. Kalo umat Islam sudah dihijrahkan dari Lembaga Agama Islam yang ada dibawah naungan Pemerintahan Islam kepada Lembaga Agama Islam yang ada dibawah naungan Pemerintahan Jahiliyah, maka otomatis ideologinya, politiknya, hukumnya, ekonominya, sosialnya, budayanya, AGAMA-nya, pendidikannya, militernya dan seluruh aspek kehidupan yang lainnya pun akan tunduk, patuh dan taat sepenuhnya kepada Pemerintah Jahiliyah Tersebut.

    Yah selanjutnya umat Islam akan mudah ditipu oleh para penyelenggara Pemerintahan Jahiliyah tersebut. Seperti halnya terjadi sekarang ini; kepada Umat Islam di Indonesia. Setelah umat Islam Indonesia dipisahkan dari Lembaga Agama Islam yang ada dibawah naungan Pemerintahan Islam kemudian dihijrahkan kepada Lembaga Agama Islam yang ada dibawah naungan Pemerintahan Jahiliyah, kemudian ditanamkanlah kepada Umat Islam Indonesia bahwa Agama Islam yang benar adalah Agama Islam yang ada dibawah naungan Pemerintahan Demokrasi bukan Agama Islam yang ada dibawah naungan Pemerintahan Islam.“““““`

    SUNGGUH luar biasa hasilnya..!!! Mereka Jadi Pasukan Terdepan sebagai Musuh Utama Bagi para penyelenggara Lembaga Pemerintahan Islam fii Indonesia. Hebat.. sungguh hebat…. mereka meyakini bahwa Agama Islamyang ada dibawah naungan Lembaga Pemerintahan Islam (DINUL ISLAM) itu sesat dan BATHIL sehingga harus diperangi dan dihancurkan..!!

    Itulah strategi Jitu yang dilakukan Thogut (Perebut Haq Alloh) terhadap Sistem Pemerintahan Islam (Dinul Islam) dan Pemeluknya. Strategi ini berlaku dari sejak kepemimpinan Thogut dulu hingga Thogut sekarang..!

    • lho mas… kok jadi ke pemerintahan lagi…. yang jadi pokok bahasan ini menjauhkan umat dari Tuhannya yaitu Allah….itulah politik tinggi penghancuran umat

  2. Maaf ya..pa…

    Pa kalo tukang Nitah atau Tukang Nyuruh itu namanya khan PEMERINTAH… yah…?
    Hidup yang benar ialah hidup yang bergantung penuh secara totalitas hanya kepada PEMERINTAH….

    Ya iya lah… Kalo ngobrol tentang Tuhan berarti kita sedang Nobrol Tentang Alloh karena TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLOH (DI LUAR ALLOH NAMANYA BUKAN TUHAN TAPI MAKHLUK HASIL CIPTAAN TUHAN), Baik orang kristen, hindu, budha, atau atheis sekalipun….! Tuhannya hanya satu ALLOH saja.

    Kalo berbicara tentang ALLOH itu…. pasti MUTLAQ harus nyambung dengan PEMERINTAHAN… Kenapa…? Karena Langit dan Bumi beserta seluruh Isinya merupakan hasil ciptan dan milik Alloh SWT, maka yang berhak menduduki Jabatan Sebagai TUHAN atau sebagai RAJA atau sebagai PIMPINAN, sebagai PENGUASA atau sebagai PEMERINTAH itu hanyalah HAK ALLOH saja… jika ada manusia mengambil alih Jabatan Tersebut,maka itulah yang dinamakan Perebut atau Pemberontak terhadap HAK ALLOH.

    ALLOH sama dengan TUHAN… TUHAN sama dengan ALLOH
    ALLOH sama dengan PEMERINTAH,… PEMERINTAH sama dengan ALLOH

    Artinya Diluar Alloh Tidak Ada Sesuatupun Yang Layak Menduduki Jabatan sebagai TUHAN

    Dan Begitu Juga Diluar Alloh Diluar Alloh Tidak Ada Sesuatupun Yang Layak Menduduki Jabatan sebagai RAJA atau sebagai PIMPINAN, atau sebagai PENGUASA atau sebagai PEMERINTAH.

    Pa… Maaf salahkah saya? Kalo… saya menjadikan ALLOH SWT sebagai satu-satunya TUHAN, RAJA, PIMPINAN, PENGUASA atau PEMERINTAH yang Hak Untuk Ditaati…seluruh aturan dan kebijakan hukum-hukunya yang diselenggarakan dalam Lembaga PEMERINTAHAN-NYA ? Justru saya mah TDK Rhido kalo Bumi milik ALLOH SWT ini ditata, diatur dan dihukumi oleh manusia yang telah merebut Jabatan tersebut..

    Rosululloh SAW juga jabatannya bukan sebagai hanya sebatas TUHAN, RAJA, PIMPINAN, PENGUASA atau PEMERINTAH tapi hanya sebatas sebagai Utusan RAJA, PIMPINAN, PENGUASA atau PEMERINTAH.

    Jadi Nyambungnya dengan “Politik Tingkat Tinggi Penghancuran Umat” menurut saya adalah Memisahkan umat manusia dari Tuhannya, dari Rajanya, dari Pimpinannya, dari Penguasanya atau dari Pemerintahnya yakni ALLOH SWT…!

    Saya Menetang Keras Terhadap Jika Ada Makluk atau Manusia Yang Mengaku Dirinya Menduduki Jabatan sebagai TUHAN, RAJA, PIMPINAN, PENGUASA atau PEMERINTAH.

    Maaf.. Bapa Juga Insya Alloh Telah Ma’rifat (Mengenal) Terhadap Fungsi, Kedudukan dan Jabatan ALLOH SWT di Jagat Raya Ini, Qs 114:1-3 yakni;
    1. Sebagai ROBB (Pencipta / Pengatur; Pencipta Aturan dan Hukum; Kitabulloh),
    2. Sebagai MALIK (RAJA, PIMPINAN, PENGUASA atau PEMERINTAH) atas seluruh Penghuni Jagat Yara ini.
    3. Sebagai ILAH (Tuhan; Sumber Loyalitas / Ketaatan) bagi seluruh penghuni Jagat Raya ini.

    Seluruh makhluk termasuk manusia tanpa terkecuali wajib tunduk, patuh, dan taat sepenuhnya hanya kepada MULKIYAH ROBANIYAH ALLOH SWT (Kepada Lembaga Kerajaan, Kepemimpinan, Kekuasaan, dan Pemerintahan Alloh yang berlandaskan aturan dan hukum yang bersumber dari Kitabulloh).

    Jadi “Politik Tingkat Tinggi Penghancuran Umat” menurut saya adalah Memisahkan umat manusia dari ROBB-NYA, dari MALIK-NYA dan dari ILAH-NYA.

    Mudah2an Bermanfaat Nanti Diakhirat… ya pa

    Terima kasih….

    [email protected]

    • Mas Didin mengingatkan saya ttg protes malaikat tika manusia diberi tgg jawb sbg kholifah di bumi ini,saya pikir lebih banyak hikmah .dg berbudaya yg manusiawi darpd malaikati,apa iya ya mas ya??

  3. Sip… Terima kasih

    Mas …. Budaya Malaikat itu “Sami’na Watho’na” TDK PERNAH Membangkang kepada PEMERINTAH.

    Manusia justru wajib untuk mewarisi budaya tersebut… tapi kebanyakan manusia berbudaya “Sami’na wa A’soyina” seperti IBLIS Laknatulloh.

    Maaf saya cuma bermaksud untuk meluruskan pemahaman yang salah aza… supaya menjadi benar.. sesuai dengan AQIDAH DINUL ISLAM.

    Sadar atau Tidak ….. umat Islam di Indonesia khususnya telah dipisahkan dari PEMERINTAH-NYA.

    Mereka sudah MENINGGALKAN ALLOH sebagai satu2nya PEMERINTAH YANG HAQ UNTUK DITAATI, malah mereka bergabung/bernaung/berlindung dibawah Naungan THOGUT (PEMERINTAH SELAIN ALLOH). Apakah itu bukan sebuah Penghianatan kepada PEMERINTAH YANG HAQ..? yakni kepada ALLOH”.

    TIDAK ADA PEMERINTAH KECUALI ALLOH…!

    ARTINYA DI LUAR ALLOH TDK BOLEH ADA YANG MENJABAT SEBAGAI PEMERINTAH..!!!! Jika ada manusia mengaku dirinya sebagai PEMERINTAH itulah yang dinamakan THOGUT (Perebut atau Pemberontak Terhadap Hak Alloh).

    Karena saya mah merasa diri telah diciptakan dan dihidupkan oleh PEMERINTAH… diberi rizki oleh PEMERINTAH. Seluruh hidup dan matiku sepenuhnya dikendalikan oleh PEMERINTAH.

    Langit dan bumi berserta seluruhnya dikendalikan sepenuhnya oleh PEMERINTAH… jadi sepatutnya kita sebagai makhluk-Nya untuk tunduk, patuh, dan taat sepenuhnya kepada PEMERINTAH.

    Sesungguh sholatku, pengabdianku, hidup dan matiku hanya untuk PEMERINTAH. Seluruhnya harus dikiblatkan.. dihadapakan kepada PEMERINTAH…

    Maaf..! Jangan seperti IBLIS… Dia makhluk yang pertama kali membangkang terhadap keputusan PEMERINTAH… kemudian Dia mendirikan PEMERINTAHAN sendiri dengan berlepas dari STRUKUR PEMERINTAHAN ALLOH… Aparat Iblis Namanya Syetan… yakni; syetan dari golongan Jin dan manusia… Syetan dari golonan manusia namanya THOGUT. Mereka ini sampai sekarang terus-menerus berda’wah (merekrut) manusia supaya menjadi pengikutnya dengan modus cara yang sama, yakni DIPISAHKANNYA MANUSIA itu DARI PEMERINTAH-NYA.

    Bahkan Tipu muslihat yang lebih hebatnya lagi.. Pemerintahan IBLIS ini mendirikan Lembaga Agama Islam… yang ruangligkup didalamnya percis sama dengan Agama Islam yang ada dibawah Naungan PEMERINTAHAN ALLOH (PEMERINTAHAN ISLAM).

    Sehingga umat Islam di Indonesia ini Khususnya banyak yang sudah terkena Tipu muslihanya IBLIS… mereka sudah merasa nyaman dengan menganut Agama Islam yang ada dibawah Naungan THOGUT.. mereka menolak keras jika ada orang yang mengajak untuk kembali kepada Agama Islam yang ada dibawah naungan PEMERINTAHAN ALLOH (PEMERINTAHAN ISLAM).

    Yang dimaksud dengan PEMERINTAH adalah Dzat Yang Memiliki Otoritas Penuh Untuk MENCIPTAKAN Aturan dan Menetapkan Hukum…. bagi seluruh makhluk-Nya yang ada di JAGAT RAYA ini… Siapa…? Yaaa Hanya PENGUASA… ya.. Hanya Raja.. .. Langit dan Bumi Yakni; ALLOH.

    Jika Bumi Indonesia Beserta Penghuninya mau damai… mau sejahtera… dan mau slamat sampai ke Negeri Akhirat solusi satu2nya… dari mulai rakyat, aparat dan para pejabatnya harus mengembalikan Jabatan PEMERINTAH dan Otoritasnya kepada Pemiliknya.. yakni kepada ALLOH…!! TDK ADA ALTERNATIF LAIN..! Jika Tdk Pasti ALLOH akan Murka menumpahkan Amarah-Nya..!!!

    Mudah2an bermanfaat sampai akhirat…
    Sip… Ditunggu komentarnya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *