ramadhan (2) belajar duduk FANA

fana tidak perlu dipelajari, yang paling penting adalah bagaimana bisa istiqomah dalam posisi ini. Fana adalah keadaan dimana kesadaran spiritual bangkit, yang ditandai dengan hilangnya ego (nafs) berganti dengan Allah yang maha kuasa dan maha mutlak. hilangnya diri harus dilakukan dengan penyerahan secara total kepada Allah, sehingga diri ego lenyap dan diambil alih oleh Allah. ini bukan wihdatul wujud namun keadaan yang benar benar mengakui Allah sebagai Dzat yang memiliki eksistensi dari segala eksistensi.

ini adalah wilayah kesadaran, jika kita belum mencapainya jangan dipikir pikir apalagi dipaksakan untuk bisa fana. ingat bahwa fana adalah pengambil alihan Allah kepada kita karena kita telah berserah diri. jika Allah belum mengambil alih kita tidak boleh memaksakan diri berada di wilayah ini. tetap relaks dan yang paling penting adalah terus berserah diri kepada Allah.

fana tidak akan membuat kita menjadi pasif, fana malah membuat kita bertambah semangat dan smart, pikiran yang tercerahkan “blink”.  Dalam puasa ramadhan ini sangat pas sekali untuk melatih diri agar bisa mencapai keadaan fana,  sekali lagi puasa mengajak kita untuk berserah diri, dalam keadaan tidak makan dan minum, ketika tubuh tidak ada daya pada saat itulah kita kembalikan kekuatan itu hanya dari Allah, dengan kesadaran ini maka kita akan belajar bagaimana eksistensi kekuatan Allah benar benar nyata. (haqul yakin)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *