ramadhan hari ke 24 : Ruh yang masih remang remang

semua tinggal di jalankan, kalau masih membahas, masih membicarakan dan mendiskusikan maka Ruh pun akan tetap remang remang atau malah tidak jelas sama sekali. kegiatan itikaf ramadhan sebenarnya menjadi lebih memperjelas tentang Ruh sebagai esensi Ilahiah yang menyebabkan kita bisa berserah diri dan mendapatkan petunjuk langsung dari Allah. kegiatan itikaf bukan sesuatu yang kosong dan tidak mendapatkan apa apa justru disinilah kita menjadi sangat terang tentang mana yang harus berserah dan mana yang harus eksis di kesadaran kita.

Ruh tidak lah remang remang, Ruh harus jelas. kejelasan Ruh bukan di fisik namun kejelasan nya ada di kesadaran. kalau quran menyebutkan bahwa kita tidak diberi pengetahuan tentang Ruh kecuali sedikit .. nah tidak di beri pengetahuannya ini memang secara akal pikiran memang tidak dapat menjangkau, Ruh ada tapi tidak bertempat, namun yang dapat menangkap Ruh adalah kesadaran kita, jika ruh kita sadari maka kita akan mengetahui nya yaitu dengan kesadaran kita. seperti misalnya kita sadar bahwa bumi itu berputar… tapi kita tidak dapat mengetahui dengan mata kita kalau bumi itu berputar… kecuali kita keluar dari bumi dan melihat bumi tapi kita kan berada di bumi.

keadaran ini lah yang menjadikan ruh tidak remang remang lagi. jangan lah kita karena kesadaran nya belum sampai, kita men judgment bahwa Ruh itu tidak dapat kita ketahui… sekali lagi dapat namun dengan kesadaran.

kita masih memiliki 6 malam di bulan ramadhan, pergunakan dengan sabaik baiknya untuk menyadari ini sehinga kita benar benar bisa membuat Ruh itu menjadi jelas se jelas jelasnya.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

7 thoughts on “ramadhan hari ke 24 : Ruh yang masih remang remang

  1. – Mas, saya pingin bisa sholat dengan khusuk, bagaimana ya caranya….?
    – Lantas dimanakah letak ruhnya sholat ?
    – Apa hubungannya sholat dengan kesadaran kita ?
    – Mohon dong…jawaban dikirim di e-mail saya…

    • disini saja ya pak….cara khusyu yaitu yakin kita bertemu dengan Allah saat sholat, dan berserah diri kepada Allah saat sholat, Ruh itu ada tapi tidak bertempat pak jadi tidak ber letak, sholat dilakukan dengan kesadaran bahwa kita sedang berhadapan dengan Allah, ‘ semoga bisa menjawab pak.

  2. – Oh ya..Mas, ada pertanyaan lagi yang sampai sekarang saya belum puas akan jawabannya…yaitu : “Dimanakah Alloh dan Ujudnya bagaimana (sesuai sifat-sifat Alloh) ?
    – Mohon penjelasannya…..(dikirim ke e-mail saya)…trims

    • disini saja ya pak biar nanti kawan kawan juga bisa menambahkan, Allah itu meliputi segala sesuatu , jadi ya ada di mana mana, Allah ada tapi tidak berujud pak

  3. saya makin bingung sama mas pur di artikel lain berbicara tentang “wujud ALLAH”di sini malah bilang ALLAH tak berwujud yang benar mana toh (tlong jangan dianggap spam)

  4. Mohon ma’af ustadz. ikut nimbrung. Bagaimana dengan wejangannya ustadz abu, ” aku akan menyembah wujud zat yang menciptakan langit dan bumi dst……..” sebelum sholat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *