takwa identik dengan kesucian, kesucian adalah sifat dari ruh, jadi kalau ingin takwa instrumen yang digunakan adalah ruh. kalau bertakwa hanya mengandalkan jasad dan jiwa maka kegagalan akan terus menghantui .. karena wilayah jasad dan jiwa merupakan wilayah yang diliputi oleh “hawa” nafs atau dorongan jahat, dan syetan menggoda manusia pada wilayah ini. contoh.. jika kita ingin tidak marah maka ketika kita berserah diri kepada ALlah maka marah itu akan hilang, namun jika kita marah ,  yang kita lakukan adalah “menahan ” marah maka suatu saat akan terjadi ledakan marah artinya “marah  marah”.

menahan hawa nafsu, melawan hawa nafsu , merupakan proses yang berat dan akan banyak gagalnya karena yang kita gunakan adalah kekuatan ego kita untuk mengatasi hal hal yang tidak baik. yang kita lawan adalah diri kita sendiri ya jelas ini sangat berat.

islam lebih mengajarkan untuk berserah diri kepada Allah dari pada menahan hawa nafsu, sebab jika berserah total tingkat keberhasilannya 100% tapi jika kita melawan hawa nafsu maka tingkat keberhasilan tidak sampai 100% dan itupun masih berdurasi (seberapa lama kita kuat menahan).

sebenarnya mudah untuk menjadi orang yang bertakwa asal tahu instrumen yang digunakan. instrumen itu adalah Ruh dialah ruh yang suci yang tidak terganggu dengan syetan. ruh berada di atas eksistensi jasad danjiwa artinya Ruh berada di atas wilayah hawa nafsu. jika kita kita mampu duduk di wilayah Ruh ini maka hati kita selalu dalam kesucian.

maka puasa ini menjadikan orang bisa bertakwa , yaitu kembalikepada yang fitrah dengan instrumen yang namanya Ruh, yang dilatih dengan puasa, pelatihan ini bertujuan untuk mengalihkan kesadaran dari kesadaran rendah yaitu jasad dan nafs menuju pada keadaran tinggi yaitu kesadaran Ruh.