duduk sebagai makhluk ruhani dalam puasa ramadhan akan mengalami pasang surut, seminggu pertama ramadhan kita lebih mudah dan bersemangat untuk tetap duduk sebagai makhluk ruhani menjelang minggu kedua jika kita tidak serius dan terjebak pada rutinitas puasa maka kita akan turun lagi pada kedudukan yang lebih rendah. ternyata puasa tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik saja namun ketahanan spiritual kita di uji juga. jika ketahanan spiritual kita lemah maka kedudukan kita akan turun lagi.

dalam berpuasa sebaiknya kita selalu meningkatkan kualitas puasa kita dengan tetap duduk sebagai makhluk ruhaniah, seharusnya kita harus banyak belajar dari duduk sebagai makhluk ruhaniah ini. banyak sekali pelajaran yang kita dapatkan dari duduk sebagai makhluk ruhaniah terutama dalam aplikasinya dikehidupan kita.

saya mengajak pada diri saya dan para pembaca untuk menjaga keistiqomahan di pertengahan ramadhan ini jangan sampai nantinya kecewa karena ramadhan berakhir. kita gunakan waktu ramadhan ini untuk benar benar menemukan diri kita yang sejati yaitu Ruh, kita duduk disitu meski jatuh bangun… namun yang penting meski jatuh bangun adalah niat kuat kita dan kesungguhan kita dalam belajar… man jadda wa jadda