rasulullah sebagai uswatun hasanah

mencontoh rasul  tidak sekdar fisiknya namun lebih dalam dari itu yaitu niat, keinginan, kehendak, motivasi, atau unsur2 psikologis yang lain. konsep uswatun hasanah tidak hanya sekedar contoh materi namun lebih jauh dari itu  yaitu non materi. maka mengikuti jejak  rasulullah tanpa memamhami hakikat mengapa rasulullah berperilaku sama juga bohong, karena jika hanya sekedar fisiknya maka kita akan kesulitan membedakan mana yang budaya dan mana yang itu mencerminkan wahyu. sebagai contoh ketika rasulullah melarang jubah yang dipakai jangan menutupui mata kaki maka yang kita lihat adalah hakikatnya yaitu kita tidak diperbolehkan sombng karena pada saat itu jubah yang menutupi mata kaki berarti berlebih2an maka dilarang karena dapat menimbulka kesombongan. nah sekarang apakaah jika kita pakai ceelana kemudian menutup mata kaki masih dianggap sombong??? tentunya tidak, malah sebaliknya yang celananya diatas mata kakii lah yang sombong sebab akan menganggap dirinya yang lebiih baik dari yang lain, ….

intinya adalah contoh rasul adalah luar dalam. tidak separo paro.lebih jauh dari itu bahwa mencontoh rasulullah tidak sekedar modelling tai sudah identifikasi, sehingga benar benar jiwa rasulullah bernarbenar meresap mempengaruhi pikiran, perasaan, segenap jiwa, ruh dan lainnya. seingga benar benar kitalah cerminan jiwa rasulullah…. aminn

0 thoughts on “rasulullah sebagai uswatun hasanah

  1. Memang benar mencontohi rasul itu luar dan dalam, tapi kenapa orang yang mau contohi rasul seperti yang dikata iaitu celananya diatas mata kaki itu dikatakan sombong pula. bukan kah itu juga mencontohi rasul dan modahan contoh yang lain juga diikuti oleh orang itu.

    • iya pak tapi apakah kalau rasulullah dalam perang menggunakan pedang kemudian kita juga menggunakan pedang tdk senapan atau tank atau peralatan canggih lainnya. untuk kita perlu tahu dulu kenapa larangan memanjangkan pakaian itu dilarang… karena pada saat itu orang kaya yang sombong biasa memanjangkan kainnya… nah kemudian mari kita lihat budaya sekarang ini. apakah masih demikian? kita harus ingat bahwa islam harus up to date…

  2. Pak kita udah menyimpang dari dasar iaitu contoh rasulullah saw luar dan dalam. Kita harus yaqin segala apa yang di buat oleh nabi pasti ada kejayaan betul atau tidak. Nah kalau kita mau pakai alat canggih untok lawan musuh itu tidak ada halangan sama seperti kita naik mobil. Yang paling penting kita jangan memandan rendah orang yang amal sunnah nabi. Niat seorang itu Allah saja yang tau kita jangan tudoh orang sombong. serahkan urusan itu pada allah kerana Allah yang menilai.

  3. wah ya pak setuju pak…. cuma kita juga harus cerdas dalam mencontoh nabi. sebab salah salah maksud kita mencontoh nabi yang mulya malah mempermalukan Nabi SAW. maksudnya jangan sampai kita dilecehkan umat lain gara gara kita berdalih mencontoh nabi… sebab nanti Nabi sendiri yang kena ejekan karena ulah kita.

  4. Saya sangat prihatin membaca tulisan Anda ini, bagaimana mungkin orang yg mengamalkan As Sunnah dengan memakai celana diatas mata kaki dibilang sombong sebab akan menganggap dirinya yang lebih baik dari yang lain???? Apakah Anda pernah menanyakan pada mereka hal tsb, hingga Anda menghukumi spt itu???

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apa saja yang di bawah mata kaki maka di neraka.” (HR. Bukhari)

    Lihatlah ‘Umar bin Khaththab ketika dalam kondisi yang sangat kritis (setelah ditikam perutnya hingga robek ususnya), masih menyempatkan diri untuk melarang kemungkaran yang satu ini (baca: isbal). Ini menunjukkan bahwa isbal bukan masalah sepele. Kalau benar isbal adalah masalah sepele, lalu apakah kita akan mengatakan masuk neraka adalah masalah sepele?

    Apakah Anda merasa lebih taqwa dari Rasulullah, lebih taqwa dari para sahabat???

    Allah berfirman, ” Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat.” (Al Ahzab: 21).

  5. Saya beharap sluruh orang di dunia ini mempunyai sifat uswatun hasanah ” Suri tauladan yg baik”

  6. rasulullah bersabda”barangsiapa yang mengerjakan sunnah ku jikala rusaknya umatku,,
    niscaya ia seprti 100 x mati syahid

  7. Kalau anda menulis tentang rasulullah sebagai uswatun hasanah tapi ternyata anda masih saja berprasangka buruk pada orang lain namanya anda tidak yakin kalau rasulullah adalah sebagai uswatun hasanah yang patut anda contoh. kenapa? karena rasulullah tidak pernah mempunyai sifat berburuk sangka pada orang, mungkin anda tidak suka melihat orang yang memakai celana di atas mata kaki, tapi jangan bawa2 nama Rasul ke dalam tulisan anda ^_^. anda bisa mengangkat topik itu dengan bahasan lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *