mencontoh rasul  tidak sekdar fisiknya namun lebih dalam dari itu yaitu niat, keinginan, kehendak, motivasi, atau unsur2 psikologis yang lain. konsep uswatun hasanah tidak hanya sekedar contoh materi namun lebih jauh dari itu  yaitu non materi. maka mengikuti jejak  rasulullah tanpa memamhami hakikat mengapa rasulullah berperilaku sama juga bohong, karena jika hanya sekedar fisiknya maka kita akan kesulitan membedakan mana yang budaya dan mana yang itu mencerminkan wahyu. sebagai contoh ketika rasulullah melarang jubah yang dipakai jangan menutupui mata kaki maka yang kita lihat adalah hakikatnya yaitu kita tidak diperbolehkan sombng karena pada saat itu jubah yang menutupi mata kaki berarti berlebih2an maka dilarang karena dapat menimbulka kesombongan. nah sekarang apakaah jika kita pakai ceelana kemudian menutup mata kaki masih dianggap sombong??? tentunya tidak, malah sebaliknya yang celananya diatas mata kakii lah yang sombong sebab akan menganggap dirinya yang lebiih baik dari yang lain, ….

intinya adalah contoh rasul adalah luar dalam. tidak separo paro.lebih jauh dari itu bahwa mencontoh rasulullah tidak sekedar modelling tai sudah identifikasi, sehingga benar benar jiwa rasulullah bernarbenar meresap mempengaruhi pikiran, perasaan, segenap jiwa, ruh dan lainnya. seingga benar benar kitalah cerminan jiwa rasulullah…. aminn