RINDU DI SINGGASANA TUHAN (3)

Sang Ruh Turun ke bumi

Tuhan mengumpulkan seluruh ruh di padang azaly. Suasana terang benderang oleh Cahaya Ilahy yang memantul menjadi sifat ruh yang suci. Adalah gelar “Ruh-Ku” yang disandang oleh makhluk yang akan bertugas turun ke bumi. Disaat menjelang persiapan ditiupkan ruh kedalam tubuh manusia, Tuhan berkata: “Ya Ruhii … bukankah Aku ini Tuhanmu?” Para ruh menjawab: “Tentu wahai Tuhan, kami bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhan Penguasa seluruh alam. Kami siap menerima tugas suci ini atas nama Engkau. Akan kami nyatakan bahwa setiap yang kami kerjakan adalah atas Nama Engkau Yang Maha Pengasih dan Penyayang”.

Tuhan memberi pengarahan kepada Ruh untuk berhati-hati menjalankan tugas berat. Karena seluruh makhluk tidak mampu membawa amanah ini. Tuhan mengingatkan: “Hakikat dirimu adalah Aku ciptakan melalui Tiupan Ruh-Ku yang bersifat suci. Pada saatnya engkau harus kembali menghadap-Ku. Tubuhmu aku ciptakan dari Tanah yang memilki sifat rendah seperti binatang. Iblis akan selalu mengikuti engkau dibalik sifat-sifat kebinatangan ini. Jika engkau lengah atas dirimu sebagai tiupan Ruh-Ku, engkau akan ditenggelamkan kedalam lumpur hitam yang menyebabkan dirimu tak mampu keluar tanpa pertolongan- Ku. Engkau akan menjadi binatang yang sangat buas melampaui binatang yang telah Aku ciptakan dengan sifat serakah. Engkau akan saling membunuh dan merusak alam yang telah Ku ciptakan. Dan engkau akan menjadi penentang-Ku yang paling hebat seperti yang dilakukan Iblis kepada-Ku”.

Ingatlah … pertahankan dirimu sebagai Ruh Tiupan-Ku, bukan sebagai badan berunsur sari pati tanah. Engkau bertugas mengendalikan sifat-sifat badanmu yang selalu berkecenderungan terikat kepada asal muasal ciptaannya, yaitu tanah. Jangan seperti seorang kusir delman yang tidak mampu mengendalikan kudanya yang liar membawamu kemana saja. Tugasmu adalah mengendalikan kuda-kuda tersebut atas perintah-Ku.

Jika engkau mampu mengendalikannya, maka engkau telah memenuhi amanah-Ku. Engkau adalah wali-Ku, engkau adalah utusan-ku yang sejati. Saat ini, mulailah bertugas dengan tetap berpegang teguh mengingat-Ku setiap saat.

Dengan perasaan berat, Ruh tidak kuasa meninggalkan Tuhan menuju tempat yang asing baginya. Ia sudah merasa bahagia bersama Tuhan. Menikmati memandang Wajah-Nya yang tak terbandingkan. Ia masih ragu-ragu untuk memulai bertugas. Karena khawatir tidak bisa lagi berjumpa Tuhan. Keterikatannya terhadap Tuhan begitu kuat, sehingga berat rasanya untuk melangkah unjuk diri.

Abu Sangkan

nantikan kelanjutannya …

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *