RINDU DI SINGGASANA TUHAN (4)

Pengalaman Pertamaku

Tugas pertamaku diturunkan di wilayah yang belum aku kenal sama sekali. Aku menunggu disuatu tempat yang belum ada kesibukan buat diriku. Begitu tenang dan damai. Tidak ada makhluk serakah seperti yang dikatakan Tuhanku. Keberadaanku begitu cepat seperti terlempar begitu saja. Aku benar-benar sendiri tanpa siapa-siapa. Aku melihat kesibukan Tuhan memproses tubuh yang diperuntukkan diriku.

Bermula dari sebuah kejadian yang sangat menakjubkan. Sekelompok sperma berjumlah sekitar 300 juta berbondong-bondong dengan bentuk yang sangat unik berkepala pipih bertubuh panjang, menghampiri ovum yang tertempel di sebuah dinding rahim yang kokoh. Mereka berkompetisi menempuh target mencapai ovum. Dari sekian banyak sel sperma yang terpancar, hanya satu yang berhasil memasukinya. Dan ovum dibuahi selama 24 jam waktu di bumi,menjadi makhluk ber-sel satu. Lalu menjadi embrio yang berkembang menjadi wujud manusia yang sempurna.

Aku diperintahkan Tuhanku untuk memasuki tubuh yang masih mungil dan lemah. Aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku. Aku merasakan ada kulit dan daging, aku merasakan ada sentuhan kasih sayang kedalam hatiku. Aku merasakan detak jantung yang bisa ku dengar melalui daun telinga. Padahal, sebelumnya aku merasakan sesuatu tanpa melalui kulit dan daging, mendengar tanpa daun telinga, melihat tanpa lensa mata. Tetapi aku sekarang harus menggunakan peralatan tubuh ini. Aku harus memeliharanya sampai aku dipanggil kembali oleh Tuhanku. Ya Tuhan …inikah kehidupan yang Engkau janjikan itu?.

Aku mengikuti proses pembentukan tubuhku yang belum sempurna. Tuhanku mengirim makanan melalui pusar yang tertampung dalam plasenta. Aku masih belum diberi tugas oleh Tuhanku, tetapi aku harus menunggu dalam kediamanku. Kasih sayang Tuhan masih berlangsung terus menerus. Itu sebabnya mengapa Tuhan menamainya alam rahim atau alam kasih sayang. Aku diberi karunia tanpa bekerja, seperti keadaan di syurga.

Setelah aku merasakan keberadaan tubuhku. Aku terkadang mencobanya untuk menggerakkan tubuhku, berputar, menggeliat dan menjulurkan tanganku kedepan menyentuh dinding rahim. Aku mendengarkan suara gaduh diluar dinding rahim yang belum kumengerti maknanya. Tetapi aku merasakan ada makhluk lain yang menyentuh perasakanku. Sentuhan yang amat tulus melalui getaran cinta yang pernah aku rasakan dari Tuhanku. Siapakah gerangan yang mengirimkan getaran cinta kedalam jiwaku selain tuhanku.

Bentuk tubuhku semakin sempurna. Aku bisa merasakan kesempurnaan itu. Aku sudah mampu menggerakkan seluruh anggota tubuhku. Aku sudah merasakan kenyamanan dan sangat bergantung dengan kehidupanku disini. Rasanya aku tak ingin melepaskan kenikmatan yang kurasakan. Inilah pengalaman baruku yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Tetapi memang tidak sebanding dengan keberadaanku di alam azaly yang abadi. Karena disana aku berada dekat dengan Tuhanku. Disini aku dikungkung oleh badanku yang memilki perasaan sedih, senang, gelisah. Badanku sangat tergantung dengan lingkunganku yang mempengaruhi perasaanku. Di dekat Tuhanku aku merasakan ketentraman yang abadi tanpa perbandingan sedih dan senang, gelisah dan tenang, gelap dan terang, tertawa dan menangis.

Waktu bergerak selama sembilan bulan ukuran waktu di bumi. Ada sesuatu yang aneh dalam tubuhku. Badanku semakin membesar hampir memenuhi ruangan rahim. Aku semakin tak kuasa menahan tubuhku. Seolah ada yang mau mendorong keluar dari tempatku. Akan tetapi hatiku sudah terlanjur bahagia disini. Di tempat yang penuh kenikmatan tanpa harus menggunakan peralatanku untuk bekerja. Aku tinggal merasakan saja tanpa harus mencari rizki dan mengunyah makanan. Sungguh hatiku telah terikat di tempat ini. Perasaanku menolak jika aku harus pergi dari sini, tetapi badanku menuntut harus keluar dari rahim. Perasaan ingin memberontak namun tak kuasa kulakukan. Aku benar-benar pasrah. Tubuhku seolah mau terlempar keluar dari rahim. Pasti ini ketentuan Tuhanku yang menugaskan aku ketempat yang baru. Aku hanya menuruti kemauan Tuhanku. Aku tidak bisa menentukan hidup lebih lama dalam rahim. Ini bukti Tuhan yang memperjalankan diriku menuju tempat yang aku belum tahu.

Abu Sangkan

… tunggu tanggal terbitnya …

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *