RINDU DI SINGGASANA TUHAN

Berlangsung di Singgasana Tuhan
Disuatu keadaan sebelum diciptakan segala sesuatu, tidak ada bentangan langit yang luas berhias mentari dan trilyunan planet. Akibatnya tidak ada ruang, tidak ada atas, tidak ada bawah, tidak ada utara, tidak ada selatan, tidak ada barat, tidak ada timur, tidak ada sebutan waktu kemarin dan akan datang. Yang ada, keadaan “NOL” tetapi “ADA”. Keadaan “Tak ada perbandingan”. Hanya bisa disebut keadaan “sekarang” dan “disini”, yaitu keadaan ABADI.

Inilah keadaan sesungguhnya yang berlangsung sampai sekarang, walaupun bumi berputar dan matahari memancarkan sinarnya. Waktu dan arah hanyalah sebuah kejadian oleh sebab akibat. Adanya siang dan malam hanyalah sebuah tipuan sinar matahari yang terhalang oleh punggung bumi. Adanya waktu akan datang dan masa lalu, hanyalah akibat perputaran bumi. Maka pantaslah iblis dan malaikat bisa bertahan hidup abadi disini, karena waktu hanyalah bersifat relatif. Dan Tuhan bersemayam disini abadi tanpa batas, yang disebut awal dan akhir. Dan Tuhan pernah berkata kepada Sang Utusan: “Wahai hamba-Ku, jangan engkau berusaha mencari Aku, karena Aku sudah ADA dekat denganmu, dibalik putaran materi proton dan netron yang menyusun tubuhmu. Aku-lah yang disebut KOSONG, Tan kena kinaya apa, yang disebut ‘laisa kamistlihi syaiun’,tidak bisa dipersepsikan dengan segala apa yang ada, Aku-lah hakikat ADA yang dengan berkata KUN ! maka, FAYAKUN dan Jadilah segala sesuatu”.

wejangan zero mind

Kekuatan sabda-Nya terucap “KUN” ! Maka ledakan besarpun terjadi, “big bang” ! Getaran sabda-Nya menghasilkan energy yang sangat dahsyat sampai berekspansi memenuhi ruang yang tak terbatas. Putaran energy bergerak dengan sangat cepat membentuk gumpalan-gumpalan berupa asap yang semakin memadat. Hanya dengan hitungan waktu enam masa, terciptalah tujuh petala langit dan benda-benda dari hasil ikatan energy yang sangat padat. Didalamnya ada bumi yang akan dijadikan tempat kekuasaan khalifah Tuhan.

Para malaikat dipanggil menghadap-Nya disinggasana keabadian,.ditempat tergantungnya Lauhul Mahfudz tanpa huruf. Tampak terpampang rencana Tuhan untuk menciptakan “khalifah” di bumi. Dan malaikat telah membaca catatan pada lauh itu, “Wahai Tuhanku mengapa Engkau hendak merencanakan yang telah gagal memberikan amanah kepada manusia yang selalu membuat pertumpahan darah?”. “Bukankah cukup kami saja yang selalu menuruti kehendak-Mu dan selalu memuja-Mu ?”, protes Malaikat.

Tuhan menampilkan keagungan-Nya tanpa penjelasan rencana-Nya tersebut, dan Ia berkata : “Aku lebih tahu dari apa yang kalian tidak ketahui”, Mendengar jawaban Tuhan, para malaikat dengan perasaan bersalah tanpa pikir lagi langsung menelungkup dihadapan Tuhan. Dan memohon ampun atas kelancangannya.

Tuhan merahasiakan kepada malaikat rencana ini, yang sempat mengguncangkan keimanannya kepada Tuhan. Ia telah menganggap Tuhan melakukan percobaan tanpa perencanaan yang baik sehingga manusia masa lalu telah mengingkari amanat kekhalifahannya. Pikirannya masih ragu atas rencana yang akan dilakukan Tuhan.

Abu Sangkan

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 thoughts on “RINDU DI SINGGASANA TUHAN

  1. Hebat tulisan ini, namun aku masih tidak dapat kemasinisan rasanya atau tertutup( tercover/kafir) kat Pak Ustaz Deka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *