artikel ini akan terbukti ketika islam sudah terbebaskan dengan paradigma lama yang mengekang ruhaniah. Ketika umat masih tertutup dengan ilmu dan tidak mau jujur dengan al quran. apapun alasannya tidak perlu berkomentar atas apa yang saya tulis. cukup di batin saja bahwa pendapat saya ngawur. Baiklah, saya pun tidak mempedulikan apa yang anda pikirkan tentang tulisan saya ini. tapi ketika tulisan ini saya upload maka cepat atau lambat pemahaman dan paradigma akan berubah memasuki babak baru yaitu babak dimana umat terpinggirkan sudah mulai merdeka untuk mendapatkan kebebasan sejati, yaitu kebebesan Ruh bertemu dengan Ruh.

mungkin tulisan saya ini anda anggap sebagai filosofi yang sulit dipahami, oh tidak, ini adalah tulisan seorang setiyo yang menulis begitu saja tidak ada niat apapun kecuali hanya ingin membuka tabir hakikat yang selalu di belokkan ke kanan dan ke kiri.

ya artikel ini saya beri judul Ruh ketemu dengan Ruh. saya tidak asal nulis ini ada ayat qurannya. lihat gambar ayat di bawah. kita berada pada kesadaran Ruh dan akan bertemu dengan Ruh yang diturunkan Allah. apakah Ruh yang diturunkan Allah ini suatu gurauan atau kiasan, atau sekedar untuk memeriahkan bulan ramadhan? jelas tidak ini adalah kesungguhan Allah dalam mengasihi manusia untuk bertemu Ruh dan Ruh.

sekarang apa gunanya Ruh bertemu dengan Ruh, ingat ini wilayah dimana penjelasan tidak diperlukan lagi, yang penting bagi kita adalah memposisikan diri menjadi diri yang sejati yaitu diri yang bersih dari ego (zero ego). kalau anda masih minta penjelasan maka berhenti membaca dari artikel saya ini sekarang juga, sebab anda harus belajar lebih dalam lagi tentang kesadaran.

dalam kesadaran ruh ini kita hanya menjadi diri yang sejati kemudian kita berserah. yang akan mempertemukan adalah Allah yang akan menurunkan Ruh adalah Allah , ingat wilayah kita hanya sampai pada berserah diri, selebihnya tidak bisa apa apa lagi.

Pengajaran seperti ini hanya akan anda dapatkan ketika kita menjalankan ibadah dalam keadaan zero ego. nah andapun juga belum paham tentang zero ego…. saya kan sudah membuat metode dzikir nafas kenapa masih anda tinggalkan, baru DN 10 menit sudah berhenti, terus mau sampai kapan anda bisa paham tentang keadaan zero ego.

belajar dengan saya tidak seperti guru sufi lainnya yang penuh kelembutan dan kasih sayang, dan jangan sakit hati kalau anda membaca tulisan tulisan saya. kalau mau ke Allah ya harus siap dengan sikap tegas dan keras, kalau mau kasih sayang ikut latihan meditasi atau yoga atau aliran kepercayaan, semedhi atau sejenisnya. harus kuat ke Allah dan tidak manja tidak cengeng dan tidak menerawang yang nggak jelas. ke Allah itu suatu yang jelas, nyata dan to the point. Saya tidak perlu lagi untaian kata kata cinta sampai membuat puisi puisi cinta ilahi…. Allah ingin bukti tidak ingin untaian kata kata indah.

di bulan ramadhan ini, kita harus tegas kuat sebab Allah ingin kita serius, itikaf bukan masalah kasih sayang, melo -melo, bayangkan duduk 1-2 jam di masjid dengan tidak melakukan apa apa, kalau rindu-rindu, cinta-cinta tidak akan kuat. ini sudah wilayah di atas rasa, keadaan Ruh ketemu dengan Ruh adalah keadaan yang tidak bisa di rasa rasa kan, tidak bisa di buat dengan kata kata bagi yang menerima akan paham bagi yang tidak ya tidak masalah. Tidak bisa Ruh ketemu dengan Ruh di gambarkan dengan keadaan sekitar yang sejuk damai atau lainnnya, karena memang ini bukan keadaan fisik ini bukan keadaan materi tapi ini keadaan diatasnya materi.

what’s next , baik setelah kita diberikan karunia Allah berupa Ruh ketemu dengan Ruh, langkah selanjutnya adalah menjalankan amanah Allah. karena disitulah letak Allah mmeberikan kekuatan ekpada kita untuk menyelesaikan amanah yang kita emban.

ruh bertemu dengan ruh