Ruh yang tidak masuk surga dan neraka

karena Ruh itu suci maka dia tidak masuk surga, ataupun masuk ke neraka, tugas Ruh hanyalah sampai jasda manusia mati. Ruh akan ditarik kembali oleh SWT sesuai dengan masa tugasnya yaitu selama jasad masih hidup. Ruh tidaklah menyebabkan jasad hidup yang menyebabkan jasad hidup adalah Allah swt. Dalam alam bazakh pun Ruh tidak akan merasakan apapapun karena sekali lagi bahwa Ruh sudah di tarik pulang kembali kepada Allah, sang pemilik Ruh (bukan pencipta Ruh).
yang masuk surga dan masuk neraka adalah nafs yaitu diri manusia yang mempertanggungjawabkan ketika hidup. salah manusia jika masuk neraka karena tidak mau memanfaatkan Ruh yang sudah di pinjami Allah, manusia yang hanya menggunakan jasadnya saja ( baca ; memperturutkan hawa nafsunya), maka manusia akan merasakan siksa neraka.
Ruh berada di suatu ketinggian yaitu diatasnya “rasa” apapun rasa itu. Ruh berada diatas ketenangan sejati, bukan rekayasa lagi tapi benar benar murni. keinkmatan Ruh inilah yang banyak dicari para sufi bukan lagi kenikmatan nafsiah yang berupa surga ataupun ketakutan nafsiah yang berupa neraka, meski mereka tetap meyakini adanya surga dan neraka, tapi sekali lagi mereka bisa menafikan itu semua, demi mencapai kebahagiaan Ruh yang sejati.
Inilah hakikat diri kita yang sebenarnya yaitu Ruh, kita bukan lah nafs apalagi jasad. barang siapa mengenal Ruh maka akan mengenal Tuhannya. ingat Ruh dikenal bukan wujudnya tapi eksistensinya.