Ruh yang tidak masuk surga dan neraka

karena Ruh itu suci maka dia tidak masuk surga, ataupun masuk ke neraka, tugas Ruh hanyalah sampai jasda manusia mati. Ruh akan ditarik kembali oleh SWT sesuai dengan masa tugasnya yaitu selama jasad masih hidup. Ruh tidaklah menyebabkan jasad hidup yang menyebabkan jasad hidup adalah Allah swt. Dalam alam bazakh pun Ruh tidak akan merasakan apapapun karena sekali lagi bahwa Ruh sudah di tarik pulang kembali kepada Allah, sang pemilik Ruh (bukan pencipta Ruh).
yang masuk surga dan masuk neraka adalah nafs yaitu diri manusia yang mempertanggungjawabkan ketika hidup. salah manusia jika masuk neraka karena tidak mau memanfaatkan Ruh yang sudah di pinjami Allah, manusia yang hanya menggunakan jasadnya saja ( baca ; memperturutkan hawa nafsunya), maka manusia akan merasakan siksa neraka.
Ruh berada di suatu ketinggian yaitu diatasnya “rasa” apapun rasa itu. Ruh berada diatas ketenangan sejati, bukan rekayasa lagi tapi benar benar murni. keinkmatan Ruh inilah yang banyak dicari para sufi bukan lagi kenikmatan nafsiah yang berupa surga ataupun ketakutan nafsiah yang berupa neraka, meski mereka tetap meyakini adanya surga dan neraka, tapi sekali lagi mereka bisa menafikan itu semua, demi mencapai kebahagiaan Ruh yang sejati.
Inilah hakikat diri kita yang sebenarnya yaitu Ruh, kita bukan lah nafs apalagi jasad. barang siapa mengenal Ruh maka akan mengenal Tuhannya. ingat Ruh dikenal bukan wujudnya tapi eksistensinya.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

11 thoughts on “Ruh yang tidak masuk surga dan neraka

  1. Assalamualaikum wbt,
    Alhamdulillah, syukur saya kepada Allah yang telah memberi dan menambahkan pemahaman tentang Ruh dan eksistensi Ruh . Terima kasih banyak kepada Ustaz kerana telah menerangkan tentang hal ini. Alhamdulillah.

  2. Subhanallah….matur suwun mas Pur atas pencerahan ini,mhn kami selalu didoakan dan dibimbing utk lebih mengenal ruh kita,semoga hidayah Allah swt selalu menyertai kita semua,amin……salam

  3. Insya Alloh benar pak! seandainya yang dimintai pertanggungan jawab itu ruh nya kan kasihan sama orang-orang yang sakit jiwa alias gila semasa hidup sampai akhir hayatnya!

  4. Ketahuilah bahwa ruh adalah urusan Allah SWT, kita manusia tidak mengetahui kecuali sgt sgt sgt sedikit, hanya kulitnya saja, sementara jeroannya tidak tahu!

  5. Alhamdulillah, mencari dan berbagi ilmu adalah nafas keseharian. Mohon dasar dari hal tersebut di atas dapat dituangkan. Dalam Al Quran, sebagai tuntunan pokok.
    Suwun

  6. Apakah makrifat masih bisa digapai dgn kalimat2? Adakah tuntunan (Kitab) yg mendasarinya utk dipergunakan sebagai pegangan? (Kayaknya,,,itu kan pengalaman orang yg sudah mengalami, ya? Karena sdh tidak ada kalimat2 yg bisa mewakili utk mengungkapkan pengalaman yg sudah dialami). Nuwun.

  7. Apa maksud bahwa ” Ruh sudah di tarik pulang kembali kepada Allah, sang pemilik Ruh (bukan pencipta Ruh)”. Kan selain Allah makluk dan tiada lain pencipta segala hal hanya Allah Kalau begitu ada pencipta selain Allah dan siapa pencipta ruh Mohon dijelaskan Jangan sampai menyesatkan Dan pendapatnya tolong dilandasi dasar hukumnya

    • nawawi
      Ruh tidak diciptakan dan tidak ada di Al-Quran atau hadits bahwa itu diciptakan, itu hanya sisipan (dalam kurung), adalah ruh-Ku bukan ruh(ciptaan)Ku, apakah anda mengimani bahwasanya Al-Quranul Kariim adalah kalamullah, bukan makhluk yang diciptakan (kecuali mushafnya) ? Kalamullah (Quran) adalah sifat bicara-Nya Allah, salah satu sifat Allah adalah kalam dan tidak diciptakan, sedangkan di Quran ruh ya ruhNya/ruhKu jangan diselewengkan jadi ciptaan, tapi mengenai lebih jauh tentang ruh kiranya kita stop sampai disini sesuai surah Al Israa 17:85, “ruh ialah urusan Tuhanmu kamu tidak diberi pengetahuan melainkan sedikit”
      Allah lebih mengetahui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *