semakin diteorikan ilmu hakikat akan semakin rumit, menurut saya hakikat bukanlah ilmu.. apakah manis nya gula Ilmu? saya kira tidak, manisnya gula bukan ilmu, coba kalau manis diteaorikan.. pasti orang akan semakin bingung.. untuk merasakan gula tidak perlu teori zat penyusun nya gula, atau tidak perlu mengerti bagaimana membuat gula cukup bersedia dan yak… makan gulanya.. pasti akan memahami hakikat manis.

adanya ilmu hakikat dan adanya ilmu makrifat memang fenomenal… sebab ilmu itu muncul karena cerita dari orang yang mengalami sehingga muncullah ilmu.. padahal untuk mempelajari ilmu hakikat ataupun makrifat tidak perlu menggunakan ilmu.

apa sih ilmu itu? ilmu adalah serangkaian kenyataan yang diuraikan.. nah uraiannya inilah yang merupakan ilmu .. pada hal untuk berilmu atau untuk mendapatkan ilmu  harus belajar.. tapi ntuk kenyataan ketuhanan tidak perlu menggunakan ilmu artinya tidak perlu kita belajar, cukup dengan menjalankan saja.. kita mendekat ke allah nanti akan muncul ilmu.

inilah perbedaan mencari ilmu antara hakikat dengan lainnya. kalau lainnya kita belajar bisa teruhlah matematika atau psikologi, kalau agama ya syariat.. atau ilmu tasawauf tapi kalau ilmu hakikat tidak perlu dipelajari karena ilmu itu akan datang ketika kita menjalani. justru jika kita berilmu duluan maka akan mengganggu sebab kita sudah punya pengharapan artinya kita tidak  nol lagi..