Saatnya berjuang menuju Allah tanpa bergantung kepada Ust Abu

Setelah keluar dari shalat center nya tentunya pengajaran dari Ust Abu juga berhenti, artinya Beliau sudah bukan guru saya lagi namun beliau masih tetap saya hormati seperti layaknya saya menghormati kedua orang tua. Pengajaran dari beliau akan tetap saya pegang kuat kuat untuk terus meneruskan belajar menuju ke Allah tanpa bimbingan beliau. untuk itu saatnya saya belajar sendiri menuju kepada Allah SWT. Berarti juga lembaran perjalanan hidup saya yang baru akan saya mulai. yaitu suatu perjalanan tanpa guru spiritual. Sebagai orang yang dulunya pernah dididik untuk menghormat guru meski sudah tidak menjadi gurunya lagi.

Sejak diskusi di jogja kemarin seolah saya seperti di uji secara terbuka oleh ust Abu sangkan. maka ketika selesai maka beliaupun menyampaikan bahwa wisuda selesai…. he he   wisuda (wis sudah).

ini fotonya saat ujian terbuka di jogja kemarin

ujian nya sederhana …. saya tidak boleh memuncukan ego… saya harus tetap memelihara ego nol .. persis tujuan darinpada dzikir nafas yang saya pelajari yaitu menghilangkan ego. inilah bedanya ujian spiritual dan ujian yang lain.

bagi saya ujian dan wisuda ini sangat membuat hati saya bangga, karena telah di uji oleh seorang waliyullah yaitu Ust Abu Sangkan. ya perkaran lulus atau tidak karena yang membuat soal beliau saya kembalikan lagi ke beliau.

tapi yang jelas saya sudah tidak shalat center lagi … berarti saya lulus… nilainya? wah itu tanyakan kepada yang menguji….

saya sangat berterimakasih atas wisuda kemarin ustadz, semoga ini menjadi awal bagi saya untuk terus berjuang menuju kepada Allah.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

14 thoughts on “Saatnya berjuang menuju Allah tanpa bergantung kepada Ust Abu

  1. Viva… Ijtihad integrasi interkoneksi psikologi spiritualnya….tidak ada kewajiban taubat dalam Ijtihad sejauh itu amar Tuhan…Bukankah yang selalu ditegaskan dalam halaqoh adalah bahwa” Pengajaran Allah itu berbeda beda pada tiap tiap orang. sangat pribadi. sangat tergantung kemana manusia akan difungsikan dalam kapasitas khalifatullahnya. maka, ada apa dengan ” pengajaran Allah “, tentang dzikir nafas ini. sejauh tetap konsisten dan istiqomah dalam jalan spiritual dan ilmuawannya. Jangan jangan al hallaj atau syeh siti jenar dihukumi karena perbedaan sudut pandang. metode dari para pengkritiknya. bukan pada inti pemahaman dan pengajaran ang diturunkan oleh Allah secara pribadi pada dada mereka. we love u.

  2. assalamualaikum…
    allahushomad…
    Allah lah tempat bergantung…
    syekh bahaudin naqsabandy pun pernah diusir oleh guru spiritual nya yaitu syekh sayyid amir kulal dan dilarang masuk ke majelis pengajarannya… syekh bahaudin ini pun pernah dibenci oleh teman2 seperguruan nya… dan ternyata ini semacam tes wisuda nya beliau… beliau pun lulus ujian yg berat ini…
    pak pur pun mengalami hal ini…
    salam hangat…wassalam.

  3. Alhamdulillah…semoga lulusnya ujian pengenolan ego pak setyo ini, akan semakin mendapat tambahan pemahaman ilmu dariNya…amin..3x

  4. Semoga Pak Pur dan keluarga sentiasa dalam lindungan Allah SWT.
    Teruskan perjuangan di jalan Allah membimbing kami yang masih perlukan seorang guru.

  5. Subhaanaka laa ‘ilma lanaa illa maa ‘allamtana….. ( Rahmat & anugrah Allah menyertai perjalanan Setiyo Purwanto…..Amiin)

  6. Assalamualaikum Pak,

    Alhamdulillah. Pak Setiyo adalah salah seorang guru saya.
    Maka, saya terus belajar dan menerima saranan Pak Setiyo.
    Selamat berjuang dan berusaha Pak Setiyo. Maju!

  7. hanya sekedar pandangan saja, mas
    jangan bangun rumah di dalam rumah
    kalau mau bangun rumah wajib di luar rumah. mau yang lebih besar juga boleh.
    kalau mas pur membangun rumah di dalam rumah itu nama salah kaprah
    jadi tidak salah bila mas pur disuruh membangunnya diluar rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *