Islam dalam setiap ibadahnya ada sisi syariat tarekat hakikat dan makrifat. Ada sebagian orang islam yang selalu menafikan hakikat terlebih makrifat. Ibadah mereka seperti robot yang sedang menjalankan program. Islam dilihatnya hanya sekedar fiqh atau syariat saja. Jelas ini adalah kesesatan nyata. bagaimana tidak sesat jika ibadahnya tidak di tujukan ke Allah tapi hanya “sekedar menjalankan syariat”. Ibadah yang bukan karena lillah dinyatakan “batal”. Maka nampak jelas wajah wajah “sangar” “garang” karena memang ibadah nya tidak ada sentuhan emosinal terlebih spiritual.

orang orang yang hanya syariat thok , ini cenderung agresif dengan orang orang makrifat… kecurigaan saya terhadap orang orang ini bahwa orang orang seperti ini tidak sadar jika dirinya diperalat oleh orang non islam sehingga secara tidak sadar perilakunya dapat menyebabkan islam ada tapi mandul, islam ada tapi “tidak ada” laksana bui dil lautan.

maka saya terus terang melawan terhadap orang orang macam ini. Perlawanan saya dengan menuliskan tentang pentingnya makrifat dan pentingnya hakikat. saya mengajak siapa saja untuk menuliskan tentang pengalaman spiritualnya ketika shalat , dzikir atau apa saja di media sosial , facebook, blog, twitter dan lain sebagainya.

Syariat tanpa Hakikat = Bo-Ong