Setelah saya mempelajari dan menjalankan sunatullah, dan menjalankan apa yang seharusnya saya lakukan. Saya menemukan bahwa aktivitas saya selalu bergerak tanpa semangat yang menggelora. Namun aneh jika orang tidak semangat tidak aktif, yang saya temukan adalah tidak semangat tapi pekerjaan bisa lebih terselesaikan. Ada satu dorongan yang bukan semangat namun bergerak dalam diri untuk terus bergerak. Dan beberapa yang saya lakukan mulai saya hilangkan “berfikirnya”. saya bergerak saja tanpa berpikir.

Dalam hal ibadah saya juga menemukan sebuah aktivitas yang meningkat. misalnya makruh  membersihkan muka setelah wudlu dengan handuk (towel), maka sayapun tidak membersihkan muka saya yang terkena air wudlu. Pada saat saya tidak membersihkan muka saya dari air wudlu ada dalam diri saya yaitu akal memprotes dengan argumentasinya, dan sayapun tidak mengindahkan argumentasi pikiran itu saya tetap mengikuti sunah untuk tidak membersihkan muka saya dari air wudlu. dan itu mulai saya jalankan pada sunah sunah rasulullah yang lainnya, yang notabene tidak sesuai dengan akal pikiran saya.

dan saya menemukan bahwa Iman kadang bertolakbelakang dengan akal. 

saat ini saya belajar bagaimana melaksanakan sunah rasulullah dengan Iman bukan dengan akal

beraktivitas dengan iman anda akan merasakan : bekerja tanpa semangat.