Saya tidak Syiah dan juga tidak ahlussunnah, cukup islam saja

tidak ada perintah dari Allah SWT untuk memaksa saya memiilih masuk golongan syiah atau Suni. coba cari dalil ayat mana atau hadis mana yang menyatakan bahwa umat islam harus memilih syiah atau memilih sunny. Rasulullah pun tidak mencontohkan bahwa umatnya harus masuk golongan tertentu. Kalau rasulullah tidak mencontohkan tapi kita melakukan itu namanya apa…. nah…. bidah kan. Sudahlah sejak kita ditinggal rasulullah, umat islam harusnya capek karena selalu konflik antara syiah dan sunni apa tidak cukup menjadi pelajaran sejak 1400 th yang lalu kita sudah konflik yang tak ada henti hentinya antara syiah dan sunni. kalau dihitung berapa kerugian umat islam dari pertentangan ini. Perbedaan ini bukan rahmat tapi sudah laknat. Laknat Allah ini sudah terbukti dimana umat islam menjadi umat yang rendahan, tidak inovatif, umat terbelakang, dan kalau perang selalu kalah. Apa kita tidak sadar bahwa Allah marah? sekuat perjuangan kita membangkitkan islam kalau masalah suni syiah saja tidak selesai ya selamanya islam akan seperti ini.

Saya ini berislam, mengikuti Quran dan sunah rasulullah, tapi jangan anggap saya suni karena saya mengikuti rasulullah dan menghormati para sahabat Nabi (tidak hanya Ali RA) lalu menganggap saya Suni? saya tidak mau memasukkan diri saya kedalam suni. Kalau dulu jaman pak Harto, saya seperti negara indonesia yaitu masuk negara non blok.

Saya berislam saja seperti rasulullah. dan saya mengikuti pewaris rasulullah para ulama yang tidak mendukung syiah atau suni. bagi saya berislam ini sudah sangat cukup bagi saya. syahadat saya untuk Allah dan rasulullah tidak untuk syiah atau suni. Saya tidak menjelekkan suni atau syiah seperti orang suni menjelekkan syiah dan demikiann sebaliknya. bagi saya perbedaan adalah baik. lakum dinukum  waliyadin sajalah.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *