seberapa dalam zero kita

zero bukanlah teori yang enak dibicarakan dan di diskusikan. Zero adalah  kedalaman keberanian kita untuk memasukinya. Peajaranya memang fatalistik disinilah letak dari inti pelajaran zero. Jika kita masih menggunakan kemanusiaan kita maka “keTuhanan kita tidak akan sempurna”. maka dalam zero ini kita akan diberikan pelajaran sesuai dengan kadar. Ada yang tidak kuat dan ada yang kuat sehingga bisa meningkat derajatnya.

Wilayah zero bukan kita menentang maut, tapi kalau memang maut datang ya kita harus sia. Siap kita tidak siap kosong tapi karena kita ada Tuhan Allah. Ada orang yang pasrah tanpa Tuhan ada juga yang pasrah dengan Tuhan. Nah kita pasrah dengan Tuhan.

godaan paling berat adalah “sikap bergantung” disinilah kita di uji benar , ujian yang sebenarnya untuk menunjukkan kepada kita bahwa apakah sudah zero kah kita. maka ujian ini akan kembali kepada kita. Oh ya saya sudah kuat, oh ya saya belum kuat. inilah pelajarannya.

menapaki zero sama saja menapaki dunia tanpa pesepsi tanpa kira kira, tanpa cita cita. suatu keadaan fatalisitik karena Allah. Dunia yang hanya Allah dan Allah. MEnapaki zero kita seperti masuk dalam kawah condrodimuko, ibarat gatot kaca yang di gembleng habis habisan oleh sang Guru Sejati yaitu Allah SWT. kunci keberhasilannya sangatlah sederhana yaitu tetap dan hanya Allah. Bukan yang lain. kalau kunci ini berhasil di pegang maka kita akan menjadi sosok yang berhasil dalam pengemblengan tinggal kita pertahankan dan kita asah dari hari ke hari.

 

4 thoughts on “seberapa dalam zero kita

  1. Saya merasa tenang,tentram,damai,puas,bahagia dan ihlas karna sy memyadari Allah selalu bersamaku kapanpun dimanapun aku berada.benarkah pemahaman sy seperti itu, mohon dikoreksi bila salah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *