selama kita menganggap guru spiritual kita itu orang suci, maka ….

Guru spiritual adalah seorang guru yang berperilaku dan dan bertindak sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Apa yang dikehendaki Allah kadang tidak sesuai dengan apa yang kita anggap “suci” . Kita mengaggap suci guru spiritual tersebut, sedangkan Allah menghendaki hal lain, karena guru spiritual tersebut memang sedang belajar juga, atau sedang diproses Allah untuk menerima pembelejaran, atau bahkan sedang melakukan sesuatu untuk pemblejaran orang lain. misalnya hal ini terjadi pada nabi Ibrahim yang meninggalkan istrinya beserta anaknya di tempat yang kering yang tidak ada siapa siapa. tentunya jika kita melihat perilaku itu maka kita akan menganggap bahwa nabi Ibrahim ini kejam, mungkin kalau sekarang bisa terkena KDRT. Namun apa yang terjadi pada beliau adalah beliau sedang mengajarkan tauhid tingkat tinggi kepada istrinya yaitu bergantung kepada Allah.

Nah kita yang belajar spiritual jangan menganggap guru spiritual kita, kyai kita, syeh kita, mursyid atau apapun kita anggap suci sesuai dengan alam pikiran kita. Ketika kita berguru kepada guru  spiritual dengan kaca mata bahwa guru spiritual harus begini dan begitu maka ditanggung kita akan kecewa. Misalnya ada guru spiritual menikah lagi, ada guru spiritual marah marah, atau mungkin melakukan sesuatu yang diluar kewjaran seorang yang “suci” maka kita akan terhijab dan tidak akan bisa meresapi imu yang ada dibalik perilakunya.

saya menyebut orang yang seperit ini adalah orang yang siap secara mental belajar spiirtual. sikap mengkultuskan, medewakan, taksub, dan mendewa dewakan guru spritual, maka pasti dia tidak akan bisa memahami ilmu spirtual yang diturunkan oleh guru spiritual tersebut.

saya punya saran bagi siapa saja yang belajar spiritual, hialngkan taksub secara berlebihan karena ini akan menjadi hijab. dan hilangkan sikap mensucikan guru spiritual karena nanti akan membuat kita kecewa. yang harus kita lakukan sebagai murid adalah sikap hormat dan berusaha menangkap hakikat ilmu yang beliau sampaikan, bukan yang nampak dalam dzahir.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One thought on “selama kita menganggap guru spiritual kita itu orang suci, maka ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *