Seperti burung yang pulang perut kenyang

Rasulullah SAW menggambarkan orang yang bertawakal dengan benar itu seperti burung yang dikala pergi perut kosong ketika pulang perut sudah kenyang. Kenapa Rasulullah menggambarkan burung, ya karena burung ini tidak pernah berpikir dia akan dapat rejeki dimana, dengan cara apa, burung hanya keluar dari sarangnya dan keliling untuk mendapatkan apa yang bisa di makan. Burung tidak pernah meniatkan bahwa terbangnya adalah bentuk usaha yang dia lakukan untuk mencari makan, burung hanya menjalankan kehendak Allah yang ada dalam dirinya. itulah gambaran tawakal dari Rasulullah yang mudah kita tangkap.

Tawakal yang benar mendasarkan bahwa bergerak bukan sebagai  usaha namun karena mengikuti kehendak Allah. Tawakal adalah mempercayakan kepada Allah, ketika kita bertawakal kepada Allah tentang rejeki kita maka selanjutnya adalah kita mengikuti kehendak Allah. Bukan dengan usaha lagi. Kita harus dapat membedakan mana usaha atau ihtiar dan mana mengikuti kehendak Allah. Kalau usaha atau ihtiar berarti kita menganggap bahwa kita bisa, kita mampu dan ini berasal dari ego. Kalau mengikuti kehendak Allah apa apa yang terlintas dalam pikiran yang akhirnya kita lakukan itu adalah berasal dari Allah dan itu adalah kehendak Allah. Ketika seorang yang belum mendapatkan pekerjaan maka akan ada terlintas dalam pikirannya bahwa saya harus melamat pekerjaan , berarti Allah berkehendak agar orang tersebut melamar pekerjaan.

kehendak Allah dalam diri kita terlihat jelas dan kita ternyata dalam hidup ini tidak bisa apa apa. benar benar seluruh kekuatan dan kekuasaan itu dari Allah SWT.

baik sikap kita dalam bertawakal ini harus murni dan harus total bukan setengah setangah artinya setengah Allah setengah kekuatan kita. buatlah tawakal 100 %, karena kita juga sudah tahu bahwa Allah itu kalau tidak 100% Allah tidak akan memberikan nilai apapun kepada kita. Artnya nilai tawakal kita tidak akan berarti apapun.

Kita bekerja ibaratnya seperti burung yang keluar sarang pulang perut sudah kenyang. Kita pun pergi kerja dengan tidak mengharapkan sedikitpun dari perbuatan kita dalam bekerja untuk mendapatkan rejeki, kita pergi kerja ya kerja .. pulang pulang artinya (akhir bulan kalau pegawai) tabungan kita sudah terisi (kalau gaji di transfer melalui rekening bank).

jadi pisahkan antara bekerja dan uang, jangan bekerja kita dijadikan sebab kita mendapatkan uang. karena jika demikian maka kita tidak mempercayakan Allah lagi bahwa Beliaulah yang memberikan rejeki. dalam bertawakal kita harus murni 100%.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *