sesat dan tidak sesat terletak di lilahi taala

dikatakan sesat jika apa yang dilakukan tidak karena Allah. setiap dari kita dibekali dengan sistem keyakinan atau kepercayaan, sistem ini menjadi fitrah dalam diri kita, kita tidak bisa untuk tidak mempercayai sessuatu. ada 3 jenis

1. percaya kepada Allah (sistem keyakinan yang benar)

2. Percaya kepada selain Allah (sistem keyakinan yang salah / sesat)

3. mengingkari kepercayaan (sistem keyakinan yang ingkar, atheis /sesat)

dikatakan kita tidak sesat jika keyakina  kita kepada Allah, tidak kepada yang lain, termasuk kepada ciptannya, misalnya kita yakin kepada Alam semesta (tidak percaya Allah, tapi ciptaannya).

kepercayaan kepada Allah bersifat Mutlak tidak bisa di nego apalagi di samarkan dengan tujuan, manfaat atau yang lainnya. misalnya dengan meyakini bahwa Allah adalah alam semesta …. penggambaran ini untuk mempermudah mengenal Allah… tetap ini adalah sesat karena Allah bukanlah alam semesta , innanii anallah …. laa ilaha ila ana fa budnii…. Aku adalah Allah tidak ada Tuhan selain aku.

sesat dan tidak sesat adalah jelas, bahkan sangat jelas, yang tidak ke Allah berarti sesat. kita sholat saja untuk mencari pahala bisa sesat, kita puasa untuk memenuhi kewajiban kalau tidak hati hati bisa sesat. maka ada niat dimana niat ini selalu diakhiri dengan lilahi taala , niat ini untuk membentengi setiap perbuatan kita agar tidak sesat.

kita diberikan pahala surga agar kita menjalankan perintah itu bukan terus kita berniat dalam ibadah kita untuk mencari surga … Allah menciptakaan hukum hukum fiqh agar kita menjalankan sesuai yang dicontohkan Nabi bukan kita menjalankan ibadah karena diwajibkan secara fiqh.. hal hal yang demikian jika tidak hati hati bisa sesat.

jadi agar apa yang kita lakukan dalam hidup ini tidak sesat maka kuncinya adalah lillahi taala… karena Allah taala.