Setelah Muhammadiyah-Nu bisa saling bertoleransi

Di era tahun 90an, pertentangan Nu dan Muhammadiyah mencapi puncak puncaknya, banyak yang adu mulut, saling fitnah, dan saling menyalahkan bahkan sampai ada yang saling mengkafirkan….. tapi 90…ke sini pertentangan itu sudah mulai reda …. banyak yang sudah mulai bertoleransi…. ya qunut ndak papa, tidak qunut pun tidak apa apa….. orang sudah mulai mereda dan memaklumi bahwa perbedaan itu biasa …..

tapi nampaknya orang orang yang benci islam tidak ingin islam berdamai mereka mencari cara bagaimana agar islam tetap keruh oleh dirinya sendiri sehingga tidak sempat memikirkan kemajuan umat…… mereka sangat takut dengan kedamaian muhammadiyah dan Nu, karena kalau damai otomatis pergerakan islam akan mengarah kepada perbaikan umat islam dan ini menjadi ancaman telak bagi mereka.

maka mereka mencari sekelompok orang yang dapat memicu lagi semangat perbedaan diantara umat islam sehingga umat islam sibuk dengan perbedaan diantara dirinya sendiri. dan mulai tahu 95 an bibit itu sudah sangat nampak terutama di kampus kampus sudah mulai ada seklompok orang yang menggembargemborkan masalah perbedaan misalnya dengan mengusung bendera “bidah” ¬†sebagai senjata utama untuk menimbulkan perselisihan umat dan perpecahan umat. mereka terus berkembang hingga sekarang ini, dan friksi friksi perpecahan itu sudah dapat kita lihat di daerah daerah yang “baru belajar islam” kalau di solo friksi ini terjadi di daerah sragen, klaten, wonogiri dan daerah pinggir lainnya.

friksi friksi ini bisa ditingkat keluarga, tingkat kelompok pengajian, tingkat masjid… dan bahkan tingkat organisasi yang lebih besar.

kenyataan ini seharusnya menyadarkan kita untuk tetap waspada…. selalu saja hembusan “kelompok saya paling benar” pasti akan menghancurkan umat islam. nampaknya memang seolah olah menjunjung quran dan hadis tapi ada tujuan lain yaitu memecah belah umat. sebenarnya ini persis perpecahan kita sewaktu di jajah belanda, yaitu devide it empera….

sekarang mari kita kaji ilmu agama ini ¬†tapi jangan menyebarkan perpecahan umat, boleh menyalhakan kelompok lain tapi jangan sampai kedengaran orang yang dituju……

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 thoughts on “Setelah Muhammadiyah-Nu bisa saling bertoleransi

  1. setuju mas pur…kebenaran yang mutlak hy Allah SWT semata,kita kadang hy memakai “kacamata kuda”dengan segala persepsi,latar belakang ilmu yg sedikit dah berani men”judge”kelompok laen..mrk gak sadar kl ilmu yg sedikit juga dari Allah SWT..duh gusti mg2 mereka dicerahkan Allah SWT

  2. sekarang gni maz……….
    soal aqidah nu dg muhammadiyah knp di xatakn 100% tidak sama……….???????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *