Setelah taubat rejeki berlimpah bak air bah

Banyak sahabat dzikir nafas menceritakan bahwa setelah bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah kehidupan ekonomi merosot tajam bahkan minus. Yang dikeluhkan adalah mengapa setelah taubat, sebelum taubat rejeki lancar lancar saja. Seolah menjadi ironi di saat mendekat ke Allah kok malah Allah memberikan hal yang tidak menyenangkan. Pada tulisan ini saya akan menguraikan sebaliknya, bagaimana setelah taubat dan mendekat kepada Allah rejeki melimpah ruah bak air bah.

Secara logika nalar seharusnya setelah taubat dan mendekat kepada Allah rejeki melimpah, begitu pikiran kita. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Perlu kita ketahui taubat yang benar benar taubat disertai dengan pendekatan kepada Allah (bisa dengan menjalankan Dzikir nafas) maka terjadi sebuah perubahan tujuan hidup kita, namun perubahan ini belum disertai dengan mindset yang benar tentang Allah.  Pemahaman bahwa semakin tinggi iman ujian semakin banyak, semakin dekat Allah , maka Allah akan semakin banyak memberi ujian dan cobaan masih tersimpan padahal sudah melakukan taubat dan pendekat. Otomatis setelah taubat maka mindset ini akan running dan membuat kehidupan menjadi terpuruk. tapi kadang dengan peristiwa keterperukuan ini orang tidak sadar sadar bahwa dia harus merubah mindset tadi. selama mindset tidak dirubah maka keterpurukan itu akan selalu ada.

Ada baiknya dalam bertaubat dan mendekat ke Allah (hijrah) ada seorang pembimbing yang dapat mengarahkan tidak hanya proses pendekatanya saja tapi juga bagaimana merubah mindset step by step. Kalau jalan sendiri seringkali mindset tidak berubah dan membawa dampak yang negatif dalam kehidupan. Pembimbing ini sebagai coacher saja dalam proses hijrah tersebut, bukan sebagai guru apalagi mursyid.

Merubah mindset bukan perkara yang mudah karena jika mindset ini sudah tertanam dalam bawah sadar cukup dalam diperlukan cara cara yang terstruktur agar bisa berubah.

Dengan bimbingan coacher dalam proses hijrah taubat ini, akan dapat mengarahkan kepada hal hal yang benar. Sebab ketika seorang sudah mulai hijrah kadang semangatnya membara tidak terasa di susupi nafsu , nafsu ingin baik, nafsu ini masuk surga, nafsu ingin pahala , nafsu ingin segera keluar dari dosa dan nafsu nafsu lainnya yang dapat menyebabkan kesalahan dalam menjalani taubat. Contoh misalnya karena semangatnya ingin menjadi orang yang baik, harta di sedekahkan secara tidak terkontrol, dengan mindset agar mendapat lipat ganda dari Allah. Ada yang karena ingin menjauhi maksiat melupakan amanah para karyawan dan kelaurganya dengan tanpa pertimbangan menutup usaha padahal jika di modif akan bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Menjadi baik adalah proses dan proses ini harus diketahui arahnya. sehingga hijrah yang dilakukan tetap dapat menlancarkan rejeki bahkan semakin lancar.

Jika mindset seirama dengan proses hijrah maka rejeki akan lancar. Contoh seirama adalah semakin mendekat ke Allah, kehidupan duniawi semakin mudah dan semakin berlimpah.  Dan mindset ini harus diikuti dengan sikap dan perbuatan menjalankan amanah dengan lebih baik. BUkan kemudian setelah taubat hanya berdiam diri di mushalla utk wiridan saja, jsutru setelah taubat bekerjanya semakin profesional, ide ide kreatifnya semakin banyak dan insting bisnisnya semakin tajam. Nah hal hal ini jika tidak dilakukan oleh orang yang hijrah maka dikiranya dengan banyak wirid, banyak puasa dan banyak baca quran rejeki akan datang sendiri, masalah akan selesai sendiri, oh tidak … Karena orang yang hijrah akan semakin rajin bekerja, akan semakin amanah dalam menjalankan sesuatu.

Dengan menjalankan amanah yang benar maka berarti tergolong orang yang bertakwa, dan jika bertakwa maka solusi dan rejeki akan diberikan Allah secara tidak masuk akal. jadi dengan alasan ini maka semakin kita bertaubat dan mendekat ke Allah maka rejekin akan melimpah ruah bak air bah.

 

One Response

  1. Rusnanto 31/07/2019

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.