shalat berjamaah merusak kualitas sholat

pernyataan saya yang saya buat judul diatas bahwa sholat berjamaah dapat merusak kulitas sholat sangat tergantung pada orangnya dan imamnya. jika orangnya sudah mampu dzikrullah dan tumakninah dalam sholat dan imam demikian pula maka tentunya sholat berjamaah dapat meningkatkan kualitas sholat, namun jika terjadi sebaliknya maka tentu saja sholat berjamaah dapat merusak kualitas sholat yang sudah di dapat sebelumnya. letak merusaknya adalah di “kecepatan ketika menjalankan sholat” jika ketika sholat sendiri dapat dilakukan dengan lebih tumakninah dan lebih mudah untuk silatun, sedangkan pada sholat berjamaah tidak ada kesempatan untuk tumakninah maka tentu saja sholatnya tidak khusyu.

Susah untuk merubah budaya sholat yang salah ini, berbeda dengan budaya ibadahnya orang hindu atau orang budha misalnya, ketika saya melihat cara ibadahnya, dia duduk bersila bisa sangat lama sekali pada hal hanya duduk. mengapa dia hanya duduk tapi bisa dilakukan bahkan hampir 2 -3 jam, sedangkan kita sholat dengan berbagai macam gerakan dilakukan dalam waktu 5 menit untuk 4 rekaat.  bahkan dalam sholat berjamaah bisa lebih cepat lagi.

inilah pergeseran nyata dari ajaran Rasulullah, dulu rasulullah kalau sholat lama sampai sampai para sahabat menduga rasulullah lupa tapi sekarang saking cepatnya sampai lupa sudah rekaat berapa. Iman para sahabat dan kejayaan para sahabat diperoleh melalui sholat, karena dari sholat inilah terlahir keimanan yang kokoh, kalau dulu semakin orang ikut berjamaah maka keimanan semakin kuat dan semakin khusyu sholatnya, tapi yang terjadi sekarang adalah sebaliknya semakin ikut berjamaah semakin tidak khusyu sholatnya.

jadi yang sekarang ini yang salah bukan ajaran sholat berjamaahnya tapi yang salah adalah cara melakukan sholat berjamaah. saya juga heran kenapa kebanyakan imam sholat hanya mengingatkan “luruskan shaf nya, penuhi dulu yang didepan….” jarang sekali yang mengingatkan “luruskan diri kita kepada Allah bukan kepada yang lain, hadapkan wajah kita kepada allah dengan lurus bukan kepada yang lain…karena lurusnya diri kita menghadap Allah sangat menentukan kesempurnaan sholat”.

 

Karena sholat berjamaah yang  tidak tumakninah menjadi budaya diseluruh umat isalam ini, Maka ada beberapa kyai yang benar benar menjaga sholatnya enggan berjamaah dengan jamaah yang tidak sepaham kalau sholat itu harus lama, kalau sholat harus tenang dan tumakninah, Beliau memilih untuk solat sendiri dengan tetap menjaga kekhusyuannya dalam sholat.