shalat khusyu pun awalnya disesatkan

shalat khusyu dalam awal perkembangannya mendapat cobaan yang sangat berat namun sosok abu sangkan tetep keukeuh bertahan karena ini adalah sesuatu yang di yakini kebenarannya oleh beliau, maka meski mendapat cercaan ancaman dan cap sesat beliau tetap berdakwah. Seandainya orang orang yang menyesatkan mau belajar dengan Ust Abu pasti tidak akan menyesatkan. Kelemahan umat islam kita ini adalah tidak mau mempelajari dulu belum belum sudah menyesatkan. seharusnya jika ada sosok Ust Abu yang menemukan cara atau metode mencapai khusyu tentunya atau harusnya mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan apa yang beliau latihkan.

Saya pun bernasib sama dalam mengembangkan dzikir nafas, saya di tuduh tanpa ada kesempatan untuk menjelaskan sebenarnya apa yang saya maksudkan dalam pelatihan dzikir nafas. Saya ini psikolog,  saya memahami  bagaimana keadaan kejiwaan seseorang untuk memasuki alam spiritual. tidak semudah mengucapkan…. langsung ke Allah saja…. kenapa tidak mudah karena manusia itu terdiri dari jasad,nafs, dan Ruh, orang orang yang terikat oleh jasad kemudian dia ke Allah pasti jasad ini akan mengikat dan dia akan kesulitan. kita ini ibarat keris ketika akan dicabut dari sarungnya dan sarung keris itu sangat kuat mengikat maka akan sulit untuk dicabut. ilustrasi ini saya pecahkan dengan cara mengikuti nafas dengan halus agar terjadi proses relaksasi sehingga jasad tidak mengikat lagi Jiwa yang akan ke Allah.

nah kalau anda melihat dzikir nafas dari sisi level psikologinya saja (mengikuti nafas) maka anda akan mengatakan sesat, tapi jika anda melihat bahwa mengikuti nafas dapat melepaskan jiwa anda untuk ke Allah, jadi nafas hanya sebagai alatnya saja maka anda paham bahwa nafas bukan lah tujuan. dan anda akan membenarkan saya bahwa nafas dapat memudahkan untuk ke Allah.

mengikuti nafas juga dapat membebaskan anda dari ketegangan hingga keadaan relaks alertness keadaan ini memudahkan anda untuk ke Allah. saya sudah mendalami teknik relaksasi dan teknik ke Allah baik melalui patrap ataupun sholat, tapi ternyata orang orang yang baru belajar merasakan keadaan yang menyakitkan ketika ke Allah misalnya kepala membesar dan jadi sakit, nafas seperti berhenti di tenggorokan, tubuh bergetar dan berguncang keras. ternyata masalahnya ada pada ketidak relaksan. nah saya menemukan dengan mengikuti nafas masalah ini dapat teratasi.

saya prihatin dengan orang orang yang tidak mau belajar tapi langsung menuduh. ini dan itu. kalau mau terbuka ayo kita adakan diskusi terbuka kita adu ilmu pengetahuan. saya ini pembelajar, adu ilmu bukan berarti menang kalah tapi saya belajar. karena saya akan terus mengembangkan dzikir nafas sehingga koreksi, saran dan kritik membangun akan saya terima dan terus saya perbaiki pengetahuan saya. tapi jika saya disesatkan secara sepihak ya itu monggo saja saya pun tidak akan melawan. tapi saya akan terus inovasi, hari ini mungkin dzikir nafas, besuk bisa jadi saya menemukan metode lainnya, mungkin tahun depan saya menemukan lainnya. saya mengikuti perintah Allah untuk menjadi hamba yang mengamati, meneliti. sayapun seorang khalifah Allah yang terus menggali cara agar orang dapat kembali kepada Allah dengan sukses. Bismilahi Allahu Akbar.

fatihah untuk guru guru spiritual saya

1. Ust Muhammad Muin

2. Ust Abu Sangkan

3. Bp. haji Slamet Utomo

4 Habib Muh Lutfi pekalongan

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 thoughts on “shalat khusyu pun awalnya disesatkan

  1. Asslmkm.. maju trus mas.. slama kta YAKIN dlm jln yg benar mnuju Allah. Mmg ad klompok2 dlm islam yg krjaannya ngurusi amalan2 org lain utk disesatkn, dibid’ahkn, mrasa pling benar dlm beragama.

  2. Tepat sekali pak pur.terkadang kita tanpa sadar mendompleng pendapat orang lain,tanpa mau memakai kesadaran sendiri,akirya tanpa disadari,kita sudah menutup ilmu yg didatangkan allah melalui kalam”nya yg lain.sangat disayangkan kalau begitu,padahal ilmu allah sangatlah luas,dan beliau bicara melalui kalam”nya.

  3. Istilah anak itu disapih untuk berhenti “menyusu” pada Ibu. Saya masih ingat beberapa waktu lampu tentang debat “patrap” dengan para pelaku spiritual (komunitas di luar shalat centre) dimana mereka juga menggunakan dzikir nafas untuk “lepas”. Dalam diskusi tersebut tercetuk satu kalimat “Mas, apa ada bantuan “BAKU” dalam berdzikir? Saya tidak bisa menjawab karena selama ini saya belum tahu aturan baku tersebut. Nah pertanyaan dilanjutkan, apa kami salah kalau kami menata nafas kami selama niat kami adalah menuju kepada Allah? Apakah kami salah jika kami melakukan dzikir seperti ini dan kami hanya lurus kepada Allah ? Sumonggo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *