Inti dari sikap berguru kepada Allah adalah “menerima” dengan kesadaran tinggi. dengan kesadaran tinggi jiwa dan tubuh kita akan menerima semua kalam Ilahi yang masuk melalui hati dan pikiran (qolb dan aql). Kemudian kita yang sadar bahwa ada yang masuk dalam pikiran dan hati kita dan itulah pelajaran dari Allah. pelajaran ini bisa bermacam macam suka suka nya Allah dalam memberikan pelajaran untuk kita. Namun yang penting adalah menerima dengan penuh kerendahan hati.

mengenai wilayah kesadaran tinggi (sejauh yang saya pahami) merupakan wilayah dimana kita berada diatas pikiran dan diatas rasa, hal ini memerlukan pembiasaan dalam artian lakukan dzikrullah sesering mungkin dengan kesadaran ke Allah secara penuh nanti kita akan merasakan atau nanti kita akan mengetahui dengan sendirinya wilayah tersebut. Jika kita sudah berada keadaan di atas rasa maka kita akan mengetahui rasa kita misalnya keadaan keadaan yang merupakan isyarat pelajaran dari Allah.

Kemarin siang ketika saya berada kepada kesadaran tinggi (subjektivitas saya) saya merasa ada menerpa hati saya , atau ada perubahan yang berupa informasi dan itu sangat kuat kemudian informasi itu saya sampaikan dalam bentuk kata kata kepada salah seorang teman, dan ternyata apa yang saya katakan hendak di katakan oleh teman saya tersebut. Dari pelajaran ini saya menangkap pelajaran dari Allah bahwa Allah memberitahu atau Allah memberikan pelajaran tentang apa yang dipikirkan teman saya tersebut.

ternyata intuisi merupakan sarana kita untuk menerima kalam Ilahi, dengan modal intuisi ini kita dapat menerima informasi informasi yang belum kita ketahui melalui indera kita.

baiklah, jadi sikap berguru kepada Allah adalah sikap dimana kita menerima Allah dengan kesadaran tinggi kita.