solo the spirit of java

Bangga memiliki kota solo yang berslogan the spirit of java. jika dilihat dari sejarah kota solo sejak awal memang memiliki karakter budaya yang sangat kuat terutama sisi spiritualnya. aura kota solo memang beda dengan yang lain. sehingga banyak sekali aliran aliran kepercayaan dan aliran keagamaan tumbuh subur di solo. aliran islam sendiri dari aliran yang paling radikal hingga aliran yang paling abangan ada. aliran perdukunan hingga aliran sufi kelas tinggi juga ada di solo.

bagi Bapak atau Ibu bila berkunjung ke solo bisa merasakan suasana yang sangat kental dengan spiritual. keluar dari solo taruhlah sragen, klaten sukoharjo akan merasakan suasana yang berubah.

tipikal orang solo dengan keyakinan nya akan memegang teguh apa yang sudah diyakininya hingga masuk ke dalam. sehingga keyakinan apapun yang masuk di solo akan sangat sulit tapi kalau sudah masuk akan menjadi suatu keyakinan yang akan dipegang sampai mati.

hal ini jika kita bandingkan dengan semarang akan sangat berbeda di semarang spiritual jadi komoditi yang bisa di jual. karena rata rata penduduknya adalah bukan asli sehingga lebih mudah terbuka namun juga lemah dalam memegangnya. di sana lebih melihat sisi keuntungan dalam berspiritual maaf terutama secara materi. kalau di solo yang dilihat adalah nilai kedalaman spiritualnya bukan dari sisi keuntungan ekonomisnya … sehingga dampaknya orang solo untuk masalah spiritual tidak mau mahal mahal maunya gratis …. gratis pun orang solo masih berpikir seribu kali, benar tidak sesat tidak…

ya inilah sekelumit tentang keadaan di solo. patrap sendiri di solo menjadi perintis untuk wilayah jateng dan DIY namun kita menyaksikan sendiri perkembangan nya dibanding jogja dan semarang jauh ketinggalan… tapi janganĀ  tanya.. orang solo yang sudah menerima patrap dengan sepenuh hati … tidak akan pindah kelain hati… dan biasanya akanĀ  menjadi militan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *