Sosok Ust Abu Sangkan yang tidak ingin di kultus kan oleh murid muridnya

sejak mengundang beliau pertama kali di solo tahun 2001 saya kaget ketika menjemput beliau di pemberhentian bis jakarta solo kalau tidak sala bisnya adalah safari. saya mengira sosok Ust Abu ini sosok yang menggambarkan ulama hebat pakai pakaian putih , serban dan asesoris lainnya yang menunjukkan beliau adalah seorang yang hebat. Ternyata tidak ketika bertemu pertama kali beliau memakai celana jin dan bertopi pakainnya pun biasa, beliau saat itu bersama keluarga.

expectasi saya tentang beliau berubah ketika beliau bercanda dan berbicara ngalor ngidul yang membuat suasana jadi cair. saya mengira bahwa beliau dalam berbicara akan sangat hati hati artinya beliau tidak akan suka ketawa ketawa. dan pasti yang dibicarakan hal hal yang tinggi tinggi, ternyata salah. beliau adalah seorang yang sangat humoris jauh dari kesan seorang yang berilmu tinggi.

dari belajar kepada beliau, beliau adalah orang yang tidak suka di kultuskan. dan beliau sangat tidak setuju dengan orang orang yang mengkultuskan seseorang misalnya mengkultuskan seorang kyai ulama atau lainnya , beliau beranggapan bahwa jika kita terlalu mengkultuskan seseorang maka kita akan terhijab oleh orang yang kita kultuskan tersebut.

awal jumpa beliau, beliau selalu menekankan bahwa beliau adalah sahabat seperjalanan jadi selevel. beliau tidak ingin dianggap guru spiritual atau apapun yang sejenis. prinsip inilah yang menyebabkan kawan kawan sangat akrab dengan beliau. beliau tidak ingin diri beliau menjadi hijab ke Allah. Bahkan ketika beliau memberikan wejangan di jatibening beliau sempat marah marah karena yang hadir hanya mengharapkan ilmu dari Ust Abu Sangkan bukan dari Allah.

jarang sekali sosok ust yang tidak mau disebut sebagai guru. Ust Abu dengan gayanya yang khas beliau selaluu mengajak murid muridnnya untuk hanya belajar dan bergantung kepada Allah. Ajaran beliau ini sangat kuat sekali dan tercermin dalam buku beliau yang pertama yaitu buku BERGURU KEPADA ALLAH. Dimana dalam buku tersebut sangat jelas dan terang bahwa beliau tidak ingin menjadi guru tapi menjadi sahabat, filosofi ini berdasarkan dari para sahabat rasulullah dengan rasulullah. dimana Rasulullah  juga  menganggap semuanya adalah sahabat.

sebagai murid meski saya tetap menghormat namun tidak mengkultuskan, inilah yang menjadi ajaran beliau yang tetap saya pegang. saya juga tidak mau terjebak pada sosok manusia yang bukan Allah. ajaran Beliau yang sangat berkesan bagi saya adalah hal ini. yaitu berguru hanya kepada Allah. Ajaran beliau ini kalau dibandingkan hanya satu satu ustad yang mau mengajarkan berguru kepada Allah, rata rata ust ust mengajarkan bergurulah kepada saya, bergurulah kepada kyai, bergurulah kepada syeh dll. yang akhirnya si murid terjebak dalam sosok manusia. dan jika sudah terjebak pada sosok manusia tentunya ilmu Allah tidak akan turun secara langsung.

Saya adalah penerus ajaran ust Abu Sangkan ini, saya meneruskan tidak hanya teori tapi juga praktek. saya mempraktekan yang akhirnya tidak berguru lagi dengan ust Abu, tapi karena ini adalah melaksanakan ajaran beliau. Saya menghormati Beliau karena sudah mengajarkan ilmu yang satu ini. Hormat saya tidak dalam bentuk fisik. hormat saya dalam bentuk spiritual, berdoa, hadiah fatihah dan kesambungan secara spiritual dengan beliau.

ini merupakan kenangan saya dengan beliau dimana saya belajar dengan beliau secara dzahir 12 tahun. dan saya kira secara batin akan terus saya lakukan, karena tujuan kita adalah sama yaitu ke Allah. mengutip dari ungkapan pak heri di Fb Manjing maqom drajat kamulyan tetep satuhu iman . menaiki derajat kemulyaan dalam satu iman. selama kita beriman kita adalah saudara, saudara seiman.

demikian sedikit testimoni tentang beliau yang memang tidak suka dikultuskan oleh siapapun. Semoga ini menjadi pelajaran kita semua

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *