sulitnya melatih para Ustadz

ini yang sering terjadi dalam halaqoh atau pelatihan, biasanya mereka yang memakai atribut atribut kemusliman seperti celana, baju atau raut muka yang menandakan ustad biasanya sulit untuk nyambung. saya juga kurang tahu apa yang menyebabkannya, mungkin khusnudzan saja mereka lebih memiliki kedekatan dengan allah atau lebih memiliki pengetahuan yang dalam mengenai allah sehingga untuk nyambung tidak diperlukan lagi.

ada di solo ini juga sebagian etnis yang merasa memiliki agama islam… ini lebih sulit lagi, saya jadi berpersepsi bahwa mereka lebih pandai dari saya dan mereka lebih tahu dari saya sehinggga saya biarkan saja mereka. saya akan mengajarkan sesuatu yang dibutuhkan artinya jika mereka mau merendah didepan saya dan tawadhu dalam artian tidak mengandalkanpengatahuan agamanya saya baru bisa memberikan atau mengalirkan ilmu saya kepada beliau beliau. ya memang ini perlu ada kesombongan sedikit karena kalau tidak begini mereka yang malah terhijabdengan ilmu mereka.

maaf nggih poro kyai dan poro ustadz…