hati hati dalam diri kita ada syetan yang selalu membimbing kita kearah yang lebih jelek. tidak tanggung tanggung dalam melancarkan serangnya syetan menggunakan berbagai cara termasuk berbicara kebaikan. Bahkan kadang-kadang syetan menggunakan quran dan hadis untuk menyesatkan manusia. Contoh paling konkrit adalah syetan menjadikan quran sebatas tulisan semacam surat perintah lah yang isinya melarang ini dan mengharuskan itu. syetan juga menjadikan quran sebagai bahan bacaan yang melupakan manusia untuk mengamalkannya. Syetan menyibukkan membaca quran tapi lupa mengamalkan. Setiap hari manusia disibukkan untuk membaca quran bahkan saking sibuknya ada yang 3 hari khatam, 1 minggu khatam. dan itu menjadikan orang tersebut bangga… lupa akan kandungan quran bahwa quran bukanlah barang bacaan namun pengamalan.

itu hanya sebagian kecil saja dari bagaimana cara syetan menggoda manusia, bayangkan sesuatu yang kita sangka baik eh ternyata dari syetan, astaghfirullah …

lalu langkah apa yang harus kita lakukan agar kita terhindar dari syetan ini. baiklah saya uraikan sedikit mudah mudahan bisa menjadi solusi. Dalam diri kita tuntunan itu ada dua, yang pertama yang menuntun Allah yang kedua yang menuntun syetan. Jadi mudah saja untuk membedakan tuntunan itu kalau tidak ya Allah berarti syetan kalau tidak syetan ya berarti Allah.

Sekarang bagaimana caranya untuk membedakannya. yang pertama tanya dalam diri kita adakah Allah dalam hati kita, jika Allah ada maka syetan tidak mungkin bercokol dalam diri kita. Lebih konkrit lagi ketika kita berihsan (menyadari Allah) kemudian berserah total kepada Allah maka tuntunan itu akan jelas terbaca. kalau syetan yang menuntun tidak ada sikatp berserah kepada Allah dan ingat kepada Allah.

dalam pembicaraan yang lebih dalam lagi tentang hal ini adalah adanya Ruh dalam diri kita yang menjadi media bagi Allah untuk menuntun kita manusia ke jalan pulang kepada Allah, karena fitrah dari Ruh itu adalah kembali kepada Allah , kemudian jika kita ikuti fitrah itu maka kitapun akan tertuntun untuk ke Allah.

Seharusnya kita menjalankan quran dengan tuntunan ilahi, bukan quran yang menuntun kita.