Articles with akhlak

syetan makrifat tapi akhlaknya kurang ajar

syetan sangat mengenal Allah, maka syetan makrifat kepada Allah. tapi makrifatnya tidak diiringi dengan kepatuhan kepada Allah. Ya sama saja dengan kita mengenal presiden tapi semua aturan presiden dilanggar. kalau masalah makrifat (mengenal) semua bisa saja mengenal, tapi kita tidak akan berhenti mengenal setelah mengenal harus berserah diri (tasbih) dan mengikuti semua kehendak Allah. jadi tidak sekedar makrifat harus dengan kepatuhan.

dengan kepatuhan kepada Allah seorang hamba akan semakin mengenal atau semakin makrifat. Tentunya akan sangat beda orang yang patuh kepada juragan dengan orang yang hanya mengenal juragan. orang yang patuh pasti mengenal dan orang yang mengenal belum tentu patuh. Jadi semakin patuh kepada Allah maka akan semakin mengenal atau makrifat.

kita diciptakan Allah untuk mengenalNya, cara mengenalnya cukup dengan sadar Allah, sadar Allah bisa membawa kita kepada alam makrifat, tapi tidak akan berhenti di mengenal tapi harus mengikuti kehendak Allah baik yang berupa ilham takwa maupun yang diturunkan Allah kepada Rasul yaitu quran dan hadis. dari mengikuti perintah Allah ini lah maka ahlak kita akan terdidik dan terarah kearah yang lebih baik.

jadi semakin makrifat maka akhlak kita akan semakin baik.

ilmu tertinggi khusyu

belajar khusyu adalah belajar bagaimana kita berakhlak kepada Allah. bukan mencari sensasi sensai khusu seperti menempati maqom maqom tertentu, bisa ini dan bisa itu…dst. belajar khusyu adalah bagaimana berakhlak kepada Allah ini yaitu selalu sadar dengan Allah dapat menjadikan kita lebih baik kehidupan kita di dunia dan akhirat kelak. kebrhasilan seseorang belajar khusyu adalah perubahan perilaku, pikiran dan emosi. meski dalam sholat dia merasakan sensasi yang hebat hebat tapi dalam perilakun sehari hariya tidak ada perubahan maka masih dikatakakn BELUM BERHASIL.
belajar khusyu yang terpenting adalah APA YANG DIBERIKAN ALLAH SAAT INI KEPADA KITA ADALAH YANG TERBAIK BAGI KITA. bukan gambaran pengalaman khusyu yang bisa ini bisa itu, menempati alam ini dan alam itu, atau pengetahuan wejangan ini dan wejangan itu.
bagi kawan kawan yang belajar khusyu jangan terpancing dengan pengalaman orang lain, biarkan dia menceritakan tapi kita harus berpegangan bahwa bukan pengalaman yang kita cari, yang kita cari adalah semangat agar kita selalu bisa ingat dan kembali kepada allah. jika kita terpancing maka yang terjadi adalah ketidaksyukuran kita kepada allah misalnya “kenapa saya tidak seperti dia”, “aku ingin mengalami seperti itu”, “apa saya masih banyak dosa”, “wah kawan itu hebat ya”….dst perkataan perkataan batin seperti ini akan menghambat kita untuk mendapatkan pelajaran dari Allah, karena kita tidak bersyukur kpada Allah, mengatur Allah… dan yang paling fatal adalah kita tidak IHLAS dalam belajar khusyu…
baiklah kesimpulan ilmu tertinggi khusyu adalah : menerima apapun yang diajarkan Allah kepada kita. DIPERAS LAGI MENJADI “BERSYUKUR”

masih tentang ihlas…

anda pernah berbuat kebaikan pada seseorang? ya dan sering… sesekali pernah mendapatkan balasan yang tidak setimpal dari orang yang sudah anda bantu? ya … jika anda pernah … atau bahkan balasan nya sangat menyakitkan hati … nah demikianlah Allah menguji tingkat keihlasan kita, apakah kita beramal karena orang itu agar dia tahu kebaikan kita atau kita karena allah. jika kita mengatakan belum ihlas dan sering disakiti hati kita oleh orang yang kita berika kebaikan maka untuk selanjutnya mari kita meningkatkan keihlasan kita bahwa bukan karena apa apa kita beramal tapi karena allah semata, dan Allah tidak akan pernah mengecewakan kita… percaya lah percayalah……