patrap bersepeda

sepeda kayuh ternyata dapat digunakan untuk berlatih patrap. caranya adalah ketika mengayuhkan kaki ke pedal kanan maka kita ingat Allah semacam kita hentakan ke Allah, ketika kaki kiri mengayuh kan ke pedal kiri kita hentakan ke Allah… nah hentakan hentakan bergantian kaki kiri dan kaki kanan akan meningkatkan kekautan patrap kita, hal ini persis kalau patrap jalan ..selamat mencoba

power itu dari Allah

kekuatan sekecil apapun dari Allah, bahkan kekuatan tunduk kepada Allah itu juga dari Allah, kekuatan sujud kita itu juga dari Allah. nah kalau sholat adalah mengolah kekuatan dari Allah maka sholat dapat kita gunakan untuk melatih jiwa kita agar kuat. orang yang kuat dalam sujudnya pasti dia memiliki kekuatan untuk menundukkan orang lain, orang yang kuat hormatnya kepada allah maka dia akan dihormati oleh orang banyak. kemampuan ini harus berkembang dan berkembang… dan tidak ada selesainya kecuali jika kita sudah meninggal.
disinilah letak bahwa sholat merupakan pembentukan karakter yaitu membentuk jiwa yang berkekuatan.
satu hal lagi jika orang ingin menjadi baik maka gunakan kekuatan iftirasy yaitu pada saat membaca robbi firlii yaitu mohon ampun kepada Allah maka rasakan hingga diri kita diampuni dan suci…kekuatan suci ini akan mencegah kita dari berbuat yang tidak baik.

tahap mengakses kekuatan Allah

1. mengenolkan diri dengan menyadari laa haula walaa quwata ila billah…kesadaran ini akan menyadarkan kepada kita bahwa sekecil apapun kekuatan yang kita miliki semua adalah kekuatan Allah.
2. menyadari kekuatan Allah dimulai dari kekuatan yang paling sering kita alami misalnya nafas, menggerakkan tangan, atau melihat atau yang lainnya… keadaran ini akan lebih meyakinkan kita akan kekuatan Allah
3. memperluas kesadaran kita tentang kekuatan Allah. bahwa kekuatan Allah meliputi alam semesta, dia yang menggerakkan bumi matahari dan seluruh alam raya ini.. kesadaran ini akan menguatkan kita bahwa Allah maha kuat, maha dahsyat, dan maha segalanya
4. yang terakhir adalah menggunakan kekuatan Allah yang maha kuat tadi untuk keperluan keperluan sederhana jhingga yang tergolong berat…

mengakses kekuatan Allah dengan Asma Ulhusna

semua kekuatan adalah miliki Allah yang dirinci dalam 99 namanya dan berpusat pada Dzat nya.
setiap nama Nya menunjukkan kekuatannya.. maka kita gunakan namanya untuk mengakses kekuatan Allahh, yaitu dengan sadar dan meyakini

menggunakan kekuatan Allah untuk diri dan orang lain

bicara masalah hakikat maka setiap gerak diri kita adalah Allah yang menggerakkan, setiap apa yang terjadi dalam diri dan diluar diri kita adalah kehendak Allah, adalah kekuatan Allah.
saya menggerakkan tangan saya ke kanan atau kekiri yang menggerakkan adalah Allah. saya berkehendak menggerakkan tangan ke kanan dan allah meridloi merestui dan akhirnya bergerak kekanan.. saya ingin bicara mendengar melihat, dan allah meridloi saya bisa bicara, mendengar dan melihat.
untuk itu keinginan itu bisa kita perbesar dengan keinginan keinginan. gunakan kekuatan Allah untuk kemanfaatan makhluk Allah yang lain. misalnya kita menolong orang sakit maka kita yakin saja kalau melalui saya Allah menyembuhkan orang tersebut. yang menyembuhkan bukan kita tapi yang menyembuhkan Allah.
contoh sederhana ketika saya menaiki sepeda kayuh… kaki saya bisa bergerak yang menggerakkan adalah Allah, menggunakan kekuatan Allah… coba jika Allah tidak menggerakkan kaki saya dengan kekautanNya maka saya tidak akan dapat bergerak.
kesadaran aakan Allah ini mari kita gunakan untuk tujuan yang lebih besar, untuk jangka panjang …. prinsipnya dengan menggunakan kekuatan Allah.

bagiamana menghentikan pikiran ?

pikiran kita bisa berhenti tatkalah kita memasuki ranah .. tiada persepsi, tiada yang ada, tiada yang dapat menyamai Nya, Dia yang maha Luas, Dia yang maha Tak Terbatas..
otomatis jika kita memasuki alam tiada persepsi yaitu Allah sebagai dzat yang tidak bisa di pikir, dzat yang tidak bisa samakan dengan apapun LAA ILAHA ILALLAH maka pikiran kita akan kosong, nol… hampa dan setersunya…..

jangkar menambatkan diri ke Allah

kapal yang sedang berlabuh pasti dia akan mengeluarkan jangkar dan akan menambatkan perahunya dengan jangkar tersebut. demikian pula dengan kita jika kita sudah dapat menambatkatkan diri ke ke Allah, maka kita harus mengeluarkan jangkar yaitu jiwa kita kita tambatkan ke Allah. jika jiwa kita sudah tertambat ke Allah maka kita tidak akan lepas ke Allah meski kita jalan, makan, sholat, bicara ….karena hati dan jiwa sudah tertambat ke Allah maka Allah akan selalu menancap ke dalam hati, pikiran dan seluruh yang ada dalam diri kita.
kenapa sholat pikiran mudah kemana mana karena jiwa tidak di tambatkan ke Allah sehingga mudah lari pikiran dan perasaan