Amanah bukan pencapaian target selesai tapi menjalankan perintah Allah

Amanah dinamikanya sungguh menarik karena kadang secara tidak sadar kita terjebak kepada pencapaian target harus selesai ini dan itu , harus selesai pada waktu ini dan itu. Jebakan batman ini membuat apa yang akan kita lakukan menjadi buntu dan seolah berhenti dan berat untuk melangkah, ya … padahal pekerjaan jelas ada dan memang harus kita kerjakan. Semakin kita memaksakan pada keadaan ini maka pikiran seolah tidak mau bergerak seperti tegang dan tidak dapat bekerja. Tubuhpun terasa loyo dan tidak bergairah. Masalah ini akan muncul ternyata karena hawa nafsu kita untuk selalu ingin menyelesaikan dan tergesa gesa, tidak ada rasa enjoy tidak ada rasa nyaman dalam menjalankan.

Menjalankan amanah tidak sekedar selesai atau cepat, menjalankan amanah adalah menjalankan perintah Allah. Jadi yang penting disini adalah proses bukan hasilnya. Jika kita fokus pada proses maka tugas yang kita jalankan akan terasa ringan, tidak stress dan enjoy. Tapi kalau kita fokus pada hasil maka akan menjadi tegang dan cepat lelah, capek dan kadang merasa buntu. Jadi kita harus membebaskan diri kita dari keinginan untuk selesai. Kita kerjakan saja apa apa yang perlu dan harus dikerjakan sekarang, dan yang paling penting adalah mengikuti perintah Allah dalam menjalankan tugas tersebut. Yang perlu sekali di latih sekarang adalah bagaimana kita dapat mengikuti apa apa yang Allah perintahkan dalam setiap langkah kita menyelesaikan amanah.

Secara teknis ketika kita menghadapi kebuntuan karena hal diatas langkah pertama adalah melepaskan diri dari amanah tersebut sejenak, kemudian sambungkan jiwa kita ke Allah dan masuk ke dzikir nafas 4. Dzikir nafas 4 ini akan membebaskan kita dari tekanan apapun. Kita bisa bergerak bebas dan ringan, nah suasana inilah yang kita bawa untuk melakukan atau menjalankan amanah yang sedang kita jalankan. simpel bukan. selamat mencoba

Memajukan Indonesia dengan Damai

Momen momen kemajuan bangsa dimanapun bangsa itu adalah ditandai dengan adanya Perubahan kesadaran, bukan ditandai dengan kekerasan.  Kesadaran yang benar akan suatu bangsa akan menjaga bangsa itu untuk tetap maju. Kesasadaran apa yang harus di bangun sebagai sebuah bangsa pertama adalah kesadaran akan Tuhannya, Jelas Indonesia yang perlu dibangun pertama kali adalah kesadaran akan Tuhan yaitu Allah SWT. Kesadaran ini akan membuka sebuah cakrawala berbangsa yang tidak kerdil, dikotomis, atau kelompok, terlebih sikap like and dislike. Bangsa Indonesia saat ini sedang berada pada keadaan yang memprihatinkan, dimana masyarakatnya mudah dipengaruhi mudah di bawa kesana kemari, karena dasarnya tidak ada yaitu kesadaran keTuhanan.

Kesadaran akan Tuhan ini akan membawa sikap amanah terhadap perintah perintah Tuhan, jadi rakyat bernegera dan berbangsa bukan karena negara dan bangsa terlebih karena partai, tapi karena Tuhan Allah. Menjalankan tugas sebagai warga negara dianggapnya sebagai menjalankan perintah Tuhan. Kalau masing masing warga negara memiliki kesadaran seperti ini maka otomatis negara akan maju dengan sendirinya. Negara jepang bisa maju setelah di bom karena memajukan bangsanya karena printah tuhan yang dianutnya, benderanya saja matahari terbit. Nah sekarang muslim sebagai warga mayoritas indonesia, harusnya memiliki kesadaran akan Tuhan yaitu memajukan bangsa karena perintah Tuhan.

Penanaman kesadaran berTuhan dalam berbangsa ini harus di tanamkan sejak dini, di pelajaran agama. Penanaman lebih kepada kesadaran berTUhan bukan kesadaran beragama saja, kalau kesadaran beragama tanpa kesadaran berTuhan maka akan mudah terpancing menjadi teroris dan mudah di panas panasi. Inilah yang seringkali di manfaatkan oleh orang orang yang tidak senang dengan kemajuan indonesia selalu membuat rakyatnya tidak sadar. Contoh penanaman kesadaran berTuhan misalnya anak tidak hanya di suruh menghafal doa doa, tapi juga di diajari bagaimana berkomunikasi dengan Tuhan. Selama pelajaran agama tidak memasukkan unsur Spiritual dalam ibadah, dalam ritual agama maka selama itupula Indonesia tidak akan maju dan warga muslim akan mudah di permainkan.

Fenomena aneh dalam berbangsa yang sekarang sedang terjadi adalah, 2 pasangan calon, anehnya banyak orang islam menolak salah satu pasangan tapi juga tidak mendukung pasangan satunya. Inikan fenomena lucu pokoknya jangan pasangan calon yang satu, lha mestinya kan mendukung pasangan satunya tidak perlu menjelekkan pasangan lainnya. Ini yang saya maksud dengan kesadaran yang  berlum tertanam. Kalau kesadaran sudah ok, pasti akan faham dia harus mendukung yang mana, bukan asal tidak pasangan yang itu. Dan masih banyak lagi bentuk keanehan masyarakat muslim dalam berbangsa.

baiklah kita kembali ke pembahasan bahwa kesadaran berTuhan sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kalau saya rasakan sejak Soeharto lengser kehidupan berbangsa dan bernegara kita turun drastis, sampai sekarang. bendera merah putih hanya berkibar setahun sekali , Indonesia raya dinyanyikan sangat jarang, apalagi lagu lagu kebangsaan sangat jarang terdengar kecuali bulan agustus saja. Pancasila pun semakin asing, apalagi UUD. Kalau boleh berpendapat, kehidupan berbangsa kita sudah hancur sejak soeharto lengser. bukan berarti saya pro soeharto tapi ini kenyataan di indonesia. Semangat berbangsa sudah hilang sejak saat itu.

Kalaupun ada yang mengatasnamakan rakyat kita lihat ujung ujungnya partai yang dibela atau kelompok yang dibela. Sebagai warga negara yang cinta dengan Indonesia sudah saatnya warga islam indonesia mulai sadar Allah. Dan bekerja memakmurkan bangsa bukan karena indonesia tapi karena Allah, Jadi menjalankan amanah di lini masing masing karena perintah Allah. JIka ini dapat diterapkan maka saya yakin negara indonesia menjadi negara yang makmur gemah ripah loh jinawi titi tentrem kerto raharjo. Tidak ada lagi kamu partai A aku partai B, aku pendukung presiden A, kamu penolak Presiden B. nanti kita saksikan suasan Facebook, suasana group whatsapp dan media lainnya akan tenang dan tentram. Menjadi warga yang sadar ALlah tidak akan mudah terpancing isu isu pemecah belah dan menyesatkan. Jadilah warga yang sadar Allah, yang berahlak dan yang cerdas. mari kita sama sama bangun Indonesia dengan kesadaran yang benar sebagai seorang islam yaitu sadar Allah.

Diet ala DNSA

makan adalah sumber tenaga untuk bisa beraktivitas, tapi juga bisa menjadi sumber penyakit. Kebanyakan kita tidak lagi kekuarang makan tapi sudah berlebihan dalam makan. Kalau dulu kekurangan maka iya, tapi sekarang kelebihan makan. Makanya ada pepatah sekarang ini banyak kematian bukan karena kekurangan makan tapi kelebihan makan. Berbagai upaya diet pun sudah dilakukan, bahkan dengan diet yang sangat ketat, no karbo…. baik, saya ingin sedikit berbagi cara diet ala DNSA atau dzikir nafas sadar Allah.

Pertama yang perlu di fahami adalah bahwa makan adalah bagian perintah Allah agar kita bisa amanah dalam menjaga kesehatan dan kekuatan. Makan adalah amanah singkatnya demikian. Jadi ketika kita sudah makan, dan kenyang berarti kita sudah tidak ada amanah untuk makan lagi. Beda, ketika kita lapar maka amanahnya adalah makan, tapi ketika sudah kenyang maka amanah nya sudah tidak ada lagi. Nah kalau makan lagi … ini namanya sudah tidak amanah lagi atau melakukan perbuatan yang tidak ada amanahnya, bahkan bisa jadi khianat karena tubuh sudah penuh perutnya masih makan juga. Kefahaman tentang konsep amanah ini tentunya akan sangat membatasi kita makan. Dan tubuh akan mencapai keseimbangan. Sebenarnya dalam hadis Rasulullah sangat jelas ; makanlah ketika lapar dna berhentilah sebelum kenyang artinya amanah makan ketika perut lapar, dan amanah berhenti makan ketika perut kenyang.

yang kedua makanlah dengan makanan yang halal dan thoyib, kalau halal itu jelas, kalau thoyib untuk masing individu akan berbeda beda, untuk hal ini silahkan di konsulkan kepada ahli gizi agar kita mengetahui mana makanan yang thoyib dan mana makanan yang tidak.

yang ketiga jangan melanggar pantangan makan, misalnya mengurangi gula ya harus mengurangi. kalau melanggar ini namanya tidak amanah.

Baik yang paling utama adalah diet berkonsepkan amanah, ini harus di jaga. Makan adalah amanah bukan untuk mencari gengsi, bukan untuk mencari kenikmatan, bukan untuk mencari kenyang. Hilangkan hal hal lain selain amanah. Ingat hilangkan mencari kenikmatan makanan, hilangkan mencari kenyang hilang kuliner dan lainnya. satu yang dipegang yaitu amanah untuk makan, jika tidak ada amanah tidak makan.

Law of Attraction tidak sesuai dengan sadar Allah

Law of Attraction atau LoA beberapa tahun terakhir ini sangat populer di kalangan motivator. Bahkan ini menjadi central daripada bagaimana memotivasi seseorang untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Sayapun dulu juga tertarik dengan teori ini. Pada awal iya dengan keinginan yang sederhana bisa terwujud. Tapi ketika kita mendalami ilmu makrifat teori ini gagal tidak dapat lagi saya gunakan . alasan pertama adalah karena tidak seusuai dengan kaidah makrifat yaitu adanya pengenolan keinginan yang kedua adalah masih adanya ego untuk ingin ini dan itu. kenyataan ini saya rasakan dan selalu mentog seperti tidak berjalan. Ketika terjadi pemaksaan oleh diri saya  tentang hal ini artinya saya paksakan pakai teori LoA maka semakin saya paksa hambatan itu semakin berat dan semakin jelas.

Alhamdulillah Allah mengajarkan kepada saya, untuk mengenolkan diri , menghilangkan keinginan tapi tetap mengerjakan apa yang seharusnya saya kerjakan.

teori pengenolan ego ini mungkin sudah bisa bagi kita dan kita sudah sering mendengar tapi kenyataan di lapangan saya sendiri sering terjebak kepada kekuatan spiritual yang saya dapat. Misalnya ketika saya sudah bisa berada di balik alam semesta yaitu kesadaran ilahiah saya menggunakan  kesadaran itu untuk menyelesaikan amanah amanah saya. Menggunakan kesadaran spiritual ini termasuk dalam ego. Alhamdulillah selepas saya subuh saya ber DN di surau dan Allah mengajarkan lagi hilangkan kemampuan ego spiritual mu, dan setelah itu seperti lega, los dan perasaan menyenangkan lainnnya.

Sehingga saya berkesimpulan bahwa teori LOA tidak akan saya gunakan lagi dan itu teori orang orang yang mengandakan ego nya untuk memenuhi keinginannya. beberapa anda mungkin tidak setuju dengan apa yang saya sampaikan ini, tapi itulah kenyataannya. Ketika kita menggunakan LoA secara bawah sadar kita sudah menggunakan ego kita untuk memenuhi itu , padahal di dalam  ilmu kemakrifatan ego itu harus di kikis habis. artinya bahwa kita tidak ada keinginan apapun. Namun meski kita tidak memiliki keinginan apapun kita tetap bergerak menyelesaikan amanah Allah. INilah bedanya dengan LoA. Kalau LoA menjalankan karena keingina dan egonya tapi kalau makrifat sadar Allah ini menjalankan kehidupan karena amanah. Disini akan lebih powerfull menjalankan amanah (bagi orang beriman) dari pada menjalankan keinginan.

jangan lagi bergerak karena keinginan tapi bergerak lah karena menjalankan amanah Allah. Tinggalkan teori LoA karena itu teori orang yang tidak mempercayai Allah SWT

Amanah Allah dalam setiap nafas

hidup adalah tanggung jawab, setiap nafas adalah tanggung jawab, setiap perbuatan kita akan diperhitungkan di hadapan Allah. Perbuatan yang tidak amanah sekecil apapun itu akan menjadi catatan yang harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Maka dalam setiap nafas ini harus memberikan manfaat terhadap penyelesaian amanah yang sedang kita lakukan. Amanah untuk membersihkan tempat tinggal, amanah untuk mencuci piring dan lain sebagainya. Ketika kita tidak mengetahui amanah kita apa tinggal kita jalankan saja apa yang terbaik pada saat ini dan disini.

Amanah juga harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. amanah adalah amanah Allah maka melakukan yang terbaik adalah amanah untuk kita persembahkan kepada Allah. hanya kepada MU lah hamba menyembah, hal ini berarti ada persembahan yang kita hadapkan kepada Allah SWT, baru kemudian hanya kepada MUlah hamba memohon pertolongan.

Seringkali kita menganggp bahwa sikap perfeksionis itu negatif, tidak, pada sisi lain kita memang harus perfek tapi tetap dalam rangka menjalankan amanah Allah, bukan untuk mencari kesempurnaan tapi dasarnya ego bukan karena Allah.

manfaatkan waktu untuk menjalankan terbesar kita, kalau anda penulis maka sandingkan laptop itu selalu sedia ketika tidak ada pekerjaan lain maka peganglah laptop dan kemudian mulailah menulis apapun itu sesuai dengan dorongan hati atau pikiran yang sudah di landasi dengan kesadaran akan Allah.

Detik demi detik waktu akan terus berjalan ke depan dan tidak akan mundur atau berhenti. Setiap detik kita berlomba dengan waktu setiap detik kita harus menghasilkan.

teruslah bergerak mengikuti daya spiritual di allahu akbar dan di syukur. Sungguh pertolongan Allah sangat dekat

Sadar Allah “Yes” Amanah “No”

Trend di masyarakat barat banyak yang mengakui Tuhan tapi tidak dengan agama, God Yes, Religion No. Jadi menerima Allah tapi tidak mematuhi perintahnya. Allah memerintah Shalat Allah memerintah kita menjalankan amanah tidak untuk Allah tapi untuk kita sendiri. Kita ini hidup yang membuat Allah maka segala aturan jika sesuai dengan aturan Allah maka akan bahagia. Maka saya menuliskan status di Fb bahwa jika kita amanah maka rejeki berlimpah. Maka bisa dipastikan bahwa jika tidak amanah maka yang terjadi adalah sebaliknya. Ini sudah rumus pasti tidak bisa tidak. Allah akan memenuhi janjinya.

Sadar Allah itu adalah itu tidak harus kita dalami sampai mat sampai dalam , tapi untuk segera di aplikasikan dalam kehidupan jika memang sudah ada perintah. Saat inilah perintah Allah untuk mengaplikasikannya. anda bisa belajar Allah sambil menjalankan amanah Allah itu lebih sesuai karena apa karena ilmu sadar Allah sudah terbentang saya sudah banyak menguraikan. Kalaupun anda mendalami sampai dalam intinya tidak apa apa nah itu sudah saya tulis dan uraikan. Untuk apa anda mempelajari apa apa yang sudah di tulis orang. Lebih baik anda mengamalkan amanah yang anda emban dan Allah memberikan petunjuknya dan anda akan dapat ilmu baru yang aplikatif.

Jaman Rasulullah semua ikut berjuang berperang menjalankan amanah Allah masing masing, tidak perlu lagi ke gua hira, tidak perlu lagi beruzlah, ya karena Rasulullah masih ada dan semua seudah tertulis di Al quran. nah kita sekarang sudah membuktikan isi al quran bahwa kita harus amanah maka tunggu apa lagi. take action.

Kalau kita tidak mau menerima amanah dari Allah hanya menerima Allah saja maka siksaan hidup akan kita terima. Kita akan di usir dari surganya Allah. Lha kok seperti iblis… ya iblis menerima Allah, dekat dengan Allah dan makrifat kepada Allah, gara gara tidak amanah yaitu menerima perintah sujud kepada nabi adam dia menolak maka dia diusir dari syurganya Allah. Berdoa kita jangan sampai kita seperti iblis “Allah yes amanah no”.

sekarang ini strategi perang kita adalah pada diri kita masing masing, yang perlu dirapatkan barisan adalah barisan kesadaran ke Allah untuk tetap lurus ke Allah dan kita sama sama maju perang di kehidupan kita masing masing.

Amanah saya apa ?

kadang bingung juga menentukan amanah saya apa, baik pertama kita harus berpikir bahwa amanah itu adalah sederhana. Ya sederhana, yaitu apa yang ada di depan kita, apa yang sedang kita lakukan, apa yang sedang diperbuat saat ini dan disini, itulah amanah kita. Yang kedua jadikan apa yang kita lakukan sekarang adalah perintah Allah. Misalnya kita sedang berjalan ke kantor maka amanah nya adalah menjalankan amanah Allah berjalan di kantor. bejalan ke kantor adalah amanah Allah. Kalau tidak berjalan ke kantor maka tidak akan sampai ke kantor.

Jadi amanah itu memang ada yang besar yaitu menyelesaikan pekerjaan kantor, tapi juga ada amanah yang kecil yang mendukung adanya pekerjaan di kantor yaitu berjalan menuju ke kantor.

menjalankan amanah Allah memang dari hal hal yang kecil dan sederhana. yang sedang kita hadapi sekarang ini dan saat ini. Gunakan formula 3T untuk menjalankan amanah Allah dalam setiap perbuatan perilaku. Dalam islam kita di ajarkan untuk meniatkan dengan benar setiap perbuatan kita. Perbuatan kita harus diawali dengan niat

Niat ini pasti kita niatkan karena Allah, dan sebenarnya implementasi niat karena Allah atau niat lillahitaala ini adalah niat menjalankan amanah Allah. Dengan meniatkan menjalankan amanah Allah maka perbuatan kita dikatakan ihlas. Misalnya sedekah kita niatkan menjalankan amanah Allah untuk membantu orang lain maka sedekah kita adalah ihlas, ini tidak ada hubungannya dengan hati kita rela atau tidak. Karena ihlas tidak ditentukan dengan rela atau tidak, tapi karena Allah atau tidak.

Lailatul Qodar bukan Pembagian Sembako

pernah mendantangi pembagian sembako? ya kita tinggal datang menunggu dan dapat. Tapi itu tidak dalam lailatul  qodar. Dalam lailatul qadar kita harus memiliki suatu proposal yang kemudian kita ajukan kepada Allah, kita komunikasikan kepada Allah.  Cara mengkomunikasikan proposal adalah dengan cara khusus yaitu itikaf, tidak dengan shalat, tidak dengan membaca al quran apalagi pengajian.

cara mengajukan inipun khusus, tidak rombongan. Setiap orang akan memiliki proposal masing masing. Itikaf tidak berjamaah, tapi sendiri sendiri, kita harus berhubungan dengan Allah secara khusus. secara khusus tidak rombongan atau berjamaah. Hindari masjid yang hingar bingar di 10 hari terakhir, karena komunukasi anda akan terganggu atau lebih sulit dibandingkan dengan anda berada di masjid yang tenang, sehingga pendengaran spiritual kita lebih peka terhadap perintah perintah Allah.

maka pandai pandailah kita membuat proposal yang kita ajuka kepada Allah. Kriteris proposal yang baik itu adalah : 1. sesuai dengan permasalahan yang sedang kita hadapi, atau lebih tepatnya sesuai dengan amanah Allah yang kita emban. Contohnya adalah keluarga, pekerjaan dan lainnya. 2. Proposal itu khusus dan jelas. Proposal tidak seperti membaca doa selesai shalat yang begitu banyak. Proposal itu khusus dan jelas singkat dan padat dan to the point. pilihlah suatu kebutuhan yang sesuai dengan kebutuhan yang sekarang. 3. Sampaikan kepada Allah bahwa proposal ini adalah amanah dari Allah, artinya dari Allah juga, disinilah pintu membuka urusan dengan Allah. tidak semata mata itu adalah kepentingan kita tapi kita menjalankan amanah Allah, seperti keluarga itu adalah amanah Allah, pekerjaan adalah amanah Allah, atau apapun harus kita sampaikan bahwa itu adalah amanah dari Allah SWT. Dari Allah dan kita kembalikan lagi kepada Allah untuk mendapatkan petunjuk dan fasilitas dari Allah untuk menyelesaikan amanah tersebut. itu tiga kriteria proposal yang baik. Sekarang bagaimana cara menyampaikainnya kepada Allah proposal tersebut .

Menyampaikan proposal tentu saja memperhatikan aspek etika dan sopan santun. dan itu saya kira anda semua sudah paham. saya akan menekankan bagaimana cara praktisnya saja. Lakukan pembicaraan kepada Allah yaitu menyampaikan proposal sesuai dengan rancangan proposal yang sudah kita buat. kemudian dengarkan dengan seksama dengan terus waspada kepada apa apa yang akan di sampaikan Allah dalam itikaf tersebut. Disini anda tidak boleh bernafsu, cukup bersifat pasif saja seperti orang  sedang menunggu panggilan Bos. tunggu di luar dan tetap pasang telinga kesadaran agar sewaktu waktu dipanggil kita dengar. Jika sudah mendapat penggilan maka dengarkan apa yang Beliau katakan dan iyakan serta segerakan untuk siap melaksanakan. Karena panggilan itu berupa perintah Allah bukan berupa wangsit atau hal ghoib yang tidak ada maknanya. Tidak juga berupa hal ghoib yang tidak ada kaitannya dengan proposal yang kita ajukan.

lailatul qodar tidak ada kaitannya dengan suasana alam semesta, kalau ada perkiraan hari tanggal ok sajalah itu untuk membuat kita agar lebih termotivasi, tapi ingat itu hanya perkiraan, kita tidak bisa memastikan semua kembali kepada diri kita masing masing. apakah kita mendapatkan perintah allah dalam itikaf itu, kita mendapatkan pencarahan solusi dari proposal yang kita ajukan atau tidak.

sebenarnya art qodar itu adalah ketetapan atau hukum, nah jika kita mednapatkan ketetapan yang baik maka itulah malam ketetapan yang digambarkan seperti 1000 bulan. Kita ditetapkan bernasib baik, nah coba apa tidak bahagia. Kita mendapatkan ketetapan dari proposal yang kita ajukan adalah ketetapan yang baik (laillatul qodar). teruslah itikaf dengan proposal yang benar semoga kita dimudahkan Allah untuk menjalankannya dan mendapatkan ketetapan yang baik dari amanah yang kita emban

 

23 Jurus Wali Mabuk Ilahi : Tirakat untuk menyelesaikan amanah

Menyelesaikan amanah membutuhkan pertolongan Allah SWt  dan petunjuk Allah SWT. Utuk mendapatkan 2 hal tersebut dapat kita peroleh insya Allah dengan tirakat. Tirakat dengan menjalankan amal ibadah yang disunah kan apalagi diwajibkan. Pada bulan ramadhan kesempatan kita untuk bertirakat. Dari siang tidak makan dan minum malamnya berada di masjid beribadah shalat wiridan dan terutama sekali adalah itikaf.

menyelesaikan amanah tidak hanya mengandalkan apa yang logis, yang tidak logis pun harus kita gunakan. yang tidak logis ini dapat kita lakukan dengan tirakat. Rasulullah tirakat di gua hira dan mendapatkan wahyu al quran. Pada saat Rasulullah tirakat di temui malaikat dan petunjuk Allah. Amanah Rasulullah adalah bagaimana membawa umat yang jahiliah ini kepada masyarakat yang beriman. Kemudian beliau bertirakat di gua hira dan Allah mengabulkan.

maka kita contoh cara Rasulullah ini dengan laku tirakat. Pada saat ini kita berada di bulan ramadhan, maka kesempatan kita untuk tirakat menjalankan amanah dengan meminta bantuan Ghoib yaitu kepda Allah SWT. Bantuan ghoib ini sangat memudahkan dalam kita menyelesaikan amanah yang sedang kita jalankan. Ghoibnya ini akan nampak kalau kita jalankan terlebih dahulu tirakatnya dengan sungguh sungguh.

perlu di catat bahwa amanah dari Allah, dan Allah tidak akan tinggal diam jika amanah itu tidak bisa dijalankan asal kita minta kepada Allah. kita minta kepada Allah bahwa amanah ini wqyq terima dan siap dijalankan, tapi mohon petunjukkanya dan pertolongannya. Pasti Allah akan menurunkan bala bantuan berupa malaikat untuk menolong kita secara ghoib.

cara saya ini mencontoh apa yang sudah dialami oleh para nabi dan para sholihin. jadi sangat terpercaya dan topcer.

jadikan tirakat ini menjadi salah satu bagian dalam menjalankan amanah Allah. Amanah anak misalnya, maka sebagai orang tua kita tidak hanya memberi makan kepada dia saja tidak hanya membesarkan secara fisik saja namun juga , anak ini harus kita tirakati agar ada pertolongan ghoib yang muncul dan menolong anak kita baik menolong ketika dia dalam bahaya, atau  bisa membuat dia lebih berahlak menjadi lebih baik, kadang dia ditolong ketika menjalkan aktivitasnya sehari hari.

kita bisa menggunakan tirakat ini untuk berbagai tugas amanah yang lain. semakin banyaka bertirakat maka semakin pertolongn Allah itu akan semakin banyak dan semakin mudah kita menjalankan amanah yang kita lakukan. Amanah menjadi tidak sulit lagi, menjadi tidak masalah lagi dan kita semakin beriman dan semakin beriman karena Allah benar benar nyata pertolongannya

kesalahan kita ketika bertirakat itu adalah karena kita membawa masalah bukan amanah. Allah tidak akan membantu kalau apa yang Allah amanahkan itu dianggapnya masalah bagi kita. Maka harus kit dudukan dengan benar bahwa semua yang kita hadapai adalah amanah bukan masalah.  kemudian dengan amanah ini  kita bawa dalam bertirakat.

sebagai penutup, tirakat harus sesuai dengan ajaran nabi, tidak di sarankan tirakat di tempat tempat angker, di tempat tempat yang “diangagp” wingit karena tidak akan nyambung dengan amanah. Sebab amanah dari Allah maka cara tirakatnya harus sesuai dengan apa yang di syariatkan.

18 Jurus Wali Mabuk Ilahi : Merubah Masalah Menjadi Amanah

Pada Jurus yang sudah ke 18 ini kita akan belajar tentang bagaimana merubah mindset kehidupan kita. sebenarnya sama saja sesuatu yang masalah atau amanah, karena tinggal bagaimana mindset kita. Kita bisa menganggap sesuatu itu masalah, sesuatu bisa kita anggap sebagai amanah. Contoh misalnya sakit, sakit ini bisa menjadi masalah yaitu “sakit’ bisa jadi amanah kalau kita menganggap bahwa tubuh kita memerlukan pengobatan. Maka orang yang berimana kepada Allah sekali lagi yang “beriman” akan menganggap sesuatu itu amanah, sebab dia percaya dengan positif thinking kepada Allah bahwa Allah memberikan yang positif (amanah) bukan yang negatif (masalah).

Orang beriman akan menganggap bahwa semua adlah takdir Allah (ketentuan Allah) yang pasti kalau dari Allah positif, basic dari rukun iman yang ke enam ini menjadi dasar utama sebagai cara pandang seorang yang beriman. Orang yang beriman akan menjadi lebih bahagia dan lebih positif hidupnya. Tidak ada lagi cobaan dan ujian bagi dirinya, yang ada adalah amanah Allah yang harus ia tunaikan. ini bukanmasalah bahwa cobaan itu tidak ada , tetap ada tapi bagi yang mengaku beriman atau bagi yang tidak beriman, yang beriman tidak ada istilah ujian dan cobaan.

Maka mari kita belajar untuk merubah mindset ini. Untuk apa ya untuk kebaikan hidup kita kebaikan untuk keluarga kita. Jangan sampai mndset yang salah ini menurun ke anak cucu kita. KIta harus memutus rantai mindset yang salah ini dengan merubahnya sekarang juga yaitu merubah mindset masalah menjadi amanah.

Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak merubah dirinya sendiri, nah sebenarnya yang dimaksud dengan merubah dirinya sendiri ini adalah merubah mindset. Merubah mindset ini  nanti Allah akan merubah nasib kita nasib kehidupan kita. Kalau kita sekarang kita bahagianya 10 setelah kita merubah masalah menjadi amanah maka kebahagiaan kita akan menjadi 20 atau 30 atau bahkan bisa lebih.

HIdup adalah permainan yang menipu, nah kita menjadi paham bahwa hidup ini permainan saja, kalau salah mindset kalah kita, kalau benar mindset maka menanglah kita. Dalam hal ini Allah tergantung dengan kita, kalau kita diberikan mindset yang benar maka kita akan dimenangkan Allah tapi kalau minset salah maka kita akan dikalahkan Allah. Bagi yang yang masih kesulitan merubah mindset ini maka saya sarankan untuk memohon kepada Allah agar dibeirkan mindset yang benar.

merubah mindset perlu kita niatkan, dan lakukan sejak sekarang. Dalam pelatihan mengkhusyui ramadhan salah satu materi yang akan saya bawakan adalah bagaimana dapat merubah mindset dengan cara yang mudah InsyaAllah. Terutama lagi setelah merubah mindset ini kita bisa lebih aktivasi lagi ketika menjalankan ibadah puasa. Antara ibadah bulan ramadhan dengan amanah sangat berkaitan erat. Sebab lailatul qodr itu turun karena ada amanah Allah yang ada pada diri kita. kalau kita tidak memiliki amanah Allah untuk apa Allah menurunkan lailatul qodar kepada kita. Jadi sebelum puasa kita rubah dulu mindset kita dari masalah ke amanah dan nanti kita bawa selama bulan ramadhan sebagai modal kita dalam mendapatkan lailatul qadar.