tipikal orang yang menjual ayat ayat Allah dengan harga murah (at taubah 9)

Ayat adalah petunjuk dari Allah, di kala jaman Rasulullah ayat ini lah al quran, yang menjadi petunjuk hidup Rasulullah dalam mengembangkan islam mengasuh para sahabat untuk beriman dan menjalankan ketaqwaan. sepeninggal Rasulullah, Ayat tidak berhenti, Allah terus memberikan tanda tanda alam. Allah tetap memberikan petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki. Namun ada yang diberi petunjuk justru dia khianat dengan menjualnya murah, dan ada juga yang sangat menghargai petunjuk itu dengan mengajarkannya kepada orang yang memerlukan.

tipikal penjual murah ayat Allah suka menghalang halangi orang untuk menuju kepada Allah. Kalau ada hamba Allah yang akan menuju ke Allah secara langsung akan di takut takuti dan akan di halangi dengan berbagai cara, misalnya dengan mengatakan kalau tidak ada guru maka sesat, manusia biasa tidak bisa langsung ke Allah, ke Allah harus pakai mursyid, ke Allah harus dengan nur muhammad (padahal tidak ada kaitannya, karena Nur Muhammad adalah hakikat penciptaan bukan mengantarkan manusia bertemu dengan Allah), dan masih segudang halangan untuk bisa seorang hamba bertemu dengan Allah.

Kalau anda baca di surat At taubah ayat 9, maka jelas sekali bahwa ternyata orang orang penjual murah ayat ayat Allah,  itu adalah orang orang yang paham dengan agama, paham dengan petunjuk Allah, tapi dia  terhijab dengan keuntungan sesaat yaitu duniawi, yang kedua orang yang paham agama ini tidak mau dia dilangkahi oleh hamba yang mau  terus ke Allah. Dia berusaha menjadi seolah-olah pengantar, atau broker yang bisa mengantar sampai ke Allah. Padahal tidak demikian, yang dia perbuat adalah menghalang-halangi seorang hamba untuk bisa terus ke Allah. Manusia tidak bisa mengantarkan manusia lain untuk sampai ke Allah, siapapaun manusia itu. Jangankan manusia malaikat jibril saja tidak bisa mengantar Rasulullan sampai ke Allah.

tipikal lain disebutkan Allah juga di ayat yang ke 8, bahwa mereka bermulut manis. Misalnya dengan mengatakan bahwa ikutlah aku maka kamu akan selamat, atau kamu cukup baca baca ini hadiahkan untuk beliau beliau dan ke saya … maka kamu akan dijamin masuk surga . omongan ini kelihatan sedap tapi menjerumuskan sebab mana mungkin orang dapat menyelamatkan orang kecuali Allah sendiri yang dapat menyelamatkan. Apalagi dengan hanya dengan bacaan bacaan atau dengan baiat baiat yang katanya dapat menyelematkan nanti di akhirat. Bahkan sampai ada yang berani mengatakan kebohongan misalnya dengan bacaan ini, dengan baiat ini, nanti rejeki akan lancar …. ini kebohongan para penipu yang banyak umat islam terhalang untuk menuju ke Allah, karena omongan manis bohong mereka. Seharusnya keyakinan itu kepada Allah diarahkanya bukan disuruh meyakini bacaan bacaan yang dapat memberi rejeki, kita lihat disini ada pengalihan keyakinan dari yang benar yakin kepada Allah menjadi yakin kepada bacaan dalam hal memberikan rejeki.

di ayat 13 surat at taubah, menghadapi orang yang bertipikal menjual ayat Allah dan penghalang untuk menuju ke Allah ini, tidak perlu takut. Terus maju dan menyadarkan sahabat lain yang masih di halang halangi ke Allah, dan tentunya juga jangan mau membeli ayat ayat yang mereka jual karena tujuannya bukan untuk kebaikan tapi untuk keuntungan mereka sendiri.

akibat otak atik ayat quran pada kejadian gempa

inilah akibat otak atik ayat ayat quran saya lampirkan email dan dan sms dari kawan yang mengaitkan jam kejadian, tempat dan terjadinya gempa.
email ini sangat bahaya karena akan sangat menyakitkan bagi mereka yang terkena gempa, sudah terkena gempa masih di cap Allah umat durhaka….. untuk itu saya sarankan jangan otak atik ayat quran lagi…. meski cocok tapi menyesatkan.

ini lampiran sms dan email dari kawan

Kejadian Gempa disesuaikan Surat Alqur’an

Gempa di Tasik Jam 15.04 = Surat Al Hijr ayat 4 :
“Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan.”

Gempa di Padang Jam 17.16 = Surat Al Israa’ ayat 16 :
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Gempa di sulsel Jam 17.58 = Surat Al Israa’ ayat 58 :
“Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).”

Kemudian pada esoknya, Gempa di Jambi Jam 8.52 = Surat Al Anfaal Ayat 52 :
“(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.”