Articles with berfikir

halaqoh bisnis pertemuan ke 3

berpikir bukan merupakan tujuan utama, banyak teori atau penemuan baru tidak diawali dengan berpikir tapi berangkat dari masalah, baru kemudian berpikir. kalau tidak ada masalah kemudian berpikir maka akan terjadi kebingungan.
dalam bisnis munculnya masalah setelah orang menjalankan bisnis, baru kemudian berpikir bagaimana mengatasi masalah tersebut. kalau bisnis dimulai dengan berpikir tanpa ada masalah terlebih dahulu biasanya akan muncul ketakutan seperti takut rugi, gagal dan sebagainya dan pada akhirnya bisnisnya tidak akan jalan.
just do it demikian kira kira

perbedaan itu rahmat

adanya perbedaan membuat kita menjadi tambah semangat untk belajar, berkreasi dan aktif untuk mencari kebenaran dari apa yang kita yakini. inilah rahmat dengan perbedaan ini hati kita menjadi tergerak untuk belajar dan belajar entah itu lewat baca buku, membuat buku atau debat kusir yang tiada habis.

kenapa selepas rasul, terjadi perbeadaan yang kuat antara aisyah dan ali… agar islam terjaga agar islam berkembang walaupun banyak yang berkorban untuk hal ini termasuk Ali sendiri. coba seandainya tidak ada perbedaan semua belajar baik basik saja .. maka islam tidak akan berkembang ….seperti saat kejayaan islam setelah jaya semua terlena akhirnya apa.. islam melemah hingga sekarang.

perbedaan diawali dengan cara pandang cara berpikir dan cara berpendapat. pada awal kejayaan islam tidak ada pembatasan dalam berpikir mereka bebas berpikir, pemikir pemikir seperti al ghazali, ibnu rusd, dan kawan kawannya tidak mendapatkan batasan berikir, saya berpendapat mungkin beliau beliau ini merupakan  JIL nya jaman dulu yang memiliki kebebasan berpikir.

kebebasan berpikir ini yang membuat orang akan terus berpikir dan berpikir. maka marilah kita kembangkan perbedaan ini apapun itu perbedaan ini. karena keyakinan yang benar ada dalam diri kita masing masing, dan kesalahan keyakinan itu bukan pada orang lain. semua nanti akan tahu mana yang benar dan mana yang salah. mari kita tunjukkan kebenaran keyakinan kita dengan baik kepada orang lain tanpa menyalahkan keyakinan orang lain karena keyakinan itu relatif.

keyakinan saya adalah ada pada syahadat… bukan pada syariat, syariat bukanlah keyakinan tapi syariat adalah tata cara saya untuk memupuk keyakinan. sholat bukanlah keyakinan tapi sholat adalah sarana sy untuk menghadap terhadap apa yang saya yakini yaitu allah. sarana tidak perlu diperdebatkan..