Articles with berguru kepada allah

Langsung ke Allah saja

orang yang ragu untuk langsung ke Allah berarti ada keraguan iman yang ada pada dirinya. Karena di al quran sudah banyak disebutkan bahwa Allah itu dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher. Tapi ayat ini banyak tidak diperhatikan untuk bisa langsugn ke Allah. anda membaca tulisan saya ini pun dalam hati anda ada dua kemungkinan antara percaya dengan tulisan saya dan menolak atau sekedar ragu.

JIka anda ragu berarti memang anda harus lebih belajar untuk meningkatkan keimanan anda jangan sampai 90 % tapi harus 100%. ketika keyakinan anda 100% maka anda akan membenarkan apa yang saya sampaikan ini, yaitu bahwa kita bisa langsung ke Allah.

Nabi dan kita adalah sama yaitu sama sama manusia. Namun Nabi menjadi lebih spesial karena BEliau para Nabi sangat yakin kepada Allah dengan segala dzat sifat dan af al nya. Nah kita akan mencontoh seperti nabi, semampu kita, kita akan menyamakan diri kita seperti akhlak para Nabi terutama akhlak Para Nabi kepada Allah. Kita bukan Nabi tapi Allah menurunkan para Nabi agar ada contoh yang jelas … seperti apa kita sehrusnya. Maka kita mencontoh Nabi semampu kita.

Langsung ke Allah memerlukan keyakinan yang bulat. dan kita harus mengikuti para Nabi sebagai utusan Allah yang bulat juga. Kalau para Nabi menyuruh untuk langsung ke Allah ya kita langsung ke Allah, kalau para Nabi tidak memerintahkan kita untuk mengkhultuskan para Nabi ya jangan lakukan … sebab para Nabi akan kecewa jika kita mengaku umatnya tapi ajaran utamanya malah dilanggar.

 

Berguru kepada Allah

kalau sudah cukup kita belajar kepada manusia maka saatnya kita belajar bagaimana berguru kepada Allah. Kalau ustad atau kyai sudah menyuruh kita untuk bergantung kepada Allah, kembalilah kepada Allah maka saatnya kita belajar langsung kepada Allah. Sebab ust atau kyai tidak akan bisa mengajarkan bagaimana berserah diri kepada Allah atau mengajarkan bagaimana kembali kepada Allah.

mulailah dengan berdoa dengan Ya Allah ajarilah kami berdzikir, bersyukur dan beribadah yang baik kepada Engkau. setelah itu gunakan ilmu sebisanya misalnya sebisanya berserah, sebisanya bergantung kepada Allah … dan yang pasti harus lurus ke Allah. Pada tahap ini tinggalkan ust atau kyai, teruslah mohon bimbingan Allah dalam mengadakan perjalanan kepada Allah. Bayangan anda terhadap ust atau kyai yang mengajarkan untuk ke Allah akan menghambat perjalanan ke Allah dan akan menghalangi pengajaran Allah yang Allah alirkan dalam diri kita.

Ust atau kyai hanya memberikan tahu saja hanya menyampaikan saja apa yang beliau ketahui, untuk bisa ke Allah untuk bisa berjalan menuju ke Allah wilayahnya sudah bukan wilayah Kyai atau ust ini sudah wilayah Allah SWT. Artinya hanya Allah sajalah yang bisa membimbing kita menuju kepada Allah SWT. Wilayah ust atau wilayah kyai hanya sebatas keilmuan saja untuk masalah hidayah yang dapat menuntun manusia bisa benar benar hadir di hadapan Allah hanya Allah sendiri. Ust atau kyai tidak dapat memberikan hidayah. Jangankan Ust atau Kyai rasulullah pun dalam batas wilayah hidayah sudah tidak bisa membuat paman Beliau masuk islam.

Maka jika kita murid, berguru kepada Allah bukan berarti meninggalkan Ust atau kyai atau mursyid atau bahkan Rasulullah, tapi kita ke Allah atas perintah atau ajaran ilmu yang telah ust atau kyai berikan sehingga ilmu dari para kyai dan ustad sedangkan utuk ke Allah kita harus benar benar ke Allah. Ingat..! bahwa Allah tidak mau di sekutukan dengan apapun termasuk tidak mau diskutukan dengan para guru mursyid, kyai atau ust atau bahkan rasulullah. Sekutu yang kita adakan akan membuat Allah tidak ridho dan ini akan menjadikan kita tidak akan pernah sampai kepada Allah.

Inilah ajaran Rasulullah yaitu untuk lurus ke Allah, untuk bergantung kepada Allah dan memohon kepada Allah hanya Beliaulah yang mengajarkan bukan yang lain.

jadi ada tahapnya kita berguru kepada manusia ada tahapnya kita harus berguru kepada Allah secara langsung tidak malalui perantara apapun. kalau kita paham dengan hal ini maka perjalanan kita ke Allah akan lancar dan berhasil tidak sesat dan tidak akan memakan waktu lama.

Belajar Makrifat Tanpa Guru

Bagi yang belajar dengan metode pakai guru monggo dan saya tidak menyalahkan, tapi jangan menyalahkan juga dengan metoda saya yang belajar makrifat tanpa guru, kecuali Allah yang membimbing kita. Belajar makrifat adalah belajar berjalan sehingga siapa guru kita ya guru kita adalah Allah karena tidak mungkin manusia mampu memberikan bimbingan untuk berjalan.

Kalau ngikuti saya (bukan berarti berguru kepada saya) ya mari kita belajar tanpa guru, belajar makrifat langsung ke Allah. Belajar makrifat seperti Rasulullah saja yaitu langsung ke Allah, dan itu juga yang dilakukan Nabi nabi sebelumnya yaitu langsung ke Allah. Misalnya Nabi Musa langsung diperintah Allah untuk memukulkan tongkat ke laut, tidak ada perantara apapun langsung ke Allah. Kalau Nabi bisa demikian maka kita pun bisa demikian sebab Nabi adalah manusia maka dalam hal tauhid kita memiliki kesempatan yang sama untuk seperti Rasulullah dan para Nabi lainnya. Mengikuti cara Rasulullah dalam mengenal Allah maka termasuk bagian dari sunah Rasulullah. Mengikuti cara Rasulullah dalam mengenal Allah maka termasuk

 

cara Rasulullah dalam bertauhid adalah langsung berguru kepada Allah, kalau memang ini adalah cara yang dilakukan Rasulullah berarti tidak ada cara lain yang lebih baik dari cara Rasulullah ini maka kita pun sebagai umat Rasulullah tentunya sangatlah sesuai kalau mencontoh Rasulullah ini.

ini merupakan bentuk paradigma berguru dengan cara yang baru, lebih selamat menggunakan cara rasulullah dari pada cara yang lain. Karena kalau menggunakan cara rasulullah pasti sudah dijamin kebenarannya dan keselamatannya. Tidak mungkin menggunakan cara rasulullah akan tersesat, akan menyimpang, Justru dengan cara Rasululah inilah cara yang cepat dan simpel untuk menuju kepada Allah.

Yang penting bagi kita adalah bagaimana kita belajarĀ  untuk berguru kepada Allah, jika kita sudah menemukan hakikat belajar ini maka kita akan terus update dengan apa yang kita perlukan sekarang. bahagianya jika kita dapat menjadikan Allah sebagai guru kita karena dalam setiap langkah kita akan dibimbingNya.

jangan ragu untuk mengambil Allah sebagai guru kita, dengan berguru kepada Allah maka kita akan banyak mendapatkan hal hal yang sebelumnya tidak kita ketahui. Dalam hal ibadah maupun dalam hal kehidupan sehari hari. Di bimbing Allah ini tidak akan menyimpang dari Al Quran, ini sudah terbukti dengan apa yang saya alami, seringkali terjadi pelajaran sudah datang kemudian dibenarkan al quran. jadi Allah mengajarkan terlebih dahulu baru dibenarkan Al quran.