Sudah tidak jamannya membidahkan orang lain

jaman sudah semakin canggih, orang sudah tahu apa yang harus dia lakukan, mungkin dulu ketiika era informasi belum seperti sekarang, orang masih salah salah dalam menjalankan ibadahnya, sekarang ini semua bisa belajar langsung dari Quran, karena banyak quran yang sudah ada terjemahannya, sudah ada tafsirnya dan sudah sejarah turunnya al quran. Bahkan kitab fiqh pun sudah banyak di internet dalam bentum ebook. jadi kita lebih tahu mana yang salah mana yang benar.
sekarang ini kita harus meningkat ibadah kita yang fiqhiyah menjadi suatu yang hakikatiyah atau makrifatiyah, dimana disitu tidak ada lagi perbedaan pendapat, yang ada adalah bagaimana bisa mendekat kepada Allah sedekat dekatnya.
biarkan bidah itu ada pada orang lain, karena bidah orang lain pun kalau di tanya, dia juga memiliki dalilnya sehingga menurutnya tidak bidah. untuk apa mempertentangkan bidah dan tidak bidah. energi umat akan habis. biarkan yang tahlilan ya tahlilan yang qunut ya biarkan qunut tidak perlu disampaikan bahwa itu bidah karena kalau ditanya dia pun memiliki dasar untuk menjalankan ibadahnya tersebut.
yang penting adalah jika kita mengatakan itu bidah kita tidak perlu menjalankan itu saja cukup, tidak perlu bicara di depat publik dengan mengatakan itu bidah.

Hati hati dzikir nafas bidah

Dzikir nafas adalah suatu metode, yaitu metode agar kita bisa selalu menyadari Allah setiap saat. dzikir nafas bukanlah ibadah, dzikir nafas seperti halnya metode cara membaca quran yaitu Iqro. metode iqro tidak termasuk bidah karena dia metode, sama halnya dengan manasik haji, manasik haji adalah metode agar orang bisa menjalankan haji. Nah dzikir nafas ini merupakan metode yang dapat membantu kita agar dapat berdzikir secara terus menerus. perintah nya adalah dan ini banyak di quran dan hadis bahwa kita harus banyak banyak dzikir  kepada Allah.

sampai saat ini saya belum pernah menemui metode yang praktis yang dapat melatih seseorang bisa berdzikir setiap saat.

ada satu hadist yang menyebutkan bahwa setiap nafas keluar dan masuk akan diperhitungkan di akhirat kelak. Coba … metode apa yang dapat membawa setiap nafas kita bermanfaat, sehingga nanti jika di tanya “nafas saya , saya gunaka untuk berdzikir ya Allah”. satu satu jalan untuk mempertanggungjawabkan adalah dengan dzikir nafas, yaitu menyebut Allah dalam setiap keluar masuknya nafas kita.

panduan praktis dzikir nafas

Buku sederhana layaknya buku iqro yang saya susun untuk memudahkan orang menjalankan syariat atau perintah Allah yaitu agar kita bisa selalu dzikir kepada Allah, bahkan ketika tidur pun kita bisa melakukan dzikir kepada Allah.

jadi saya berani menjamin bahwa buku ini bukanlah ajaran sesat atau bidah karena buku ini adalah cara untuk menjalankan perintah Allah.

Ruang Jin dan syetan dalam diri manusia

Ruang jin dan syetan bertempat di alam bawah sadar manusia. alam bawah sadar ini berisi tentang masa lalu dari semua umat manusia yang pernah ada (ketidasadaran kolektif). Memori ini bisa berbentuk kekuatan kekuatan di luar kesadaran manusia. kekuatan di luar diri manusia ini bisa saja berupa ramal-meramal, tenaga dalam, terwujudnya keinginan dan ini lebih dekat dengan “unsur kekuatan jin”, sedangkan bisikan bisikan , bujukan bujukan lebih pada unsur syetan. jadi ada dua perbedaan yaitu jin identik dengan unsur power, dan syetan yang identik bujukan bujukan ke arah yang tidak baik.

sedikit menyimpang, tentang adanya kesurupan dan rukyah, Kesurupan terjadi karena manusia memasuki alam bawah sadar yang berisi tentang jin jin…. sehingga orang yang merukyah berkeyakinan ada jin yang masuk, padahal tidak, kesadaran manusia itu sendirilah yang masuk ke alam bawah sadar. Rukyah bermaksud untuk menyadarkan kesadaran manusia agar masuk ke alam sadar dan keluar dari alam bawah sadar.

kalau jin itu berupa wujud manusia yang tinggi besar dan hitam warnanya atau yang ijo atau bentuk bentuk lain, itu sudah berupa imajinasi manusia. Ingat bahwa bawah sadar yang dimasuki maka sesuatu yang kita sangkakan akan benar benar nampak meski riilnya tidak ada (kalau orang gila termasuk mengalami “halusinasi”). Jin dan syetan yang me wujud maka kita termasuk mengalami halusinasi cuma bedanya kalau kita sehat akal maka kita mampu mengontrol wujud tersebut.

Jadi Jin dan syetan itu merupakan mahluk Allah yang tidak wujud seperti kita manusia, karena dia termasuk alam ghoib. sesuatu yang ghoib tidak mungkin masuk kealam sadar kita. Yang mungkin adalah kita yang memasuki alam bawah sadar dan melihat wujud wujud jin sesuau dengan prasangka kita. Mengapa kita mampu memasuki alam bawah sadar dan jin ataupun syetan tidak mampu memasuki alam sadar kita? karena kita memiliki unsur ghoib bahkan lebih ghoib dari pada jin dan syetan yaitu Ruh, yang mana wilayh Ruh ini berada pada alam supra sadar.

Beberapa peruqyah sering salah dalam memahami hal ini. misalnya dengan menarik jin keluar, atau menghilangkan syetan keluar. Perilaku ini mirip dengan ritual jawa yang disebut dengan “ruwatan”. dan tentunya pemahaman ini akan mengembalikan kita kepada budaya jahiliyah, atau jaman primitif yang sangat percaya pada tahayul dan khurafat. Penggunaan ayat ayat quran yang digunakan dalam ruqyah pada intinya untuk penyadaran kembali, bukan bacaan bacaan yang diyakini punya kekuatan. kalau kita meyakini bahwa bacaan bacaan tersebut memiliki kekuatan maka termasuk dalam perilaku syirik yang menduakan Allah dengan al quran (yang bukan Allah).

Baik kembali kepada ruang jin dan syetan. Dudukkanlah jin dan syetan pada tempatnya, jangan dianggap sebagai kekuatan yang bisa menguasai kita, jika kita paham dengan apa yang saya tulis maka kita akan lebih berani lagi dengan jin dan syetan secara lebih proporsional.

Akar masalah tentang bidah dan tidak bidah

akar dari bidah ternyata terletak pada persepsi kita tentang sesuatu itu ibadah apa tidak. kalau orang yang sering dibidahkan misalnya tahlilan menganggap bahwa tahlilan bukan ibadah ya mestinya tidak bidah, karena yang bidah adalah yang ibadah. kalau saya melatih sholat khusyu ya tidak bidah karena pelatihan sholat khusyu bukanlah ibadah, kalau mengadakan selamatan (makan bersama) bukan ibadah maka juga tidak bidah. tapi sebaliknya jika pengajian tiap ahad dianggap ibadah maka itu termasuk bidah karena tidak pernah Nabi Mencontohkan, jadi kembali kepada persepsi kita masing masing sesuatu itu ibadah atau bukan. kalau sholat puasa zakat itu sudah jelas ibadah…. kalau sampai sholat maghrib 4 rekaat jelas bidah… tapi kalau tahlilan, selamatan, silaturahmi pada saat lebaran dianggap bukan ibadah ya tidak bidah….

referensi

http://solospiritislam.com/2008/03/07/mta-nu-muhammadiyah-ldii-pks-hizbuttahrir-dll-dll/

debat hadis tidak ada habisnya

debat hadis tidak ada habisnya, sama saja dengan mendebatkan sesuatu yang sama sama benar, bagaimana mungkin semua fiqh itu bisa sama antara satu dengan yang lainya, pasti ada perbedaan… dan itu merupakan kelebihan islam bukan kelemahan.  perbedaan adalah luasnya ilmu islam, kalau sama kita lihat seperti sekolah yang pakai seragam…. nggak ada variasinya, nggak enak ditonton. semua harus pakai pakaian itu kan intinya. kalau sholat yang satu pakai duduk tahiyat dengan telunjuk jari diputar putar, di naik turunkan kemudian yang lainnya diam, ya itu malah bagus …. yang tidak bagus itu kalau duduk tahiyat telunjuknya tidak menunjuk ke depan…. perkara mau diam, bergerak atau berputar ya itu terserah fiqh yang dipakai.

jadi marilah kita berakhlak dlam perbedaan ini, akhlaknya apa , akahlaknya adalah tidak merasa diri paling benar, karena maunya meluruskan pemahaman fiqh ehhh malah perbuatannya tidak berakhlak, ini malah lebih parah. penyampaian yang tidak berakhlak misalnya dengan mengatakan orang yang tidak sama fqihnya dengan kita, dengan kata kata bidah, salah, kafir…. bahkan parah lagi sesat, saya yakin orang yang di katakatain seperti akan sakit hati.

sampaikan dengan baik jangan merasa diri sombong , egois, dan merasa lebih benar dengan pemahaman orang lain. karena kseombongan itu sendiri sesuatu yang jelas jelas dilarang dalam islam.

terhijab oleh syariat, sholatnya orang syirik

sekarang ini banyak umat islam yang terhijab oleh agamanya sendiri, tujuan agama ini di adakan adalah agar menusia bisa bersilatun berkomunikasi dan kembali kepada Allah.. tapi kebanyakan mereka terjebak pada agama itu sendiri sehingga tujuan akhir yaitu kembali kepada Allah tidak tercapai.
banyak sekali kita terhalangi oleh yang bukan Allah, misalnya kita sholat bukan karena menjalankan perintah Allah namun karena perintah agama (ingat agama bukan Allah), kita puasa untuk mencari pahala dan dan takut dosa bukan takut kepada Allah.
Allah sudah banyak tertutupi oleh hal hal yang bersifat agama … pikiran kita selalu mengatakan bahwa kalau kita menjalankan syariat berarti menjalankan perintah Allah … lain .. sangat lain.. bahwa syariat bukanlah Allah dan ALlah bukanlah syariat.. disinilah kita sering disesatkan oleh syetan. hati hatilah dengan pikiran karena salah sedikit saja kita berpikir maka kita akan tersesat, seperti diatas sedikit saja kita berbelok arah bukan Allah maka selamanya akan tersesat.
contoh konkrit .. banyak orang yang sholat tidak khusyu kenapa karena sholat mencari syurga, karena sholatnya takut neraka, karena sholatnya mencari ketenangan… dan lain sebagainya… sholat yang begini ini tidak mungkin mendapat khusyu.. karena sholatnya tidak ihlas.. sholat nya tidak karena Allah.. lebih keras lagi, kita menyembah berhala (sesuatu yang bukan Allah) … berat rasanya saya mengatakan… SHOLATNYA ORANG YANG SYIRIK…

inilah dasar kekhusyuan dalam sholat yang harus kita tanamkan bahwa sholat kita adalah lillah.. bukan karena surga, bukan neraka, bukan pahala dan yang lainnya.
kesadaran tauhid yang lurus inilah yang harus kita jaga .. ingat virus paling mematikan adalah virus kesyirikan… menyerangnya sangat halus sekali… virus ini sering menggunakan istilah istilah agama yang berupa surga, neraka, syariat dan lain sebagainya untuk merusak sistem keimanan kita… maka mari mulai saat ini kita jaga betul keimanan kita dengan menghapus berhala berhala agama untuk lurus ke Allah….

kita menjalankan syariat Nabi SAW bukan karena Nabi, bukan karena Agama, bukan karena syariat, bukan karena surga dan neraka tapi karena Allah. ingat juga, semua tergantung niat kita jika kita niat bukan karena Allah maka kita akan terhenti yang bukan Allah, jika kita berniat karena Allah maka ibadah kita akan sampai ke Allah.

hati hati ruqyah

hati hati dengan model pengobatan yang mengarahkan pada kita dengan tahayul yang mempercayai bahwa sakit fisik dan jiwa disebabkan oleh Jin. ini suatu model terbaru dari tahayul dan khurafat. ingat kita sudah berjuang keras menghapus tahayul dan khurafat di masyarakat jangan kita terjebak lagi dengan permainan syetan untuk mengarahkan pikiran kita pada hal hal yang berbau tahayul tersebut. kali ini yang melakukan model tahayul dan khurafat ini malah orang yang mengaku memberantas tahayul dan khurafat … aneh memang. yaitu pengobatan pengobatan yang menuduh jin menjadi penyebab dari penyakit kemudian menyembuhkannya dengan tidak memakai cara cara yang baik namun malah membaca baca kan quran dengan tidak sopan yaitu dengan membentak bentak… sangat tidak etis … quran dibaca dengan tujuan untuk mengusir jin…
beberapa pasien saya yang pernah di ruqyah katanya berdasar syariah itu bukannya malah sembuh malah dia terkena waham bahwa dirinya terkena jin padahal jelas dia terkena stress jelas ini bukannya menyembuhkan namun malah memperparah penyakit kejiwaannya.
seringkali perbuatan khurafat dan tahayul untuk melegalkan di embel embeli dengan syariah katanya ruqyah asysyariah… sehingga keliatan resmi dan benar… padahal sama saja ini kesesatan berdalih syariat…
hati hati… jin tidak bisa membuat kita menderita , jin tidak bisa membuat kita sakit atau depresi… jin dan syetan hanya bisa menggoda kita tidak lebih dari itu, jadi kalau ada pengobatan ruqyah syariah yang mendasarkan penyakit karena ada jinnya itu merupakan penyesatan akidah dan kembali kepada perbuatan khurafat dan tahayul…..