terhijab oleh syariat, sholatnya orang syirik

sekarang ini banyak umat islam yang terhijab oleh agamanya sendiri, tujuan agama ini di adakan adalah agar menusia bisa bersilatun berkomunikasi dan kembali kepada Allah.. tapi kebanyakan mereka terjebak pada agama itu sendiri sehingga tujuan akhir yaitu kembali kepada Allah tidak tercapai.
banyak sekali kita terhalangi oleh yang bukan Allah, misalnya kita sholat bukan karena menjalankan perintah Allah namun karena perintah agama (ingat agama bukan Allah), kita puasa untuk mencari pahala dan dan takut dosa bukan takut kepada Allah.
Allah sudah banyak tertutupi oleh hal hal yang bersifat agama … pikiran kita selalu mengatakan bahwa kalau kita menjalankan syariat berarti menjalankan perintah Allah … lain .. sangat lain.. bahwa syariat bukanlah Allah dan ALlah bukanlah syariat.. disinilah kita sering disesatkan oleh syetan. hati hatilah dengan pikiran karena salah sedikit saja kita berpikir maka kita akan tersesat, seperti diatas sedikit saja kita berbelok arah bukan Allah maka selamanya akan tersesat.
contoh konkrit .. banyak orang yang sholat tidak khusyu kenapa karena sholat mencari syurga, karena sholatnya takut neraka, karena sholatnya mencari ketenangan… dan lain sebagainya… sholat yang begini ini tidak mungkin mendapat khusyu.. karena sholatnya tidak ihlas.. sholat nya tidak karena Allah.. lebih keras lagi, kita menyembah berhala (sesuatu yang bukan Allah) … berat rasanya saya mengatakan… SHOLATNYA ORANG YANG SYIRIK…

inilah dasar kekhusyuan dalam sholat yang harus kita tanamkan bahwa sholat kita adalah lillah.. bukan karena surga, bukan neraka, bukan pahala dan yang lainnya.
kesadaran tauhid yang lurus inilah yang harus kita jaga .. ingat virus paling mematikan adalah virus kesyirikan… menyerangnya sangat halus sekali… virus ini sering menggunakan istilah istilah agama yang berupa surga, neraka, syariat dan lain sebagainya untuk merusak sistem keimanan kita… maka mari mulai saat ini kita jaga betul keimanan kita dengan menghapus berhala berhala agama untuk lurus ke Allah….

kita menjalankan syariat Nabi SAW bukan karena Nabi, bukan karena Agama, bukan karena syariat, bukan karena surga dan neraka tapi karena Allah. ingat juga, semua tergantung niat kita jika kita niat bukan karena Allah maka kita akan terhenti yang bukan Allah, jika kita berniat karena Allah maka ibadah kita akan sampai ke Allah.

hati hati ruqyah

hati hati dengan model pengobatan yang mengarahkan pada kita dengan tahayul yang mempercayai bahwa sakit fisik dan jiwa disebabkan oleh Jin. ini suatu model terbaru dari tahayul dan khurafat. ingat kita sudah berjuang keras menghapus tahayul dan khurafat di masyarakat jangan kita terjebak lagi dengan permainan syetan untuk mengarahkan pikiran kita pada hal hal yang berbau tahayul tersebut. kali ini yang melakukan model tahayul dan khurafat ini malah orang yang mengaku memberantas tahayul dan khurafat … aneh memang. yaitu pengobatan pengobatan yang menuduh jin menjadi penyebab dari penyakit kemudian menyembuhkannya dengan tidak memakai cara cara yang baik namun malah membaca baca kan quran dengan tidak sopan yaitu dengan membentak bentak… sangat tidak etis … quran dibaca dengan tujuan untuk mengusir jin…
beberapa pasien saya yang pernah di ruqyah katanya berdasar syariah itu bukannya malah sembuh malah dia terkena waham bahwa dirinya terkena jin padahal jelas dia terkena stress jelas ini bukannya menyembuhkan namun malah memperparah penyakit kejiwaannya.
seringkali perbuatan khurafat dan tahayul untuk melegalkan di embel embeli dengan syariah katanya ruqyah asysyariah… sehingga keliatan resmi dan benar… padahal sama saja ini kesesatan berdalih syariat…
hati hati… jin tidak bisa membuat kita menderita , jin tidak bisa membuat kita sakit atau depresi… jin dan syetan hanya bisa menggoda kita tidak lebih dari itu, jadi kalau ada pengobatan ruqyah syariah yang mendasarkan penyakit karena ada jinnya itu merupakan penyesatan akidah dan kembali kepada perbuatan khurafat dan tahayul…..

lebih dosa mana ahli Bidah sama orang yg hobi membidahkan?

dalam islam ini kenapa selalu tidak rukun dan selalu berpeca belah karena ada sekelompok orang yang hobi membidahkan kegiatan keislaman yang dilakukan kelompok lain. hobi ini sangat bahaya jika dilanjut lanjutkan pertama merugikan diri sendiri dan yang paling bahaya adalah merugikan orang lain terlebih islam. kenapa rugi
1. pertama : rugi diri sendiri… suka membidahkan orang laing sebenarnya merupakan perbuatan bidah yang tidak dicontohkan rasulullah dan para sahabat… dankita tahu bidah itu neraka… jadi resiko orang ahli membidahkan adalah neraka
2. kedua, terjadinya perpecahan umat karena kelompok hobi membidahkan ini selalu meniupkan genderang perang…. ini sangat bahaya…. maka orang orang yang ahli mebidahkan ini biasanya hatinya keras baik keras bagi diri sendiri maupun keras kepada orang lain.. maka biasanya juga dia tidak bisa diterima masyarakat secaraluas
3. ketida kerugikan agama islam secara kesuluruhan. fokus pergerakan islam bukan keluar utuk mengajak orang lain masuk islam namun fokus nya menyalahakan sesama islam yang artinya orang yang sudah beragama islam… ini berarti bahwa dakwah islam berhenti. islam juga terkesan sulit sedikit sedikit neraka , dan tentunya ini membuat islam tidak memiliki daya tarik untuk diikuti ajarannya… nah bahaya kan… makanya kenapa banyak orang islam keluar dari islam dan banyak orang kafir alergi dengan islam.. ya mungkin kita harus koreksi dengan diri kita sendiri.

marilah kita satukan perbedaaannyamenjadi rahmah… bukan menjadi ajang untuk menyalahkan oranglain… berhentilah menjadi orang yang honi membidahkan…….

jangan fanatik sholat khusyu

fanatik memang diperlukan namun bukan untuk golongan, kegiatan, madzab, organisasi, aliran dan sejenisnya, termasuk di dalamnya adalah fanatik terhadap kelompok “sholat khusyu” terlebih fanatik terhadap masternya Ust Abu Sangkan. beberapa waktu yang lalu Ust Abu pernah menyampaikan ketika perjalanan dari solo menuju ke Jogja bahwa kita fanantiknya kepada Allah saja tidak pada golongan atau organisasi. ya kita seharusnya demikian gara gara orang fanatik pada golongan yang terjadi adalah perselisihan dan ketidak akuran. tapi kalau fanatiknya kepada allah maka kita dijadikan satu dantidak mungkin ada perselisihan. kenapa terjadi pembid’ahan di luar golongan, kenapa dirinya merasa paling syar’i, kenapa kalau tidak mengikuti golongan tertentu dikatakan sesat… itu semua karena fanatik terhadap golongan bukan fanatik kepada allah. coba kalau kita fanatik kepada allah maka yang terjadi adalah kedamaian.
sampai pada intinya beliau menyampaikan kepada saya, jangan memaksa orang untuk belajar sholat khusyu biarkan itu tumbuh dari dalam hatinya.

mudik dan idul fitri

antara mudik dan idul fitri kalau kita cermati ada persamaannya yaitu sama sama berarti pulang atau kembali ke asal… jadi pelajaran mudik yang dapat kita ambil adalah sangkan paraning dumadi yaitu suatu keadaan balik ke asa. kembalinya kita ke allah diibaratkan dengan kita pulang ke tempat orang tua.. dimana secara historis orang tualah tempat kita untuk mengadu… minta perlindungan ketika kita kecil…..

nah kegiatan mudik ini adanya cuma ada di indoesia khususnya di jawa … inilah cara cara para auliya dulu dalam mengajarkan ilmu hakikat makrifat.. tidak dengan penjelasan tidak dengan uraian kata kata namun dengan perumpamaan perumpamaan… makanya beberapa aliran tertentu menolak tradisi ini dianggapnya bidah…

kembali ke pada fitrah harus bersih dari dosa maka kita minta maaf kepada orang tua, saudara atau orang yang kita temui .minta maaf ini sebenrnya adalah pembersihan agar yang fitrah menjadi sempurna fitrhanya. .. tidak sekedar silaturahmi.. jadi kegiatan mudik merupakan rangkaian dalam bulan ramadhan.