Mengosongkan Pikiran

secara teori pikira hanya bisa kosong bisa kesadaran kita masuk ke wilayah kosong, jadi hanya ada satu cara untuk masuk ke wilayah kosong yaitu dengan menyadari Allah yang “laisa kamitslihi syaiun” atau Allah tidak yang tidak bisa disamakan dengan apapun.

dengan masuk ke wilayah ini maka otomatis pikiran ini akan mengikuti ke wilayah yang kosong.  anda dapat mengosongkan pikiran dengan metode dzikir nafas yang saya programkan. Sebab dalam dzikir nafas ini kesadaran kita masuk ke dalam kesadaran Allah yang tidak ada dalam pikiran kita. cara belajar nya cukup mudah dengan membaca tutorialnnya, yang ada dalam buku dzikir nafas yang sudah saya buat.

baik yang suka dengan pikiran kosong silahkan mencoba dengan metode DN semoga berhasil.

cara mengosongkan pikiran

menusia diciptakan Allah memiliki kesadaran, kesadaran inilah yang menjadi raja dari semu intstrumen termasuk di dalamnya adalah pikiran. Pikiran akan mengikuti kesadaran. JIka kita bermaksud untuk mengosongkan pikiran maka sadarkan diri kita kepada yang “maha” . Maha adalah istilah melewati batas… bahasa agamanya adalah “arasy”. kita tahu arti dari arasy adalah langit sebagai batas, namun kita juga tahu bahwa langit itu tidak ada, makna arasy sebagai batas adalah makna kias bahwa setelah arasy adalah sesuatu yang tidak bisa kita persepi.

nah jika kita mengosongkan pikiran caranya mudah saja sadarkan kita kepada yang diatasnya arasy, yaitu Allah SWT. Ketika kita menyadarkan diri kita kepada sesuatu yang tidak bisa kita pikirkan yaitu di atasnya arasy maka secara otomatis pikiran kita akan kosong.

mudahkan….

baik sekarang lakukan dzikir nafas dengan mengikuti nafas kemudian arahkan kesadaran anda kepada Allah yang berada di atas batas pikiran, gunakan kesadaran kita ketika menyebut Huu dan menyebut Allah. maka sebentar lagi anda akan merasakan kosongnya pikiran anda.

selamat mencoba

 

patrap laa ilaha ilallah

Setiap kali kita mengingat Allah maka kita tertuju kepada sesuatu yang tidak dapat kita bayangkan. Sesuatu yang bukan ini dan bukan itu sebenarnya penerapan dari makna hakikat kalimat thoyibah laailaha ilallah. Inilah dzikir sebenarnya yang dapat menuju kepada kesejatian ilahi. Kita baru bisa dzikir jika kita sudah mampu menghilangkan pikiran tentang Allah. Ketika kita duduk ataupun berdiri ataupun berjalan ataupun sedang melakukan aktivitas maka dzikir yang kita lakukan adalah menghilangkan Allah dalam pikiran kita.
Cara menghilangkan Allah dalam pikiran kita cukup mudahndan simple yaitu rubah saja dari berpikir menjadi menyadari, jadi dari berpikir tentang Allah di rubah menjadi menyadari Allah. Nah proses atau latihan merubah pikiran menjadi menyadari ini saya sebut dengan melatih patrap.
Patrap laailaha ilallah inilah yang akan merubah dzikir pikiran menjadi dzikir kesadaran. Kalau kesadaran yang kita gunakan maka pikiran otomatis akan kosong. Jadi cara praktis untuk mengosongkan pikiran tidak lain adalah dengan patrap laailaha ilallah.