Ketika anda menemukan Ide

Apa yang harus kita lakukan ketika kita menemukan sebuah ide, baik saya akan sharingkan langkah langkah etika kita mendapatkan ide

  1. di tulis apa adanya : ya … anda cukup menuliskan apa adanya di kertas atau di note atau di HP , untuk awal ini anda cukup menuliskan apa adanya tidak perlu tata bahasa apalagi bahasa ilmiah, cukup bahasa yang penting anda paham. Kegunaan pencatatan awal ini adalah untuk meng anchor , detil ide tersebut. Kalau kita tidak mencatat maka akan lupa. kadang selang beberapa detik saja ide tersebut akan lenyap dan kita susah untuk mengingat kembali. Selain itu pencatatan awal ini berguna untuk menyimpan “daya” semangat atau daya insight yang muncul ketika ide itu muncul. nah catatan itu seperti rak lah, yang menyimpan apa apa yang kita dapatkan.
  2. Kemudian Ide itu harus anda cari pendukungngya, misalnya al quran , atau penemuan dari ilmuwan lain, atau pendapat pendapat yang dapat mendukung kebenaran dari ide anda. Sebab ide itu baru sebatas statement, jadi orang bisa tidak percaya dengan apa yang kita idekan. Agar orang lain percaya dengan ide kita maka ide itu harus dicari pendukungnya agar orang lain percaya dengan ide ide  kita.
  3. menuliskan dalam bentuk yang mudah dicerna oleh pembaca. misalnya di awali dengan latar belakang, isi dan penutup atau kesimpulan. Urutan anda menyampaikan dalam urutan logika yang benar akan dapat menambah keyakinan pembaca untuk mengikuti pendapat atau ide tadi.
  4. kalau perlu dibuat semacam polling ini tersedia di facebook, telegram atau google. Polling ini semacam kuesioner yang diisi oleh responden atau subjek dimana hasilnya ini kita wujudkan dalam bentuk tabel sebagai tambahan uraian ide. Kalau sudah  bicara tentang statistik dari penelitian melalui polling maka ide anda tidak akan terbantahkan lagi. dan akan sangat kuat argumentasinya.

Ide kita tidak untuk kita, ide kita untuk manfaat banyak orang, itulah yang namanya balighu ani walau ayah, sampaikan kepada publik meski satu ayat, atau satu ide atau satu penemuan. Tapi dengan cara yang bil hikmah atau dengan cara yang dapat diterima oleh publik, salah satunya adalah dengan penulisan yang argumentatif .

selamat berdakwah dengan ide ide yang Allah ilhamkan

lebih sakti mana orang beriman atau dukun?

sebuah pertanyaan yang harus dijawab ! kalau secara teori jelas orang beriman, tapi secara kenyataan dukun yang lebih sakti. dukun bisa menyembuhkan orang sakit, bisa kebal, bisa menebukan barang yang hilang, bisa menyembuhkan orang sakit jiwa, bisa meramal.. dan ternyata banyak kemampuannya. sedangkan orang yang mengaku beriman kadang hanya bisa mengeluarkan dalil dari quran dan hadis tanpa memiliki kekuatan iman untuk menyembuhkan, untuk meramal, untuk menolak santet, untuk kebal dan lain sebagainya.

kalau nalar logis kalau dukun mengandalkan jin bisa ini dan itu, kenapa orang beriman yang mengaku beriman mengandalkan Allah tidak bisa ini dan itu. maka bagaimana kita mau mengajak masyarakat untuk beriman kepada Allah sedangkan dukun lebih hebat dari pada orang yang mengaku beriman,berislam….?

iman harus ada buktinya, buktinya apa, ya kita harus membuktikan bahwa Allah sang perkasa untuk memohon kekebalan, sang pemberi ilham untuk meramal, Sang penyembuh untuk menyembuhkan, dan lain lain. jika kita berhadapan dengan seorang dukun kemudian dukun tersebut mengajak kita untuk beradu kesaktian, kira kira kita berani apa tidak?! misalnya dukun menyantet kita kemudian kita mengggunakan kesaktian kita untuk menangkal santet  terebut dengan keimanan kita, kira kira kita berani apa tidak?!

kalau kita ingin menghilangkan kesyirikan, khurafat dan hal hal yang demikian di masyarakat maka kita harus lebih sakti dari pada dukun, paranormal atau sejenisnya. jangan hanya berani ngomong di depan podiom mereka sesat, mereka masuk nearaka, mereka musyrik…. tanpa ada bukti sejauhmana kekuatan keimanan kita kepada Allah.

the power of "blogging"

dakwah sekarang harus lewat blog, kalau mau banyak pahalanya. kalau mau banyak amal jariyah ya lewat blog.
jika pengunjung blog kita sehari 500an maka pahala kita juga 500an kali… itu belum dilipatgandakan ALlah. kalau dilipatkab gandakan 10, 100 atau 700 kali wah …. kita bisa kebanjiran pahala.
kita amar makruf saja di blog… lebih efektif, karena pada prinsipnya manusia lebih senang dengan yang positif positif. dari pada yang negatif. coba saja misalnya kita menulis di facebok sesuatu yang negatif pasti respon nya sedikit, tapi kalau menulis yang positif pasti banyak komen komen yang masuk