Perjuangan mengikuti perintah Allah bukan kata hati

Ada perbedaan antara mengikuti Allah dan mengikuti kata hati. Perbedaan itu ketika berada keadaan malas akan sangat nampak sekali. Malas pasti kata hati akan mengatakan jangan engkau kerjakan, atau kata hati mengatakan kerjakan tapi nggak ada daya, untuk yang kedua ini kita juga tidak mengikuti daya atau dorongan. Dorongan malas akan memberikan dorongan untuk tidak melakukan. Mengikuti Allah berarti bahwa tidak mengikuti kata hati dan tidak mengikuti dorongan atau daya.  Dengan keadaan ini kita akan berjuang untuk mengikuti perintah Allah.

Ada satu cara agar kita bisa lolos dari ikatan kata hati dan ikatan daya yaitu dengan ATP. A adalah amanah dan T adalah tanda dan P adalah perintah. Yang kita lakukan adalah perintah Allah berdasarkan tanda yang ada dan amanah yang menjadi tanggungjawab kita. ATP ini jika berat dapat di modifikasi dengan 3T, yaitu menerima bersyukur dan berada pada keadaan keagungan Allah yang lebih kuat dari manapun.

Berada pada keadaan menjalankan amanah Allah dapat menurunkan pertolongan Allah yang tidak pernah kita duga. Maka kesabaran dalam menjalankan amanah Allah diperlukan.

 

Kekuatan Allah untuk Menjalankan Amanah

Jangan fokus kepada seperti apa kekuatan Allah, karena kita akan tertipu dengna kekuatan kekuatan yang bukan kekuatan Allah. Karena kekuatan Allah yang sebenarnya adalah kekuatan Allah yang tidak seperti apa apa. jadi kita gunakan saja kekuatan Allah itu tapi tidak perlu memehami kekuatan Allah itu seperti apa. Kekuatan Allah yang memiliki adalah Allah yang tidak serupa dengan apapun demikian juga dengan kekuatan Allah berarti juga tidak seperti kekuatan apapun. Jadi kalau kekuatan Allah itu serupa dengan sesuatu kekuatan maka itu bukanlah kekuatan Allah.

agak membingungkan memang, pakai kekuatan Allah tapi tidak boleh menyerupakan kekuatan Allah dengan kekuatan yang serupa dengan apapun.

sehingga secara ringkas kita langsung saja gunakan saja kekuatan Allah tanpa harus tahu seperti apa kekuatan itu. Kita jalankan amanah Allah dengan kekuatan Allah. Ya ,… dengan langsung menjalankan ini kita akan faham bahwa kekuatan Allah itu tidak serupa dengan sesuatu.

Kalau kita belajar sadar Allah masih mencari kekuatan Allah atau masih mencari daya Allah atau energi Allah atau energi ilahi maka sebenarnya kita sudah terjebak kepada kekuatan alam bawah sadar kita karena kekuatan itu masih serupa dengan apapun. kalau kita terjebak dalam kekuatan atau daya ilahi maka kita terhenti dari perjalanan spiritual yaitu perjalanan menuju kepada Allah yang memiliki kekuatan yang tidak serupa dengan apapun.

maka sekali lagi kekuatan Allah langsung saja kita gunakan untuk menjalankan amanah, insya Alla nanti akan di fahamkan Allah, amin

daya shalat (2) : Cara aktivasi daya shalat

Hukum kekekalan energi, bahwa energi tetap akan ada, jadi daya itu kita akui milik kita atau milik Allah? daya shalat akan muncul ketika daya itu kita akui milik Allah. Maka dalam shalat kita agar daya shalat bisa teraktivasi kita harus menghilangkan kekuatan kita yaitu laa haula walaa quwata ila billah. Dengan menghilangkan kekuatan kita dalam shalat baik itu takbir, sujud, tahiyat dan semua bacaan serta garakan shalat maka daya itu akan berganti menjadi daya ilahi dan itu akan menjadi daya shalat yang akan membuat shalat kita sangat nikmat dan setiap bacaan dan gerakan menimbulkan daya tertentu, yang tidak kita dapatkan ketika kekuatan kita masih ada atau kekuatan daya shalat tidak teraktivasi.

Menghilangkan daya diri sebenarnya masalah pengakuan kekuatan Allah saja, sedangkan Allah tidak mau disandingkan dengan kekuatan apapun termasuk juga kekuatan diri kita. maka peng nol an diri sangat penting sebagai langkah untuk menimbulkan kesadaran kekuatan Ilahi. Selama ini mungkin kita shalat mengandalkan kekuatan kita. kita merasa bisa shalat, kita merasa bisa takbir, merasa kita bisa sujud merasa kita bisa membaca al fatihah, merasa merasa ini adalah satu bentuk kekuatan diri yang mengakibatkan Allah tidak memberikan kekuatan shalat. kita lihat saja dalam diri kita ketika kita tidak mengenolkan diri maka pikiran akan lari kemana mana, jasad tidak tenang, emosi bergejolak… tapi coba kalau benar benar kita mengakui tidak ada daya dan upaya kecuali kekuatan dari Allah maka pikiran akan tenang jiwa akan tenang jasadpun akan tenang

Dzikir Nafas adalah suatu metode untuk mengenal daya ini, daya yang dari Allah. Latlihan latihan khususnya sudah ada sehingga ini akan memudahkan anda untuk belajar daya Allah. Proses proses laa haula walaa quwata ilaa billah ada dalam dzikir nafas, kurikulum sudah tersusun sehingga siapapun yang belajar dzikir nafas akhirnya akan mengenal daya Allah ini. Tinggal nanti ketika shalat kita nol kan diri kita kemudian kita takbir rukuk dan sujud. Jadi Dzikir nafas sangat membantu anda untuk mendapatkan shalat yang berkualitas yaitu shalat yang khusyu.