Arti memperhatikan akhirat

sebenarnya yang ke akhirat itu adalah kesadaran kita. karena kesadaran tertinggi memang asalnya akan kembali kepada Allah. Namun badan ini adalah aslinya berasal dari dunia sehingga dia harus aktif di dunia. bekerja kita siang malam namun kesadaran akhirat kita juga siang malam. Artinya begini kita menjaga kesadaran akhirat kita siang malam, sedangkan kita beraktivitas duniawi juga siang malam.

dunia dan akhirat adalah sesuatu yang berbeda. Dunia itu adalah tubuh kita dan akhirat adalah kesadaran. jangan sampai kita menyatukan antara dunia dan akhirat. Kesalahan orang belajar tasawuf adalah menyatukan antara dunia dan akhirat. menyatukan tubuh dan kesadaran. Kalau dua hal ini disatukan maka  orang tersebut akan meninggalkan dunia baik tubuhnya dan kesadarannya. dan bagi orang yang ekstrem mencari dunia maka kesadaran dan tubuhnya juga akan di dunia.

jadilah hidup kita di dua alam. yaitu alam akhirat dan alam dunia. mengembalikan kesadaran kepada akhirat seperti mengembalikan seekor ikan ke air, membiarkan tubuh itu ke tanah seperti melepas cacing yang fitrahnya memang hidup di tanah. jika demikian yang kita lakukan maka hidup kita akan bahagia dunia dan akhirat.

siapa bilang hidup di dunia sengsara hidup di akhirat bahagia? tidak bisa dipastikan, jika di dunia sengsara di akhirat bahagia, justru jika dunia sengsara sudah bisa dipastikan akhiratnyapun tidak bahagia.

Sekarang bagaimana memperhatikan akhirat… ikuti sesi berikutnya tulisan ini …..

kenikmatan pagi …

yang namanya surga dunia harus kita ciptakan sesuai dengan apa yang membuat kita nikmat atau bahagia. ingat ya… surga dunia bukan neraka dunia… contoh neraka dunia adalah kenikmatan yang sebenarnya menyengsarakan seperti berjudi, berbohong dsb. bagi saya surga dunia adalah selesai sembahyang subuh , patrap dzikir, kemudian menghidupkan komputer untuk update blog… menuliskan apa yang menjadi pencerahan pada saat dzikir patrap tadi atau pencerahan pada saat di depan komputer atau pada saat kemarin ketika teringat. inilah surga dunia sambil ngeblog disamping sudah ada kopi seduhan sendiri … kopi aceh … plus gula secukupnya dan air panas yang di “godhog” sendiri dengan teko arab berwarna keemasan…. seedaappppp terasa ide mengalir seiring dengan bau kopi yang wangi semerbak….. pagi ini bertambah kenikmatan karena istri menggorengkan pisang “kepok” hasil panen tetangga… masih ditambah lagi iringan lagu qosidah…. jilbab jilbab putih…. he he teringat ketika masa masa kecil mengikuti kegiatan di masjid dankuliah subuh di bulan ramadhankarena yang di puter lagu qosidah ini. …. benar benar surga.

meninggalkan dimensi dunia

kekahawatiran kita yang paling utama untuk meninggalkan dunia menuju ke Allah adalah karena kelemahan iman kita tidak berani mengandalkan Allah dalam segala hal, kita takut ke Allah karena masih memikirkan anak saya bagaimana, istri saya bagaimana, harta saya, masa depan saya, keturunan saya, keluarga saya dll…
coba seandainya kita berani mengandalkan Allah dalam segala hal, pasti kita ihlas untuk menuju ke Allah dan jalan menuju ke sana pun terasa tidak ada hambatan…
menuju ke Allah konsekwensinya adalah kita meninggalkan dimensi dunia… artinya bahwa secara kejiwaan kita sudah tidak di dunia lagi. ingat bahwa kita ini ada dua dimensi, dimensi yang pertama adalah dimensi raga (dunia) yang kedua adalah dimensi jiwa (kesadaran, Ruh, akhirat) nah dimensi dimensi ini harus aktif kedua duanya…. dimensi raga harus aktiv bekerja, harus aktif mempertahankan kehidupan “dunia”nya sedangkan dimensi kesadaran harus aktif juga yaitu aktif untuk ke Allah, sibuk dengan Allah, dan selalu sibuk menyadari adanya Allah.
meninggalkan dimensi dunia mengandung pengertian aktif nya 2 dimensi…. bukan hanya kesadarannya saja namun juga aktifitas dunianya.

anak bukan investasi tapi amanah dari Allah

anggapan bahwa anak adalah investasi sebenarnya kurang tepat, sebab kita mendidik anak kita bukan untuk mencari keuntungan…. kalau kita mengatakan bahwa anak adalah investasi dunia akhirat apakah kita terus mencari untung bahwa dengan mendidik anak kita akan mencari untung dunia dan akhirat? tentunya tidak. kita mendidik dan mengasuh anak kita karena anak adalah AMANAH dari Allah yang harus kita jalankan dengan penuh keihlasan tidak mengharapkan balasan sedikitpun dari anak kita …

beban mendidika akan lebih berat jika kita mendidik anak karena imbalan, karena investasi, sebab kita terbebani oleh target bahwa anak kita harus membalas kita di dunia …. coba kita bandingkan dengan kita mendidik anak karena Amanah dari Allah maka kesungguhan dan keihlasan kita akan lebih dan kita mendidik merasa bahagia dan tidak terbebani.

bersyukurlah untuk menyongsong masa depan

jangan lihat kebelakang, jangan lihat sekarang, tapi tataplah masa depan, 1 detik kedepan, 1 menit kedepan, 1 jam kedepan, 1 tahun kedepan, 10 tahun kedepan. hadapilah masa depan dengan bersyukur. karena sebenarnya waktu adalah ilusi , waktu itu hanya pengaruh kita di bumi saja…. alam hakiki adalah tidak ada waktu…. waktu tidak berjalan…..
kemarin adalah sekarang, sekarang adalah sekarang, dan masa depan adalah sekarang. kata orang barat : here and now….. disini dan saat ini. maka bersyukur adalah saat ini untuk kemarin, dan masa depan, dan juga sekarang.
sekarang dan sekarang dan sekarang.
masa depan kita tentukan saat ini. dengan bersyukur kepada Allah (bukan pada pemberian Allah) akan membentuk citra positif tentang kehidupan kita di masa depan. orang hidup harus pada level beruntung yaitu masa depan lebih baik dari masa sekarang, jangan menjadi orang yang merugi yaitu masa depan sama saja dengan masa sekarng atau malah orang yang celaka yaitu masa depan lebih buruk dari masa sekarang.
selamat bersyukur…. jadilah orang sukses dunia akhirat

hidup serba jelas

kita hidup sebenarnya sudah jelas apa yang harus kita lakukan, namun ada sebagian orang yang masih belum tahu tentang ini. mereka tiap hari , tiap saat mencari apa yang harus saya lakukan, apa yang akan saya lakukan. pada hal segala sesuatu sudah jelas. kita dibekali beberapa instrumen yaitu pikiran, hati, tubuh dan lain lain… sehingga segala sesuatu tinggal kita jalankan.
sebagai khalifah , wakil Allah di muka bumi pastinya Allah sudah memberikan pekerjaan apa yang harus kita kerjakan atau apa yang kita lakukan.
tidak kuciptakan jin dan manusia untuk beribadah… nah jelaskan, bekerja ibadah, makan ibadah, mencari nafkah ibadah, mencari harta ibadah, tidur ibadah, mandi ibadah.. dan seterusnya…. kenapa di buat bingung… intinya kan ibadah , perkara apa yang akan kita lakukan asal ibadah itu sudah menjalankan tugas kita di muka bumi.

jangan terlalu sibuk dengan urusan keduniaan

segala sesuatu ada porsinya, ambil sesuai dengan porsinya, jangan lakukan sesuatu dengan berlebihan. kalau pusing dengan urusan dunia .. percaya kan kepada Allah, lalu percayakan kepada orang dan yang jelas buat sistem agar kita tidak banyak berfikir tentang urusan dunia kita.
sebisa mungkin tenangkan pikiran … tenangkan hati .. jangan tergesa gesa dalam melakukan sesuatu.. lakukan dengan smart sehingga apa yang kita lakukan efektif dan efisien.
salam khalifah…