Penggabungan patrap-dzikir nafas-syukur

saya menemukan bagaimana menggabungkan antara patrap sebagai cara mencapai wilayah makrifat, dzikir nafas sebagai pengaktivasi wilayah makrifat dan syukur sebagai pemancar energi makrifat agar bisa menjadi rahmatan lil alamin. Cara ini ternyata sangat efektif untuk merubah keadaan negatif menjadi positif. Sudah saya praktekan 2 hari yang lalu ketika 3 hari berturut turut mengalami bad mood karena satu hal, saya coba hilangkan tidak bisa bisa selalu saja gagal dan bad mood datang lagi. Kemudian saya ingat pelajar syukur kemudian Allah memberikan ilham kepada saya untuk menggabungkan 3 metode menjadi satu (three in one) yaitu patrap-dzikir nafas-syukur. dan luar biasa saya baru mengalami kali ini yaitu keadaan emosi yang berubah 180 derajat. kemudian juga alam sekitar dengan ijin Allah memberikan respon positif kepada saya. Kawan kawan menjadi sangat menyenangkan, keluarga menjadi lebih menyenangkan, dan emosi positif memancar lebih kuat.

Pelajaran ini dapat kita praktekan dengan cara kita masuk ke alam fana dengan cara dzikir nafas kemudian dalam alam ketiadaan aku ini sang diri sejati melakukan syukut. cara ini nampak sederhana namun perlu adanya ketrampilan atau skill untuk masuk wilayah fana, dan ketrampilan untuk membangkitkan rasa syukur di wilayah fana ini.

mungkin bagi yang belum belajar dzikir nafas patrap dan meditasi syukur agak kesulitan dalam memahami apa yang saya tulis ini. saya sarankan bagi yang belum untuk belajar satu demi satu, bisa dimulai dari dzikir nafas dulu yang ringan dan mudah dijalankan kemudian patrap dan terakhir belajar pembangkitan syukur dengan metode medtasi syukur.

Bagi yang belum belajar ya anggap saja ini sebagai suatu kreativitas yang bisa dinikmati dengan menerima meski belum paham , daya tulisan ini akan masuk ke anda, dan suatu saat jika Allah berkehendak untuk bisa memahami mukjizat makrifat dan syukur akan lebih cepat paham.

Kapan anda tidak menggunakan lagi metode dzikir nafas

Dzikir nafas bukanlah tujuan sehingga jika kita sudah  bisa sadar Allah maka gunakanlah kesadaran itu untuk berdzikir kepada Allah setiap saat, artinya pada saat itulah anda sudah tidak memerlukan metode dzikir nafas lagi. Ibarat anda sudah bisa membaca al quran maka anda tidak perlu lagi metode Iqro sebagai cara belajar membaca al quran. Dzikir nafas adalah cara praktis untuk mendapatkan kesadaran kepada Allah secara cepat dan instan (instannya ini relatif juga). Anda tidak perlu berlama lama dengan dzikir nafas. Saya menciptakana dzikir nafas ini agar anda mudah dalam menyadari Allah. dan saya sangat berharap anda berhasil dalam menjalankan dzikir nafas ini. namun kendala untuk bisa berhasil sangat tergantung dari motivasi anda untuk terus berlatih tanpa kenal lelah dan tanpa kenal bosan. Maka agar tidak bosan dan bisa saling mengupgrade saya sarankan anda untuk mengikuti tulisan tulisan saya di blog ini. dengan mengkuti blog ini kita bisa saling memberi semangat dan terus belajar untuk berdzikir kepada Allah.

Tidak ada jaminan untuk berhasil dalam dzikir nafas

saya tidak berani menjamin anda berhasil dalam dzikir nafas, meski caranya mudah namun ini sangat berkaitan dengan kehendak Allah apakah kita dikehendakii Allah atau belum. Baik, masalah kehendak Allah ini bukan urusan kita msalah kehendak Allah adalah masalah Allah. Artinya suka suka Allah dalam memberikan pengajarana dan hidayah kepada kita tugas kita hanya berlatih dan berlatih. yang jelas Allah ini adalah Dzat yang maha baik dan Dzat yang maha kasih, sehingga asal kita ihlas karena Allah pasti progress dalam menjalankan dzikir nafas ini juga akan cepat kita dapatkan

jadi sekali lagi bahwa jangan menjadikan dzkir nafas sebagai suatu tujuan dzikir nafas hanya sebagai Alat saja jika anda sudah bisa mencapai kesadaran makrifat dan selalu sadar Allah maka tinggalkan saja dzikir nafas. saya tegaskan ini karena banyak yang masih beranggapan bahwa dzikir nafas ini adalah suatu tujuan sehingga melupakan esensi dari dzikir nafas sendiri yaitu Allah, kemudian juga adaya yang menganggap bahwa dzikir nafas ini adalah suatu ibadah saya katakan ini bukan ini adalah metode nilai ibadah ada di sadar Allah ini (ihsan) bukan pada metode nafas sebagai alat dzikir. sama seperti dzikir menggunakan tasbih yang menjadi pahala adalah dzikir nya bukan menggunakan tasbihnya.

baiklah selamat berlatih dzikir nafas saya mendoakan siapapun yang belajar dzikir nafas dengan ihlas dan hatinya bersih, cepat mendapatkan hidayah dari Allah SWT. amin

Jaga kebersamaan anda dengan Allah dengan dzikir nafas

Rasulullah dalam salah satu hadistnya Beliau bersabda bahwa perbedaan orang yang tidak berdzikir seperti bangkai yang berjalan. hadis ini sepertinya mewajibkan kita untuk selalu berdzikir kepada Allah, bagaimana tidak wajib …. kalau orang yang tidak berdzikir disamakan seperti bangkai yang berjalan. Apakah kita bangkai ? bukan kan, bangkai adalah anggapan yang sangat jelek pada diri manusia yang masih hidup, dimana bangkai sama dengan orang yang mati, orang yang tidak ada kesadaran, orang yang tidak berfikir ya benar sama dengan orang mati.

Dzikir nafas menawarkan suatu cara agar kita selalu sadar Allah dan selalu berdzikir kepada Allah. Dzikir sadar tidak sekedar mengingat nama nama tapi lebih jauh dari itu yaitu menyadari Dzat Allah. untuk lebih jelas tulisan saya sebelumnya tentang Dzat Allah

Dengan dzikir mengikuti nafas anda akan terjaga untuk selalu dzikir kepada Allah. anda bisa dzikir kapanpun dimanapun tanpa terganggu dengan aktivitas yang anda lakukan. cukup mudah dan tidak ribet. baik selamat mempraktekan dzikir nafas.

Allah yang sebenarnya adalah Dzat

kita menyembah kepada siapa? tentunya kita akan menyembah huruf alif lam lam ha, atau kita menyembah alam semesta, tapi kita menyembah kepada Dzat yang menciptakan alam semesta, menciptakan Dzat yang memiliki nama Allah. Allah adalah Dzat bukan nama, Dzat ini inilah yang kita sembah. Untuk bisa menyembah Dzat yang kita gunakan bukan pikiran kita tapi dengan kesadaran kita, cukup kita menyadari Allah yang dekat. cukup menyadari Dzat Allah yang lebih dekat dari urat leher.

 

Huu Allah dalam dzikir nafas ada di surat al ihlas

Huu berasal dari kata Huwa yang artinya Dia yang mengarah kepada Allah demikian makna Huu ketika nafas masuk dalam metode dzikir nafas, sama dengan makna dalam surat al ihlas, Qul huwa Allahu Ahad, yang artinya adalah katakan Dia (adalah) Allah yang satu.

kata Huwa ini adalah salah satu sebutan yang mengarah kepada Dzat Allah, Allah punya banyak nama dan sebutan. kata Huwa adalah salah satu sebutan untuk -Nya. Dalam dzikir nafas kata huwa di sebut ketika masuk nafas dan kata Allah ketika keluar nafas. inilah adalah paduan yang sangat pas.

ada beberapa hal yang menguatkan tentang dzikir Huu Allah ini, seperti tersebut di bawah ini (saya ambil dari myquran.org)

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

Huwa (Dia) Allah yang tiada tuhan kecuali Huwa (Dia), Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Huwa (Dia) Yang Mahapengasih Mahapenyayang. [QS. Al-Hasyr: 22]

فمن الناس من يقول: إن قوله: (هُوَ) من أرفع أسماء اللَّه – تعالى – وذكر عن بعض أهل بيت رسول اللَّه – صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ – أنه كان يدعو بقوله: يا هو، يا من لا إله إلا هو

Al-Imam al-Maturidi berkata dalam kitab tafsir beliau bahwa sebagian orang ada yang berpendapat: bahwa Firman-Nya “Huwa (Dia)” merupakan peninggian Asma Allah Ta’ala. Dan disebutkan dari sebagian Ahli Bait Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa alihi wa sallam bahwasanya beliau berdoa dengan ucapan: Wahai Dia, wahai Yang tidak ada tuhan kecuali Dia. [Ta-wilat Ahlus Sunnah IX/603]

Imam Ar-Razi berkata:

هُوَ) أَعْظَمَ الْأَذْكَارِ)
وَلْنَخْتِمْ هَذَا الْفَصْلَ بِذِكْرٍ شَرِيفٍ رَأَيْتُهُ فِي بَعْضِ الْكُتُبِ: يَا هُوَ، يَا مَنْ لَا هُوَ إِلَّا هُوَ، يَا مَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ، يَا أَزَلُ، يَا أَبَدُ، يَا دَهْرُ، يَا دَيْهَارُ، يَا دَيْهُورُ، يَا مَنْ هُوَ الْحَيُّ الَّذِي لَا يَمُوتُ.

“Huwa / Huu” termasuk dzikir-dzikir agung. Dan kami tutup pasal ini dengan dzikir mulya yang aku lihat di sebagian kitab: Yaa Huu, Yaa Man laa Huwa illaa Huu, Yaa man laa ilaaha illaa Huu, Yaa Azal, Yaa Abad, Yaa Dahr, Yaa Dayhaar, Yaa Dayhuur, Yaa man Huwal Hayyul Ladzii laa yamuut. [Mafatihul Ghaib I/140]

Habib Munzir berkata: “Dzikir ‘Huu’ membawa keberkahan dan kemuliaan dunia dan akhirat. (Huwallah) banyak disebut dalam Al-Qur’an, yang berarti “Dialah Allah”. Kata : (Huu) saja, berarti ‘Dia’ subhanahu wa ta’ala. Maka keduanya adalah dzikir pada Allah subhanahu wa ta’ala.”

Habib Munzir bin Fuad al-Musawa juga berkata: “Dzikir (“Ya Huwa”, “Huwa”, bahkan “Huu” saja) itu banyak teriwayatkan. Diantaranya pada tafsir Ar-Razi, Tafsir Bahrul Muhiith, Faidhul Qadir, Tafsir Annaisaburiy, bahwa kalimat ini dipakai oleh para ulama salaf untuk lebih khusyu memanggil nama Allah subhanahu wa ta’ala, yang berarti ‘Wahai Dia’. Mereka beranggapan bahwa ucapan ‘Wahai Dia’ tak pernah ada untuk memanggil sesama makhluk. Karena ucapan ‘Yaa’ (wahai) pastilah berhadapan dengan orang yang diajak bicara (Anta/anti/antum/antunna; kata ganti orang kedua). Tak mungkin kalimat ‘Yaa’ berpadu dengan kata ganti orang ketiga. Maka lafazh ini tidak terucap terkecuali untuk menafikan seluruh segalanya selain Allah subhanahu wa ta’ala. Kalimat ‘Yaa Huu’ dengan kalimat ‘Yaa Huwa’ sama saja artinya, yaitu ‘wahai Dia’, karena ‘Yaa Huu’ adalah mematikan waw, sebagaimana kalimat ‘Laa ilaaha illaa huwa’, jika dibaca berhenti maka dibaca ‘Laa ilaaha illaa huu’.”

7 maret malam jumatan di padepokan patrap, berlatih sadar Allah dengan metode dzikir nafas

malam ini kita berlatih sadar Allah dengan dzikir nafas, cukup dengan menyadari Allah, bahwa Allah itudekat, Sedekat apa? ya sedekat dekatnya. setelah sadar bahwa Allah itu dekat kemudian berlatih menyadari kehendak yang Dekat tadi yaitu nafas, dalam nafas ini ada kehendak yang tidak pernah berhenti bahkan kehendak itu terus mengalir dan tidak mau di bendung (hentikan) semakin dipaksa untuk berhenti kehendak itu semakin kuat memaksa untuk terus bernafas. Kesadaran ini akhirnya lebih menyadarkan kita bahwa ada kehendak dalam nafas kita yang harus kita ikuti.

kemudian kita mengikuti nafas, dan kita mengikuti daya kehendak yang memasukkan nafas dan mengeluarkan nafas. setelah itu kita belajar juga untuk memanggil yang dekat dan berkehendak dalam nafas tadi dengan menyebut Huu dan Allah. Ternyata panggilan ini membuat sensasi yang berbeda setiap kita yang belajar. kemudian kita mengabaikan sensasi tersebut dan berlajut kepada berinteraksi dengan Allah yaitu dengan mendekat ketika menyebut Huu dan berserah ketika menyebut Allah.

 

foto bersama setelah latihan dzikir nafas

Pelatihan Dzikir Nafas di Pantai Indrayanti Yogya

Besuk sabtu insya Allah saya akan memberikan training singkat tentang dzikir nafas khusus untuk staf dan karyawan Bank CIMB NIAGA. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengajian rutin bulanan yang diselenggerakan untuk mencari suasana baru dan sangat pas kalau diisi dengan pelatihan dzikir nafas. materi yang akan saya sampaikan seputar bagaimana dzikir nafas ini membuat peserta lebih bisa menikmati setiap keluar masuknya nafas sehingga metode dzikir nafas ini bisa sebagai jalan untuk meredakan stress, terutama stress kerja. Tentunya juga nilai nilai spiritual yang terkandung dalam dzikir nafas ini tetap akan saya sampaikan sehingga peserta juga akan memiliki merasa pegangan sebagai penguat mental. Keyakinan kepada Allah tentunya akan menjadi point penting dalam pelatihan ini sehingga peserta menjadi lebih bisa bersikap dan berpikir positif .