Articles with dzikir

12 Jurus Wali Mabuk Ilahi : Gila Super Consciousness Gilanya Para Nabi

Gila ada dua, gila di wilayah superconsciousness dan gila di wilayah sub consciousness. Jadzab merupakan salah satu bentuk dari The Altered states os consciousness (Vaitl et al. 2005). Karena gila yang model ini adalah gila yang dia kesadarannya berada di atas kesadaran pada umumnya. Kenapa orang dzikir bisa menyebabkan gila, karena jika dzikirnya benar maka dia akan semakin sadar akan siapa dirinya dan semakin patuh kepada Allah SWT Kalau jadzab itu menjadikan dia semakin jauh dari Allah SWT artinya dia meninggalkan shalat, tidak mau beraktivitas, tidak menjalankan amanah sebagaimana mestinya maka itu bukan jadzab. Bisa jadi dia dzikir kemudian melakukan ritual dzikir untuk mencari jalan keluar tapi tanpa bimbingan sehingga dia masuk alam bawah sadarnya sendir dan akhirnya tidak dapat keluar dari alam bawah sadar dan selajutnya dia di vonis gila, dan kalau parah bisa masuk ke jenis schizoprenia (Bassett et al. 2012).

Maka dalam dzikir nafas kita selalu menuju kepada kesadaran yang tinggi (Zeman 2001). Bukan mengarah kepada kesadaran rendah. Kesadaran tinggi akan melampui kesadaran orang pada umumnya dan kesadaran ini akan mempengaruhi alam pikiran dan alam perasaan kita, tapi kita sadar dengan sepenuhnya (Bayne 2011). Menurut Bayne (2011) kesadaran unity akan membuat seseorang bisa menyadari apa apa yang tidak disadari oleh orang disekitarnya. Dia bisa menyadari keadaan keadaan yang orang lain tidak mampu menangkapnya. Nah inilah yang dialami oleh orang orang beriman dimana firasat mereka lebih tajam dari pada firasatnya orang lain. Diatakan dalam hadis bahwa orang beriman melihat dengan nur ilahi.

Penglihatan dengan Nur Ilahi bermakna kesadaran orang beriman akan tertuju kepada Allah, Allah yang mana Allah yang tidak sama dengan apapun dalam sifatnya yang laisa kamitslihi syaiun. Kesadaran yang selalu bertingkat dan bertingkat (Bayne et al. 2016), karena prinsipnya adalah meniadakan dan meniadakan sebab yang ada hanya Allah, dan yang ada ini tidak akan pernah kita temukan di alam pikiran atau alam persepsi kita. Kesadaran inilah yang  nanti akan membedakan kebenaran islam dengan yang lain. Sebab Tuhan yang kita yakini adalah Allah yang tidak bisa kita persepsikan, Tuhan yang tidak ada dalam pikiran kita, kalau dalam pikiran kita saja tidak ada berarti dalam alam nyata lebih tidak adalagi, karena yang di alam pikiran dan alam nyata adalah ciptaan Allah.

Menjadi gila di wilayah superconsiousness adalah masalah pribadi, orang lain mau percaya atau tidak silahkan. Para Nabi dan Rasul pun ketika di wilayah ini Beliau sangat cuek, peduli amat dengan umatnya, kalau mau percaya ya silahkan dan kalau enggak ya silahkan (Al Qolam ayat 51). Bahkan Allah sangat jelas membela Para Nabi seperti yang tertuang di surat Al Qolam ayat 6, bawha nanti akan terbukti sebenarnya siapa yang benar benar gila, para Nabi dan Rasul atau orang orang yang tidak percaya dengannya. Kisah para nabi dan rasul adalah pelajaran bagi kita, pelajaran pelajaran kegilaan yang sedang kita pelajari bersama sangat mungkin menjadi bahan olok olokan di sana, dan Allah pun menegaskan kepada kita untuk berbuat sabar atas mereka.

 

Bibliografi

Al Quranul Karim

Bassett, D. S., Nelson, B. G., Mueller, B. A., Camchong, J. & Lim, K. O. 2012. Altered resting state complexity in schizophrenia. NeuroImage 59(3): 2196–2207. doi:10.1016/j.neuroimage.2011.10.002

Bayne, T. 2011. The Unity of Consciousness. The Unity of Consciousness. doi:10.1093/acprof:oso/9780199215386.001.0001

Bayne, T., Hohwy, J. & Owen, A. M. 2016. Are There Levels of Consciousness? Trends in Cognitive Sciences. doi:10.1016/j.tics.2016.03.009

Vaitl, D., Birbaumer, N., Gruzelier, J., Jamieson, G. A., Kotchoubey, B., Kübler, A., Lehmann, D., et al. 2005. Psychobiology of Altered States of Consciousness. Psychological Bulletin 131(1): 98–127. doi:10.1037/0033-2909.131.1.98

Zeman, A. 2001. Consciousness. Brain : a journal of neurology 124(Pt 7): 1263–1289. doi:Doi 10.1093/Brain/124.7.1263

 

 

Tubuh seperti lepas saat dzikir

ketika berdzikir tubuh seperti lepas, ya itulah dzikir yang sudah mencapai pada kesadaran jiwa, bahkan tubuh sudah tidak terasa lagi atau tubuh seperti kaku tidak bisa digerakkan. untuk mendapatkan ini caranya mudah lakukan saja dzikir nafas dengan tubuh tidak bergerak sama sekali . lakukan ini selama minimal 30 menit. dengan catatan tidak tertidur dan tentunya dzikir nafas yang tidak terputus.

kesadaran jiwa ini sangat penting dalam berdzikir sebab inilah sebenarnya posisi kita mengenal Allah. Barang siapa yang mengenal dirinya maka akan mengenal Tuhannya. barang siapa yang berdzikir sampai pada keadaan “bahwa dirinya bukan tubuh” maka ia akan lebih mengenal Tuhannya., semoga kita dimudahkan untuk menjalankannya

Cara dzikir sambil merokok

saran saya ini khusus bagi yang sudah terlanjut merokok dan memang tidak bisa berhenti merokok. Bagi yang tidak merokok pakai cara Dzikir nafas yang umum saja. Saya tidak mau debat apakah rokok itu halal atau haram karena pasti tidak akan ada habisnya membicaraka hal tersebut. baik dzikir sambil merokok memang tidak saya sarankan, yang saya sarankan adalah merokok sambil berdzikir. Jadi dzikir adalah kebiasaan dalam keadaan apapun.

cara merokok dengan berdzikir adalah setiap hisapan rokok dzikir dalam hati Huu… sambil jiwa kita terbang menuju kepada Allah. Sedangkan ketika mengeluarkan asap rokok dzikirnya “Allah..” dan biarkan kepasrahan menyebar menyeluruh ke seluruh tubuh sambil memiarkan nafas yang keluar.

jadi setiap keluar masuknya asap rokok disertai dengan dzikir Huu Allah. ok semoga dengan dzikir nafas ini lama lama merokoknya bisa berkurang dan berhenti…

kenapa Huu Allah di rahasiakan

kalau Huu Allah ini di buka bebas maka Islam akan jaya islam akan maju dan umat islam akan kembali ke masa kejayaan. Kenapa karena jika amalan ini diamalkan di praktekan akan mampu merubah mental umat islam yang mulanya mengandalkan ilmu mengandalkan harta, mengandalkan jumlah berubah menjadi mengandalkan Allah. Orang yang menjalnakan dzikir nafas akan dididik langsung oleh Allah dengan untuk menjadi orang hebat. Hebatnya bukan karena kekuatannya tapi karena kekuatan Allah.

yang dilakukan kadang diatas nalar manusia biasa, ya karena memang yang dijalankan adalah perintah Allah bukan perintah nafsu atau perintah syetan. Perilakunya bikin orang bingung tapi ya demikianlah kalau orang sudah mengikuti perintah Allah. Kejengkelan orang lain, hindaan orang lain semuanya adalah baik baginya sehingga senyum saja dia menanggapi, contoh ini saja kan sudah aneh. Dilain pihak kalau yang lain marah ini malah senyum. Tapi juga jangan menganggap mereka akan senyum senyum saja , kalau memang perintahnya seyum ya dia senyum tapi kalau perintahnya dia marah atau mengamuk maka itupun dijalankan, tapi aneh juga mengamuknya karena perintah Allah.

anda membaca inipun pasti juga bingung dan jengkel, mungkin… ya demikianlah orang yang sudah mengikuti kehendak Allah dia tidak akan emngikuti yang lain dia tidak mengikuti siapapun. Bahkan seorang kyai yang memiliki jamaah besar tapi kyai ini mengikuti perintah Allah perilakunya aneh dan tidak mengikuti kemauan jamaah…. dia berperilaku sesuai dengan apa yang Allah perintahkan. tapi anehnya juga jamaah justru tambah banyak … seolah yang dilihat jamaah pun adalah perintah Allah dalam kyai tersebut bukan perintah syahawat atau perintah nafsunya…. atau perintah syetan.

kadang orang yang demikian disebut dengan jadzab (bukan gila …) jadzab adalah keadaan dimana dia mengikuti perintah perintah ALlah yang bertentangan dengan kebanyakan orang. Biasanya ahli sufi cukup akrab dengan keadaan ini, sehingga jika ada seorang yang mengalami jadzab cenderung dibiarkan dan yakin nantinya akan sembuh dengan sendirinya.

kembali ke Huu Allah, lafadz ini memang luar biasa saya mengamati perkemabangan jamaah yang menjalankan dari testimoni yang ada mengalami perubahan yang sangat pesat dalam akhlaknya. meski tidak sampai jadzab … ya semua akan berproses…. mereka sudah merasakan ketenangan dan keberanian menghadapi kehidupan. Berani menghadapi hidup ini tentunya sangat penting sebab untuk bisa hidup kita harus berani hidup. berani dengan tantangan hidup. Nah disini nanti Allahlah yang akan mendidik secara langsung sehingga kita menjadi manusia yang tangguh.

jaman belanda penajajah, mereka mempelajari kenapa yang berani perang adalah kaum tarekat, kaum sufi, kaum santri…. ternyata seumbernya adalah dzikir. Maka dengan berbagai cara umat islam dijauhkan dari Dzikir terutama dzikir dzikir yang membangun kesadaran. Maka dibentuklah strata strata atau maqom maqom dalam umat … ada kyai ada syeh ada habib dimana mereka diberikan kdudukan mulia diberikan tempat yang layak… tapi disisi lain mereka dipengaruhi untuk tidak menyebarkan amalan dzkirnya kepada sembarang orang dengan dalih ini dan itu. umat ditakut takut i kalau tidak melalui guru maka akan sesat, kalau tidak di baiat maka gurunya syetan … dan kalau tidak melalui mursyid akan ini dan itu.. sehingga umat menjadi takut dan tidak berani. nah strategi ini berhasil memandulkan umat islam. memandulkan umat islam yang tidak punya kekuatan apa apa. Mereka berhasil menjauhkan umat islam dengan Tuhannya. ya jelas kita selalu kalah meski jumlah banyak, meski pesantran banyak … masjid di tiap desa tiap rt.. tetap saja menjadi bulan bulanan….

ya itulah sekelumit cerita saya, intinya mari kita lanjutakn dzikir Huu Allah dengan terus sadar Allah dalam setiap nafas jangan sampai kita tidak sadar kepada Allah.

Amalan saat memiliki masalah berat agar cepat selesai

setiap orang pasti pernah menghadapi masalah berat, apapun masalah itu. tentunya ketika masalah itu datang kita pasti ingin cepat menyelesaikan … kata chrisye “cepatlah berlalu badai…” ya begitulah sifat kita yang selalu ingin segala sesuatu cepat. Baik saya akan mengulas bagaimana menyelesaikan masalah dengan amalan amalan islami yang secara tidak langsung akan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi. Keinginan untuk cepat menyelesaikan masalah sebenarnya akan memperparah masalah itu sendiri atau malah dapat memperlama masalah yang seharusnya dapat selesai dengan cepat. maka amalan yang pertama yang harus di jalankan adalah sabar.

Ya…. Sabar… mudah di ucapkan sulit untuk di lakukan atau diamalkan… , ok… meski susah sabar simpan dulu saja ilmunya… terima ilmunya bahwa orang bermasalah harus sabar. baiklah saya akan beritahu bagaimana anda bisa sabar dalam menghadapi masalah. tips untuk bisa sabar adalah dengan berserah diri kepada Allah. Kalau anda kesulitan untuk sabar maka berserah saja kepada Allah maka otomatis anda akan menjadi sabar. Kalau anda tidak percaya atau ragu silahkan di coba latihlah berserah diri kepada Allah dengan metode Dzikir Nafas dan lihat lah hasilnya dalam waktu seminggu kesabaran anda akan meningkat.

Setelah anda sabar cara selanjutnya adalah dengan menjalankan shalat dengan khusyu…. pasti anda bertanya ….. bagaimana caranya khusyu?… baik seperti cara yang pertama tentang sabar …. cara nya hanya dengan berserah diri sepenuhnya ketika shalat. Anggap saja ini shalat anda yang terakhir. Dengan begitu keberserahan anda dalam shalat akan benar benar terjadi dan anda akan merasakan ketenangan dan kekhusyuuan yang luar biasa dalam shalat… (ditambah dengan masalah yang sedang dihadapi…. bisa nangis……).

nah mudah kan…. baik masih ada amalan selanjutnya setelah menjalankan sabar dan shalat khusyu…. yaitu menjalankan apa yang seharusnya dilakukan. Ketika anda punya masalah maka jangan berdiam diri di kamar, merenungi nasib…. melamun siang malam atau pergi meninggalkan masalah….. rubah yang demikian dengan berani menghadapi masalah apapun resikonya… ingat amalan sabar anda sudah mengaktivasi pertolongan Allah jadi jangan takut terhadap apapun. Lakukan apa yang seharusnya anda lakukan. Terus lakukan dan lakuka bahasa jawanya “just do it”. lakukan tanpa beban apapun seolah anda menjalnkan ini bukan keinginan anda tapi keinginan dan kehendak Allah.

nah kombinasi yang serasi dari amalan amalan tersebut akan menyebabkan masalah kita selesai dengan sendirinya….. ya dengan sendirinya.. dan saya menyebutnya dengan penyelesaian ghoib…. ndak percaya ? silahkan coba….

Kunci menyelesaikan masalah ada di Dzikir Nafas,

mengedepankan rasionalitas dalam mendekat ke Allah

Bagi anda yang mengedapankan rasionalitas dalam segala hal, dalam hidup anda, dalam setiap apa yang anda hadapi termasuk dalam hal ini dalam hal mendekat ke Allah maka saya ajak anda untuk berjalan bersama ke Allah dengan cara yang sangat rasional. Saya tidak akan memfokuskan pada pengalaman pengalaman spiritual sebab itu akan membuat anda semakin sulit untuk ke Allah. Anda tidak akan terasa terhijab dengan berbagai keanehan dan kegaiban padahal sebenarnya hal itu harus anda hindari.

Ke Allah merupakan jalan panjang yang penuh sensasi

Ke Allah merupakan jalan panjang yang penuh sensasi… sensasi ini harus kita tinggalkan…. sudah banyak pengalaman saya memiliki murid yang awalnya dia selalu mencari sensasi … selalu ingin bisa mendapatkan hal hal ghoib selama belajar DN… dan ditengah jalan akhirnya dia merasa tidak cocok dengan saya, merasa dirinya kecewa dengan saya karena dia telah overestimate dengan saya bahwa saya orang sakti, bisa menyembuhkan dan bisa sakti …Bukan saya hanyalah orang biasa yang sedang berjalan menuju kepada Allah. Hal yang sangat saya harapkan adalah kedekatan saya dengan Allah semakin dekat dan semakin dekat. Saya tidak memperhatikan dan saya tidak bangga dengan hal hal yang bersifat kesaktian dan sejenisnya.

Saya lebih sesuai dengan hal hal yang rasional, makanya saya juga berani mengajarkan dzikir nafas tanpa baiat dan tanpa syarat apapun meski banyak orang yang mengkhawatirkan… nanti sesat lah nanti kemasukan jin lah dan lain sebagainya… tapi bagi saya, saya mengajarkan dzikir nafas adalah sangat rasional dan sangat qurani, sangat sesuai dengan tuntunan Nabi SAW. Dan rasionalitas yang saya kedepankan ini ternyata terbukti.. bahwa semua sunatullah adalah rasional… tidak ada jamaah dzikir nafas yang kerasukan jin, tidak ada yang tersesat malah merasa semakin dekat kepada Allah, terjadi perubahan akhlak sesuai akhlak Nabi… dan pengalaman ke arah yang membawa kepada ketakwaan.

Saya khawatir jika dzikir nafas ini terlalu banyak pengalaman yang tidak membawa takwa misalnya bisa menyembuhkan, bisa untuk ngisi akik, bisa ngrogo sukmo bisa ini dan itu tapi tidak membawa takwa… khawatir saya … karena hal -hal yang demikian dapat membawa ke arah jauh dari Allah. membuat proses ke Allah jadi berhenti dan stagnan pada keghoiban dan kesaktian.

Kalau anda masih ingin belajar ke Allah bersama saya maka siapkan niat anda bahwa anda jangan berharap apa apa selain mendapatkan Allah. inilah frekwensi yang saya gunakan. jika anda tidak sama dengan frekwensi ini maka saya jamin ilmu saya tidak akan masuk dan anda akan jenuh… dan akhirnya anda akan meninggalkan majelis dzikir nafas. Tapi jika frekwensi sama maka dimanapun anda, kapan anda tetap akan bisa nyambung , bahkan pengajaran Allah yang saya terima secara langsung akan memvibrasi anda juga karena frekwensinya sama.

Baik mari kita perbaiki diri kita masing masing, kita niatkan hati kita jaga ihdina shirattal mustaqim…. jangan toleh kanan kiri lurus saja ke Allah.

kemana kita akan pulang

mbok ya kita seperti anak smp yang tidaktidak mungkin kita pulang ke masa lalu .. ke masa masa SMP ke masa masa SMA atau ke masa masa menjadi mahasiswa … kita akan pulang ke asal kita yaitu Allah SWT. nampaknya kalimat saya ini terkesan aneh dan lucu. Tapi bagi saya (yang nulis) ini memiliki makna yang cukup dalam dan cukup berat.

ketika kita memiliki masa lalu dan kita terbuai dengan masa lalu kita maka kita akan terbelokkan dunia kita menjadi dunia masa lalu…

mbok ya kita seperti anak smp yang tidak memiliki masa lalu … sehingga kita bisa berpikir tentang masa depan kita yaitu nanti kalau SMA atau nanti kalau sudah kuliah menjadi mahasiswa.

Usia saya saat ini 40 tahun, sudah banyak masa lalu saya saat saya SD saat saya SMP dan saat saya SMA dan kuliah.  sekarang saya harus seperti dulu ketika saya SMP dunia yang saya lihat bukan dunia masa lalu tapi masa depan. usia 40 dunia yang di tatap adalah dunia nanti di usia 50 …60 dan 70…. apa cita cita saya ketika usia 50, 60 dan 70…. apakah sama cita cita saya ketika masih SMP dan SMA tentunya tidak … atau malah saya tiap berhari akan bernostalgia dengan segenap kenangan masa lalu saya.

tentunya kita tidak ingin masa lalu kita menjadi hambatan kita untuk terus maju, kita tidak ingin masa lalu ini akhirnya melupakan masa depan kita.

tidak perlulah kita terlalu intens dengan tembang kenangan…. tiap hari reuni dengan kawan smp atau sma atau teman kuliah… sekarang saatnya menatap masa depan. Menjadi orang yang akan berhasil di tiap umur kita. Orang tua yang berhasil dan sukses bukan orang tua yang selalu mengenang masa lalunya bangga dengan masa lalunya dan terikat dengan masa lalunya tapi orang tua yang berhasil adalah menjadi orang tua yang tahu akan kemana kita akan pulang.

percuma kita tiap hari memutar tembang kenangan, tiap hari berinteraksi dengan kawan smp dan sma kalau tiba tiba ada yang meninggal salah satu kita jadi sedih dan takut kalau mati…. ketika memutar lagu kenangan yang ada dalam pikiran kita sewaktu masih muda…. sewaktu remaja… yang pada akhirnya kenangan kenangan ini akan melupakan kita kepada Allah.

baiklah dengan Berdzikir nafas ini saya mengajak diri saya dan seluruh jamaah DN agar tahu kemana tujuan kt pulang bahwa kita tidak kembali ke masa lalu dengan segenap kenangannya tapi kita harus tetap menatap masa depan kita … dimana endingnya adalah kembali kepada Allah SWT.

TNI dan Polri Ber dzikir Nafas

Coba bayangkan ketika Pasukan bersenjatakan lengkap, berbaris tegap tapi jiwanya berserah kepada Allah, hatinya selalu menyebut asma Allah dengan sebutan Huu Allah dengan dalam setiap keluar masuknya nafas. Tanpa ada yang tahu bahwa pasukan tersebut ternyata berdzikir tidak ada yang menyangka bahwa dibalik itu jiwanya pasrah kepada Allah. Seandainya semua pasukan muslim di Indonesia berdzikir nafas pasti indonesia akan menjadi kekuatan yang layak diperhitungkan. Maju perang ok… sebab yang menembak bukan pasukan tapi Allah…. pasti tidak ada keraguan dan ketakutan lagi.

Fisik pasukanpun dengan dzikir nafas akan lebih kuat sebab meski tegap dan waspada jantungnya berdetak relaks, darahnya mengalir optimal, metabolisme tubuh berjalan dengan baik sebab jiwanya tenang, jiwanya penuh kepasrahan kepada Allah. Hidup dan matinya karena Allah.

ya ini sekilas kemarin malam saya kedatangan tamu dari salah satu komandan TNI berpangkat Mayor, membicarakan bagaimana agar pasukan yang beliau pimpin yang berjumlah sekitar 400 personil dapat mencapai keadaan jiwa yang baik. Meski berjaga di pos penjagaan tidak bosan dan tetap semangat,… maka saya pun menawarkan sebuah solusi yaitu dzikir nafas. kalau berjaga dengan pikiran tidak tenang pasti berdirinya menjadi sangat membosankan ditambah lagi mungkin adanya masalah masalah dalam kehidupannya. Nah dengan berdzikir dalam setiap nafas ini menjadi solusi praktis agar berjaganya ada nilai positif yaitu berdzikir kepada Allah.

tentunya tidak hanya pasukan saja … saya juga engusulkan untuk tingkat perwira agar dalam mengambil keputusan lebih smart cepat dan tepat saya usulkan untuk melakukan Dzikir Nafas. Sebab dalam DN ini akan menstimulasi otak untuk kreatif sehingga lebih cepat menghasilkan insight ..

dalam dzikir nafas ini kuncinya adalah melatih kesadaran yang lebih tinggi, dan ini sangat dibutuhkan oleh TNI dan Polri… dengan kesadaarn tinggi ini akan lebih peka dengan hal hal yang akan terjadi sehingga menimbulkan sikap antisipatis yang tinggi pula sehingga pula dapat sedini mungkin melakukan pencegahan pencegahan dari hal hal yang tidak diinginkan atau hal hal yang bersifat mengganggu.

baik demikian sedikit hasil diskusi tadi malam …. dari jam 21.00 sampai jam 00.00.

cara cepat mendekat kepada Allah

Prinsipnya bahwa mendekat ke Allah ini semakin cepat akan semakin dekat, semakin cepat akan semakin dapat. jadi dalam mendekat ke Allah gunakan akselerasi yang selalu meningkat. baik ada tiga tingkatan percepatan dalam kita mendekat ke Allah

1. berjalan

2. berlari

3. loncat

tingkata awal adalah berjalan, ketika kita berjalan mendekat ke Allah maka seperti kita naik mobil dengan kecepatan sedang 30-40 km/jam artinya kita berjalan dengan santai . Yang kita dapatkan adalah santai dan relaks.

tingkatan kedua adalah berlari, disini ketika kita berlari menuju ke Allah maka yang kita dapatkan adalah getaran yang lebih kuat dari pada yang pertama, getaran ini bisa membuat tubuh kita terguncang,.. kadang nafas kita seperti terhenti dan sensasi lainnya. Getaran yang kuat ini disebabkan karena kecepatan kita dalam menuju kepada Allah. Seperti halnmya jika kita mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi maka getaran mobil semakin kuat… semakin laju maka getaran juga semakin kuat .

nah yang ketiga, ini yang jarang digunakan adalah loncat jump. loncat ini dapat kita gunakan untuk mendekat kepada Allah dengan cara masuk ke wilayah terakhir yang kita pahami. Keadaanya adalah bahwa ketika kita ke Allah maka ada keadaan akhir …maka segera loncat pada keadaan akhir tersebut. Kemudian ketika kita lncat pada keadaan terakhir tersebut maka kita akan tahu keadaan lebih jauh lagi… nah kita loncat kepada keadaan yang lebih jauh lagi tersebut.

baik silahkan coba mana yang anda suka dan anda bisa tentunya. berjalan boleh berlari boleh loncatpun silahkan. yang penting mendekat ke Allah.

silahkan lihat penjelasannya saya di youtube : http://youtu.be/KNhTzKj0MYA

Tidak ada tingkatan dalam mengenal Allah

Jangan sampai kita terjebak pada awam dan tidak awam…. apalagi kita menganggap bahwa diri kita awam…. lebih parah lagi menganggap orang lain adalah awam. islam tidak mengenal awam dan tidak awam. Dulu jaman nabi tidak ada istilah sahabat awam dan sahabat tidak awam, semua sahabat sama.

Islam ini dalam mengenal Allah tidak ada kasta seperti tulisan saya yang dulu. jangan menyamakan agama islam dengan agama islam misalnya dalam agama hindu yang ada kasta kasta. Islam diciptakan tidak ada kasta. Islam tidak ada kasta awam dan kasta non awam. Allah sudah jelas jelas menyebutkan Diri Beliau dengan dekat bahkan lebih dekat dengan urat leher. dekat ini tidak mengenal awam dan non awam. Tidak ada istilah kalau non awam lebih dekat dari pada yang masih awam.

Sekarang tinggal kita sendiri mau ndak ita membuka diri kepada kehadiran Allah yang dekat ini. kalau kita masih menutup diri maka kita jauh dari Allah (meski Allah tetap dekat) dan sekali lagi ini tidak ada kaitannya dengan awam atau tidak awam.

sekarang mari kita buka diri kita dengan menyadari dan menerima Allah bahwa Allah itu dekat, maka jika ini kita lakukan maka jelas benar bahwa Allah itu ada dan Allah benar dekat dengan kita.