Articles with ego

ketidakmampuan itu membebaskan diri dari ego

Ketidakmampuan adalah suatu keadaan di mana kita memang tidak mampu apa apa. kadang kala ketidak mampuan ini memuncuulkan kekuatan ego inilah aku yang tidak mampu apa apa justru ini yang membuat kita merasa bisayaitu merasa bisa “tidak bisa” apa apa dan ini harus kita hilangkan. sampai benar benar kita merasa tidak bisa untuk tidak bisa apa apa. Ketika kita masih memiliki kemampuan merasa memiliki kemampuan maka kita tidak terbebas dari belenggu ego. Belenggu  ego ini akan membebani kita. seorang yang merasa bisa maka dia akan terbebani oleh “merasa bisa” nya ini. sikap Nol itu akan membawa keadaan kita pada kebebasan diri, tapi ingat jangan merasa bebas karena inipun kita akan terjebak bahwa diri kita bisa melakukan pembebasan diri.

semakin dalam maka ilmu ini akan semakin susah dipahami dan memang demkian. maka kunci untuk menguasai ini harus dipegang yaitu lurus ke Allah dan Nol. ketka kita sudah mendapatkan kuncinya ini makaberjalanlah pasti nanti kita akan diberitahu oelh Allah mana mana yang masih salah. merasa tidak mampu akan menyebabkan kita faham akan hal hal yang membuat kita mampu. Ketika kita lurus ke Allah maka kita nanti akan faham mana mana yang akan membuat kita tidak lurus lagi ke Allah.

Ketika kita mengerjakan suatu  tugas maka akan ada beban dalam diri kita untuk menyelesaikanya, coba teliti lebih lanjut pasti dalam diri kita ini pasti merasa ada suatu kemampuan. Merasa bisa menyelesaikan tugas misalnya, ini akan membebani proses penyelesaian tugas. coba misalnya kita bebaskan diri kita dari merasa bisa menyelesaikan tugas pasti akan lebih ringan untuk mengerjaknnya.

teori pembebasan diri ini memang agak berbeda dengan teori motivasi yang sering kita dengar. kita biasa mendengar motivasi  bahwa aku bisa, kita bisa dan sejenisnya. Hal ini pada awalnya memang akan menimbulkan semangat tapi semangatnya seperti semangat panas panas tahi ayam. Panas tahi ayam adalah panas di awal saja, semangat di awal nanti setelah beberapa waktu akan melemah dan seperti tidak ada daya untuk menjalankannya lagi. Dengan teori mengosongkan ego dan kita menjalankan saja maka kita akan mampu untuk istiqomah. Kita akan dapat menjalankan dengan benar dan dengan hati hati. kita berjalan seperti onta .. yang lambat tapi terus berjalan dan berjalan, pelan tapi kuat dan pasti.

Lepasnya jiwa dari ikatan ego

fokus saya dalam berspiritual adalah pada kesadaran. Kesadaran ini yang terus saya latih dan latih hingga mencapai keadaan kesadaran yang semakin sadar dan semakin sadar. Saya tidak main di alam ghoib atau alam alam lainnya.Jadi ketika belajar dengan saya maka jangan berpikir jauh tentang alam alam atau yang sejenisnya. Misalnya ketika saya menuliskan lepasnya jiwa dari ikatan ego, maka jangan berpikiran bahwa saya mengajarkan keadaan lepasnya jiwa yang meluncur kemana … tidak, sekali lagi saya fokus pada kesadaran. jadi lepasnya jiwa dari ego ini adalah lepasnya jiwa yang menjadi jiwa yang fitrah yang tidak terikat lagi dengan sifat keakuan.

baik jadi jiwa kita ini awalnya adalah fitrah yaitu jiwa yang belum ada ego, nah kemudian seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan, maka muncullah ego dalam jiwa kita, seingga jiwa yang fitrah sudah tidak fitrah lagi. dan Setelah baligh tugas kita adalah mengembalikan jiwa kita agar terbebas dari ego, yaitu dengan ibadah ibadah yang kita lakukan.

bagiamana terlepasnya jiwa dan ego? ya caranya mudah, lurus saja ke Allah kemudian bebaskan jiwa tadi dari alam pikiran dan persepsi, terus tembus keadaan alam pikiran dan perasaan, terus lurus ke Allah mencapai Allah yang bukan ini dan itu, Allah yang bukan kita persepsikan Allah yang tidak ada dalam pikiran kita yaitu allah yang tidak sama dengan apapun. ketika kita mencapai keadaan ini maka kita akan dapat merasakan keadaan jiwa terlepas dari ego.

keadan terlepasnya jiwa dari ego ini kemudian kita gunakan dalam setiap ibadah kita, gunakan dalam shalat dalam dzikir dan ibadah lainnya, setelah itu gunakan juda dalam keseharian ketika berjalan berdiri atau berbaring. baik semoga kita mendapatkan bimbingan Allah SWT. bagi yang belum paham terima dulu saja teori ini, suatu saat jika Allah memberikan petunjuk ALlah akan membimbing secara langsung kepada kita, jangan ditolak karena itu akan dapat menutup pintu hidayah dan pelajaran yang ALlah berikan.

Siapa yang sujud dalam shalat ?

ketika belajar makrifat kalimat ini sering menjadi perincangan dan diskusi menarik. ya wilayah ini banyak yang nyari. tak sedikit yang berhasil memasuki wilayah ini dan banyak juga yang gagal dan banyak juga yang tersesat malah mengaku dirinya Tuhan yang sedang bersujud. inilah yang harus kita kuati kenapa saya getol untuk mengajak ke Allah untuk ihlas beribadah karena Allah karena memang kalau kecampuran yang bukan Allah maka perjalanan spiritual akan dapat menyesatkan.

Baik sebenarnya siapa yang sujud? pada tataran masih eksisnya ego dalam diri maka yang sujud ya ego tersebut atau keakuan atau diriku, tapi kalau ego ini sudah lenyap artinya menjadi manusia Nol maka yang bersujud adalah diri tanpa ego. ya perbedaan hanya pada ego. Ego yang ada menyebabkan kesombongan dan Ego yang lenyap menyebabkan keihlasan.

nah dari sini jelas, berarti kita harus menghilangkan ego kita untuk dapat sujud dengan benar untuk dapat shalat dengan benar yaitu belajar menghilangkan ego kita.  Ego harus kita lenyapkan dari diri kita karena ego inilah sumber dari masalah masaalah “hijab”. Hijab itu bukan dosa tapi hijab itu adalah ego yang menyebabkan kesombongan.

untuk dapat menghilangkan ego cukup mudah yaitu dengan berserah diri kepada Allah dalam setiap keluarnya nafas kita. Dengan semakin sering menjalankan latihan ini maka lama lama kita akan merasakan ketiadaan ego kita. Orang pasrah adalah orang yang mampu melepaskan egonya hingga diri sejati bersih tanpa dikotori ego. Diri sudah tidak menjadi diriku lagi , diri sudah menjadi diri yang sebenarnya diri.