Articles with guru mursyid

dalam berspiritual anda butuh praktek bukan teori saja

bermakrifat atau berspiritual adalah jalan maka anda harus berjalan, untuk bisa berjalan maka anda harus  menggunakan kendaraan atau cara atau metode. Untuk jalanya tidak perlu petunjuk tidak perlu GPS karena jalan ini lurus dan tidak akan belok belok. Jalan keTuhanan adalah jalan yang lurus sehingga anda tidak ada masalah apakah anda sudah tahu arahnya atau tidak. Tidak perlu penuntun dalam hal ini karena anda diberi kemampuan TUhan untuk berjalan sendiri. Guru atau mursyid hanya menunjukkan ini jalannya ini caranya dan silahkan jalan sendiri. sangat salah kalau guru mursyid mengantarkan sampai tujuan, pasti tidak akan sampai. Sebab guru mursyid pun juga sedang mengadakan perjalanan. dan perjalanan ini tidak bisa rombongan harus sendiri sendiri. Maka percayalah kepada ALlah jika kita sudah menemukan jalan yang lurus tadi dan sudah menemukan metode yang praktis untuk kesana.

Rasulullah bukan seorang guru Mursyid

Kalau tidak mau mencontoh rasulullah mau mencontoh siapa? jika ada yang tidak sesuai dengan apa yang beliau jalankan masak kita mau mencontoh dan menirunya. demikian pula hal yang esensi dalam kita belajar menuju ke Allah. Rasulullah tidak pernah menyebut diri beliau adalah seorang guru mursyid, tapi beliau menyebut diri beliau sebagai seorang sahabat bagi umatnya pada waktu itu. Beliau ingin menunjukkan kepada kita bahwa Beliau bukanlah sang pemberi petunjuk, sang pemberi hidayah, tapi beliau adalah utusan yang di utus oleh sang pemberi petunjuk, sang pemberi hidayah untuk umat manusia agar kembali kepada Allah. Jadi posisi Rasulullah bukanlah seperti posisi Allah SWT. Beliau sangat paham tentang hal ini sehingga beliau tidak berani mengatakan bahwa beliau adalah guru apalagi mursyid.

kita harus paham benar mana Sang Penuntun dan mana yang mengajak untuk kembali kepada Sang penuntun. Jangan di campur aduk. Okelah jika kita cinta kepada Rasulullah tapi cinta kepada rasulullah jangan sampai merusak ajaran Rasulullah itu sendiri dengan menyesatkan manusia dengan mengarahkan manusia kepada selain Allah. Kalau kita mencintai rasulullah berarrti kita juga mencintai apa yang beliau ajarakan, apa yang beliau ajarkan yaitu mengajak menusia untuk kembali kepada Allah secara langsung. Bukan melalui perantara apapun termasuk perantara manusia. Kalau ada yang mengajak untuk tidak ke Allah tapi ke manusia itu sama saja menyesatkan manusia dari jalan ketauhidan itu artinya menghina dan melawan ajaran Rasulullah.

Berjalan menuju ke Allah adalah perjalanan masing masing dari kita, selama kita lurus ke Allah maka akan selamat tapi jika kita berhenti pada sosok manusia maka kita akan terhenti disitu selamanya dan tidak akan bisa sampai ke Allah, seterusnya dan selamanya naudzubilah

marilah dalam perjalanan menuju ke Allah ini kita kembalikan kepada ajaran Rasulullah yang mengajak kita semua umatnya ini untuk ke Allah bukan ke yang lain. KEnapa Rasulullah tidak mengangkat diri beliau sebagai guru mursyid sebab Beliau ingin agar kita lurus ke Allah tidak ke BEliau sebagai Rasul terlebih kepada pengganti paengganti dan pewaris beliau yaitu ulama ulama syehk syehk… atau yang lainnya.

semoga kita selalu dituntun untuk selalu kembali kepada Nya amiin.

Rasulullah Muhammad SAW

cara menghadirkan mursyid ketika berdzikir

Berdzikir tanpa ada bimbingan bahaya, bener kata orang, salah yang membimbing bisa menyebabkan GILA. Maka saya sampaikan cara disini agar tidak gila. Cara agar tidak gila adalah menghadirkan mursyid, mursyid adalah pembimbing ketika berdzikir yang membimbing kita untuk bisa benar benar berdzikir. Dengan adanya mursyid ini maka dzikir kita akan terarah sesuai dengan yang ada di surat al fatihah yaitu ihdinashiratal mustaqim yaitu jalan yang lurus. Akibat tidak adanya pembimbing ini maka jalan kita akan sulit sebab kita sendiri tidak tahu jalan, bagaimana tahu jalan kalau tidak pernah ke sana. Kita hanya tahu tujuan tapi tidak tahu jalan, yang tahu jalan ya Sang Pembimbing itu tadi atau mursyid.

sekarang siapa mursyid itu, Mursyid adalah yang membimbing yang dapat membawa kita yang dapat menunjukkan jalan kita, yang dapat memberikan tuntunan dan mengajarkan kepada kita apa apa yang sebelumnya tidak kita ketahui, nah Mursyid itu adalah Allah SWT. maka dalam berdzikir menghadirkan mursyid menjadi wajib hukumnya sebab Dialah yang akan membimbing, membimbing untuk menuju kepadanya. jadi Allah itu ya mursyid ya tujuan artinya Allah sendirilah yang akan menunjukkan jalan kemana arah menuju-Nya.

sebab siapa yang tahu akan Beliau kalau bukan Beliau sendiri. sangat tidak mungkin kalau mursyid itu manusia sebab manusia tidak akan bisa membimbing manusia menuju kepada Allah. Sebab manusia siapapun itu masih memerlukan bimbingan Allah.

nah bagaimana sekarang menghadirkan mursyid dalam dzikir kita, caranya sangat sederhana yaitu dengan sadar Allah. Ya dengan sadar Allah dari setiap bacaan dzikir yang kita baca akan menghadirkan Allah menghadirkan sang Mursyid. jika ini kita sudah kita lakukan maka dijamin tidak akan gila tidak akan tersesat dan pasti akan cepat sampai. Warning : jangan menggunakan mursyid yang lain sebab dia tidak bisa memberi hidayah, dia tidak bisa memberi tuntunan dan dia tidak bisa menjamin keselematan dunia ahkirat.

Mursyid itu adalah ALLAH SWT

ber DN berproses menuju ke Allah

ber Dzikir Nafas (DN) adalah proses, ketika kita ber DN maka kita berproses terus menerus untuk menuju kepada Allah. terutama proses untuk menghilangkan EGO sehingga kesadaran mampu memahami yang benar benar Allah. Proses ini berarti kita harus berjalan dan bergerak menuju kepada Allah. Tidak ada istilah sudah sampai atau berhenti. Kalau kita berhenti atau mengatakan sudah sampai berarti kita sudah tidak  ke Allah lagi, hanya sampai disitu saja perjalanan kita. Padahal kita ingin lebih dekat dan lebih dekat kepada Allah. Dekat ini terus mendekat dan terus mendekat. Bahasa al quran pun menyebutkan bahwa Allah itu dekat bahkan sangat dekat. Ada kata dekat itu berarti bahwa kita selalu ada jarak dengan Allah makanya kita harus selalu mendekat.

Islam tidak mengenal istilah bersatu dengan Allah, manunggaling kawula gusti atau unity atau istilah lainnya. maka kita dalam ber DN tidak boleh berhenti pada merasa “bersatu”. Kalau itu sampai ada maka segera lanjutkan perjalanan kita. Karena perasaan bersatu atau keadaan bersatu itu dapat menjadi hijab antara kita dengan Allah, artinya kita tidak akan dapat melanjutkan perjalanan kita kembali. Kalau kita belajar ber DN maka setiap saat kita harus berproses mendekat kepada Allah. selalu mendekat dan selalu mendekat.

mendekat pun sendiri sendiri tidak ada mendekat kepada Allah secara berjamaah. karena urusan mendekat kepada Allah ini adalah urusan pribadi kita dengan Allah. Kita pun juga tidak bisa meminta tolong kepada siapapun dalam hal ini, Entah itu minta tolong kepada guru mursyid, minta tolong kepada malaikat malaikat atau kepada nabi nabi. dalam hal ini kita harus lurus ke Allah tidak ada istilah “selain Allah” semuanya harus Allah. Semua yang bukan Allah dalam hal ini harus kita kesampingkan. saya harus tegas dalam hal ini karena banyak yang ke akhirnya tidak ke Allah. Banyak yang ke Allah tapi minta tolongnya tidak ke Allah. Padahal kita tahu bahwa Allah ini tidak mau diduakan. Sekarang bagaimana kita akan bisa mendekat ke Allah kalau kita menduakan Allah. Seperti misalnya begini, saya jual tanah .. sudah saya tulis besar besar bahwa tanah ini saya jual tanpa perantara… kemudian anda akan beli tanah itu tapi menggunakan perantara .. jelas saya tolak. kendapa pakai perantara langsung dengan saya saja bisa. sama saja dengan Allah kenapa kita pakai perantara guru mursyid atau yang lainnya kalau langsung ke Allah saja bisa. kalau anda takut dengan cara saya ini, coba evaluasi keimanan anda. Percaya Allah atau percaya guru mursyid, atau yang lainnya?

baik dalam Ber DN kita harus berproses sampai mati, berproses menuju ke Allah sampai nanti nafas terakhir kita. Selama masih ada nafas maka selama itu pula kita harus ber DN.

selamat berjuang berproses menuju kepada Allah. Laa ilaha ilallah. hilangkan yang lain … hanya Allah yang bisa menolong kita.