Articles with here and now

Konsep Here and Now dalam islam

Adanya waktu sekarang nanti dan kemarin adalah karena pengaruh kita di bumi yang berputar sehingga ada siang dan malam, sekarang andaikan anda berada di luar bumi yang tidak ada siang dan malam maka anda tidak bisa lagi menyebutkan lagi waktu tidak ada kemarin dan besuk yang ada adalah sekarang.

Sekarang mari kita tidak berada lagi di bumi berarti hidup anda akan berada pada dimensi sekarang bukan lagi kemarin dan besuk.

dalam islam kita akan hidup kekal ketika kita sudah terbebas dari bumi, artinya kalau kita nanti sudah mati maka hidup kita akan abadi , kata abadi ini juga menjadi bukti akan tidak adanya waktu. Kalau ada waktu pasti ada akhirnya atau ada awalnya. Islam selalu menyampaikan bahwa hidup kita akan abadi kelak di akhirat. Kita di surga tidak akan berakhir kalau di akhirat (naudzubillah) itupun juga kekal abadi.

sekarang mari, meski kita masih hidup di dunia kita loncat pada keadaan tidak ada ruang dan waktu (here and now), surga itu kapan dan neraka itu kapan? maka surga itu adalah sekarang dan neraka juga sekarang. Kalau kita mendapat surga dunia sekarang maka psati kita akan mendapat surga akhirat karena akhirat dan dunia tidak bisa dipisahkan lagi dengan waktu … sekarang dan nanti.. yang ada adalah sekarang.

kenyataan ini akan memaksa anda untuk mencari keadaan bahagia kapan? ya sekarang, tidak bahagia nanti di akhirat (karena akhirat juga sekarang).

keadaan sekarang dan disini juga membuat kita akan lebih bisa menentukan keadaan keadaan yang kita kehendaki. Mau bahagia atau mau sengsara… dan tidak ada alasan lagi ..biarlah sekarang sengsara nanti di akhirat bahagia.. Tapi kalau anda memahami bahwa bahagia itu nanti di akhirat, maka anda akan mendapatkan kehidupan anda dan akan membiarkan hidup anda sekarang ini sengsara dan kalau anda masih berpendapat bahwa ada nanti bahagia maka anda akan tertitpu.

barang siapa mencari dunia maka tidak akan mendapat akhirat, berarti anda berorientasi pada waktu yaiu nanti tapi jika anda berpedoman bahwa barang siapa mencari akhirat maka dunia dapat berarti kita berorientasi pada saat sekarang dan disini. Orang yang berorientasi sekarang dan disini pasti akan beribadah shalat puasa dan lainnya. Ibadah itu adalah sekarang untuk sekarang karena ibadah sendiri adalah kebahagiaan. Kalau ada orang yang ibadah tapi terpaksa (tidak ihlas) berarti bukan berorientasi akhirat dan ini pasti neraka.

maka saya mengajak diri saya sendiri untuk dapat menerima bahwa tidak ada ruang dan waktu yang ada adalah hari dan sekarang. ibadah saya ya surga saya kapan ya sekarang dimana ya disini. ibadah saya tidak untuk nanti tapi untuk sekarang karena akhirat yang berupa surga adalah sekarang.

baik beberapa dari anda pasti ada yang bingung dengan artikel saya ini…. by pass saja tidak perlu di pikir bigit bingit.. hehe salam ramadhan…

jangan memisahkan kebahagiaan dunia dan akhirat

Benarkah akhirat itu nanti? dan dunia itu sekarang? Jika kita memahami dengan kesadaran kebenaran maka tidak ada nanti yang ada adalah sekarang. dunia itu adalah sekarang dan akhirat juga sekarang. Kalimat nanti itu tidak ada sebab kita hidup adalah sekarang, bukan nanti Kalau kita diakhirat maka yang ada adalah sekarang tidak nanti. Baik itu kenyataan pertama yang harus kita pahami dan sadari.

dalam doa sapu jagad, kita minta keselamatan dunia dan akhirat itu adalah sekarang bukan nanti. fidunya hasanah wafil akhirati hasanah.

kesatuan antara dunia dan akhirat ini tentunya menimbulkan suatu kenyataan lain bahwa jika seseorang bahagia duniawi maka bahagia akhiratnya, demikian pula sebaliknya jika dunianya sengsara, menderita maka akhiratnya juga demikian pula. ingat ukuran bahagia bukan uang. sebab kalau sudah menyatukan antara dunia dan akhirat maka ukuran materi harus kita hilangkan berganti dengan kebahagiaan sejati yaitu kebahagiaan spiritual.

kalau orang mengaku dunia sengsara nanti di akhirat bahagia itu adalah bohong. Surga atau neraka itu sudah terjadi sekarang dan sudah ada tanda tandanya sejak sekarang. orang yang masuk neraka hidupnya penuh ketidakbahagiaan. Nah sekarang kita tanya diri kita masing masing apakah kita bahagia dengan kehidupan yang sekarang kita jalani ini?.

bahagia dunia tidak bisa dipisahkan dengan bahagia di akhirat. maka sekarang kita harus segera mencari jalan bagaimana dapat bahagia dengan keadaan yang sekarang kita jalani. Jika harta tidak membuat kita puas dan selalu ada kekurangan maka ┬ábahagia itu tidak terletak pada harta, jika setelah di beri anak dan hidup kita tidak tambah bahagia maka bahagia itu tidak terletak pada punya atau tidak punya anak. atau hal lainnya. Kebahagiaan sejati harus kita cari sejak sekarang jangan sampai terlambat “nyawa diambil”. Kesempatan hidup kita hanya sebentar bahkan sangat sebentar. Kita harus berkejaran dengan waktu.

kebahagiaan sejati adalah ketika kita menemukan Allah dan kita bersikap berserah diri kepada-Nya. maka kita akan menemukan kebahagiaan yang tidak ada bandingnya. semakin kita berserah bahagia itu semakin dalam dan semakin membuat surga kita benar benar sudah kita rasakan saat ini tidak nanti.

baik semoga apa yang sampaikan ini dapat membuat kita paham dan dapat mendekatkan kita pada kebahagiaan sejati.