Articles with hukum

kuwalat

kuwalat atau kualat, atau malati…. adalah suatu istilah yang hampir mirip dengan hukum karma karena berbuat tidak baik kepada seseorang yang berjasa. misalnya memarahi orang tua, memaki maki guru spiritual, atau yang lainnya. akibat kuwalat biasanya berakibat fatal dan dampaknya jangka panjang, dan kejadiannya bisa langsung atau berjangka waktu (tidak langsung). cerita kuwalat yang paling keliahtan adalah ceritanya si malin kundang yang berbuat tidak baik kepada orangtuanya.
islam mengajarkan kita untuk menghormati orang yang sudah berjasa kepada kita, bahkan kita disunahkah untuk cium tangan. jangan membandingkan ilmu atau jasa yang telah dia berikan dengan mungkin perbuatan yang tidak baik yang pernah beliau perbuat. lebih kita diam dari pada kita menjelek jelekan beliau. apalagi jika orang yang berjasa tersebut sudah meninggal…. kalau saya contoh seperti Gus Dur, walau beliau tidak ada hubungannya dengan saya tapi saya merasakan pencerahan pencerahan yang beliau berikan dapat membentuk suasana di negara ini lebih sadar…. dan kesadaran negara ini … mempengaruhi diri saya…. terlabih lagi dari sisi berpikir saya banyak mencontoh kebebasannya dalam berpikir dan berpendapat, serta easy goingnya jika menghadapi masalah. jadi beliau adalah guru saya,,, sehingga saya tidak berani untuk “ngrasani’ negatif ….
untuk mari kita hormati guru kita, orang tua kita, ustad kita yang telah membentuk kita lebih baik.

bermain dengan hukum fiqh

yang namanya hukum terantung dari yang mbuat, sampai hukum agamapun bisa buat untuk kepentingan tertentu, misalnya muhrim, kalau haji atau umrah tidak ada muhrim maka secra hukum tidak diperbolehkan, permainannya : cukup dengan surat muhrim yang di buat pemerintah setempat bisa jadi muhrim. KB yang dulu haram lambat laun jadi nggak jelas ststusnya, menjadi nasabah bank yang dulunya haram sekarang juga nggak jelas statusnya.
isu terakhir yang menarik kyai gus dur yang mengajak golput mau di haramkan oleh ustad hidayat nurwachid… nah kenyataan ini memahaman saya sebagai orang yg awam agama bahwa hukum islam dapat di rubah sesuai keinginan.
semoga allah meridloi keinginan keinginan kita amiin

memaafkan kasus ryan jombang

keterbatasan manusia adalah sikap memaafkan, begitu besar kesalahan ryan yang telah diperbuat (menurut pandangan manusia) begitu berat untuk memaafkan dia terhadap apa yang sudah diperbuat, itulah keterbatasan manusia dalam hal memaafkan, tentunya beda dengan maha pengampunnya allah yang dengan kasih dan sayang nya serta maha ampunnya Dia bisa  mengampuni siapa saja yang telah berbuat dosa.

saya melihat dari kacamata kita saja bukan keuntungan yang diperoleh ryan.. maksudnya begini.. kita memaafkan atau tidak juga tidak berpengaruh apa apa terhadap ryan karena dia toh nanti akan kena akan hukuman. yang jadi masalah adalah diri kita ini yang tidak memaafkan… atau malah kebencian.  coba jika seandainya, ini contoh ekstrim, anda berpikir kebencian dan tidak memaafkan… kira kira apa yang terjadi … hati kita sendiri yang akan rusak jiwa kita yang tidak akan tenang. secara bawah sadar … jika kita memliki bawah sadar yang negatif (jelek) maka akan sangat mudah sekali terstimulasi oleh kejelekan sehingga yang muncul adalah ketidakmauan untuk memaafkan.. dan ketidak mauan untuk mengasihi… (sungguh beda dengan kasih dan amupunan ALlah).

memaafkan disini tidak identik dengan terbebaskannya hukuman untuk ryan tetap itu berjalan namun hukuman yang tidak disertai dengan kebencian dan dendam. seperti halnya Allah bahwa Allah juga maha adil artinya siapapun yang salah akan dihukum namun hukuman yang disertai dengan kasih sayangnya.

dampak paling buruk dari tidak memaafkan dan mengumpat adalah terbukanya alam bawah sadar kita untuk memasukkan perilaku ryan dalam alam bawah sadar…. ini yang sangat bahaya bawah sadar sudah membuka diri maka tingal tunggu keadaan saja.. naudzubillah… oleh karena itu tutuplah alam bawah sadar kita dengan memaafkan … ndak adanya gunanya juga  toh kita juga bukan apa apa nya Ryan… biarkan dia ditangani yang berwajib…