Articles with hutang

Bersihkan diri dari beban hidup

Hidup akan menjadi beban jika ada beban… nah kita dapat membersihkan beban hidup itu dengan mengenolkan diri kita menjadi diri yang tiada ego. Mengenolkan ego dapat anda latih dengan berdzikir nafas secara rutin dan usahakan terus menerus. Kita akan merasakan bagaimana nikmatnya hidup tanpa beban. Kita akan dapat melakukan aktifitas tanpa ada yang membebani. Kita bekerja enjoy, kita ibadah enjoy dan semua enjoy.

Ingat bahwa masalah sebenarnya di luar bukan di dalam diri kita. kenapa diri kita yang di dalam ini juga ikut bermasalah karena diri kita ikut ikutan, Coba kalau kita pisahkan dengan masalah yang ada di luar dan kita lepaskan maka kita akan enjoy. Contoh kita punya hutang, hutang ini kan masalah di luar diri kita bukan masalah di dalam. Kalau masalah di luar ini kita bawa ke dalam misalnya dengan memikirkannya “bagaimana kalau tidak bisa bayar”, memikirkan misalnya “aduh.. hutang banyak sekali…” dan seterusnya .. Maka hidup kita akan terbebani dan kita dalam keadaan “bermasalah’

Masalah tidak kita lupakan dalam konsep membersihkan diri dari beban hidup adalah bahwa masalah tersebut kita pasrahkan kepada Allah, kita mintakan solusi kepada Allah SWT. sangat beda melupakan masalah dengan memasrahkan masalah tersebut kepada Allah. ada beberapa orang yang nyengir ketika saya mengatakan bahwa saya menyerahkan masalah saya kepada Allah. Seolah saya di ejek “bagaimana mungkin masalah┬áselesai kalau diserahkan kepada Allah”… ya itulah ejekan orang yang tidak beriman … ya saya biarkan saja…

ketika kita memasrahkan masalah kita kepada Allah maka beban hidup kita nol, dan kita akan bisa menikmati hidup sambil menunggu apa yang Allah ilhamkan dalam diri terkait dengan penyelesaian masalah tersebut. dan saya menjalankan perintah Allah untuk menylesaikan masalah tersebut dapat saya jalankan dengan ringan dan dengan bahagia, tidak ada beban tidak ada malas apalagi khawatir dengan masalah tersebut.

itulah tips membersihkan diri dari beban hidup semoga kita dapat menikmati hidup yang sekarang bukan kemarin atau nanti, kita bahagia sekaran maka akan bahagia nanti, kita sengsara sekarang maka akan sengsara nanti.

Terhimpit hutang

sudah menjadi hal yang umum sekarang ini bahwa hutang sudah menjadi suatu yang lumrah. Hutang usaha, hutang untuk keperluan sehari hari bahkan hutang untuk bersenang senang. Semakin banyak Bank tentunya semakin banyak yang hutang, sebab memang bank hidupnya dari para penghutang. dengan berbagai iming iming ini dan itu banyak yang tergiur untuk berhutang. Baik kalau memang bisa memastikan membayar cicilan tak masalah tapi jika “mbayar cicilannya” gambling artinya tidak bisa dipastikan maka ini menjadi suatu hal yang harus dihindari. Misalnya hutang usaha dimana usaha juga belum pasti laku maka hutang sebaiknya dihindari. Sebab usaha yang belum pasti dengan dibebani hutang menyebabkan pikiran menjadi tidak terganggu oleh hutang yang ada, bahasa saya hutang menyebabkan vibrasi negatif. kalau saran saya jalankan usaha sesuai dengan modal yang ada yang penting istiqomah dan yakin kepada Allah.

usaha itu berhasil atau tidak tergantung dari Allah bukan tergantung dari modal yang di hutang dari Bank. maka untuk keberhasilan harus yakin kepada Allah bahwa dengan modal yang ada (tidak hutang) Allah akan mengembangkan usaha yang sedang dijalankan. memang disini letak kesabaran sangat menentukan.

baik jangan sampai nanti kita usaha, hutang terus mengejar ngejar kita hal ini dapat menyebabkan hidup tidak tenang. apalagi jika sampai terhimpit hutang. berarti hutang ini sudah menjadi racun …

baiklah bagaimana jika sudah terlanjur “terhimpit hutang”. Yang pertama dilakukan adalah bertaubat kepada Allah atas kesalahan dalam berhutang. dan berjanji tidak akan berhutang lagi.

yang kedua adalah berniat membayar hutang dengan jalan apapun misalnya menjual aset, menjual tanah, menjual mobil, motor dan semua yang ada untuk membayar hutang. Jangan pernah menutup hutang dengan hutang karena itu akan membuat masalah lebih besar….

jangan pergi ke dukun yang katanya bank ghoib, melipatgandakan uang dan lain sebagainya karena selain itu adalah jalan setan , dapat menjauhkan anda dari Allah sejauh jauhnya. Tetap lah dijalan Allah sehingga Allah nanti membuatkan jalan keluarnya.

Hadapi semua resiko yang ada dalam berhutang, misalnya menghadapi debt collector… atau menghadapi telp dari bank .. jangan melarikan diri atau menghindar .. malah kalau perlu sebelum di tagih bank … datanglah ke Bank bahwa tidak bisa bayar cicilan… meski bank memberikan sangsi mintalah keringanan .. jika memang sudah tidak bisa ya ikuti saja apa yang sudah menjadi ketentuan dan perjanjian bersama yang sudah disepakati.. misalnya Bank menyita agunan tanah… ingat semua pemberian Allah dan bukan milik kita, kita mohon lagi saja sama Allah, ya Allah berikan saya tanah yang lebih baik bagi saya… saya ihlas…

beri pengertian kepada keluarga tentang masalah ini… kalau misalnya tidak bisa menerima bahwa aset terjual rumah terjual beri pengertian … dan kalau memang minta hal yang paling negatif misalnya cerai ya hadapi dengan tenang dan baik baik.. bujuk bahwa nanti Allah beri ganti yang lebih baik… (semoga hal hal negati ini tidak terjadi).

 

jurnal malam jumatan 18 desember 2008

malam ini kita banyak membahas faktor keimanan pengaruhnya terhapap coping terhadap masalah msalah yang sedang kita hadapi. 3 jamaah malam jumatan mengakui jika memang mereka mengalami masalah dalam kehidupan. terutama masalah ekonomi. bla bla.. akhirnya ketemu solusinya …