Articles with ilham

23 Jurus Wali Mabuk Ilahi : Tirakat untuk menyelesaikan amanah

Menyelesaikan amanah membutuhkan pertolongan Allah SWt  dan petunjuk Allah SWT. Utuk mendapatkan 2 hal tersebut dapat kita peroleh insya Allah dengan tirakat. Tirakat dengan menjalankan amal ibadah yang disunah kan apalagi diwajibkan. Pada bulan ramadhan kesempatan kita untuk bertirakat. Dari siang tidak makan dan minum malamnya berada di masjid beribadah shalat wiridan dan terutama sekali adalah itikaf.

menyelesaikan amanah tidak hanya mengandalkan apa yang logis, yang tidak logis pun harus kita gunakan. yang tidak logis ini dapat kita lakukan dengan tirakat. Rasulullah tirakat di gua hira dan mendapatkan wahyu al quran. Pada saat Rasulullah tirakat di temui malaikat dan petunjuk Allah. Amanah Rasulullah adalah bagaimana membawa umat yang jahiliah ini kepada masyarakat yang beriman. Kemudian beliau bertirakat di gua hira dan Allah mengabulkan.

maka kita contoh cara Rasulullah ini dengan laku tirakat. Pada saat ini kita berada di bulan ramadhan, maka kesempatan kita untuk tirakat menjalankan amanah dengan meminta bantuan Ghoib yaitu kepda Allah SWT. Bantuan ghoib ini sangat memudahkan dalam kita menyelesaikan amanah yang sedang kita jalankan. Ghoibnya ini akan nampak kalau kita jalankan terlebih dahulu tirakatnya dengan sungguh sungguh.

perlu di catat bahwa amanah dari Allah, dan Allah tidak akan tinggal diam jika amanah itu tidak bisa dijalankan asal kita minta kepada Allah. kita minta kepada Allah bahwa amanah ini wqyq terima dan siap dijalankan, tapi mohon petunjukkanya dan pertolongannya. Pasti Allah akan menurunkan bala bantuan berupa malaikat untuk menolong kita secara ghoib.

cara saya ini mencontoh apa yang sudah dialami oleh para nabi dan para sholihin. jadi sangat terpercaya dan topcer.

jadikan tirakat ini menjadi salah satu bagian dalam menjalankan amanah Allah. Amanah anak misalnya, maka sebagai orang tua kita tidak hanya memberi makan kepada dia saja tidak hanya membesarkan secara fisik saja namun juga , anak ini harus kita tirakati agar ada pertolongan ghoib yang muncul dan menolong anak kita baik menolong ketika dia dalam bahaya, atau  bisa membuat dia lebih berahlak menjadi lebih baik, kadang dia ditolong ketika menjalkan aktivitasnya sehari hari.

kita bisa menggunakan tirakat ini untuk berbagai tugas amanah yang lain. semakin banyaka bertirakat maka semakin pertolongn Allah itu akan semakin banyak dan semakin mudah kita menjalankan amanah yang kita lakukan. Amanah menjadi tidak sulit lagi, menjadi tidak masalah lagi dan kita semakin beriman dan semakin beriman karena Allah benar benar nyata pertolongannya

kesalahan kita ketika bertirakat itu adalah karena kita membawa masalah bukan amanah. Allah tidak akan membantu kalau apa yang Allah amanahkan itu dianggapnya masalah bagi kita. Maka harus kit dudukan dengan benar bahwa semua yang kita hadapai adalah amanah bukan masalah.  kemudian dengan amanah ini  kita bawa dalam bertirakat.

sebagai penutup, tirakat harus sesuai dengan ajaran nabi, tidak di sarankan tirakat di tempat tempat angker, di tempat tempat yang “diangagp” wingit karena tidak akan nyambung dengan amanah. Sebab amanah dari Allah maka cara tirakatnya harus sesuai dengan apa yang di syariatkan.

Petunjuk Allah bisa lewat mana saja

Saat awal di belajar di universiti kebangsaan malaysia, saat itu awal awal kuliah. Selesai kuliah saya berada di masjid untuk shalat dan istirahat. Saya bersandar di dekat pintu masuk karena kebetulan di bawah samping pintu ada colokan listrik yang bisa menyambung hidup HP. Sambil ngalamun…. menikmati suasana masjid , saya di datangi seorang yang sudah Tua , saya kira beliau pernh ketemua saya atau bagaimana, ternyata tidak. Dia membawa tas layaknya mahasiswa. Dan benar beliau adalah mahasiswa doktoral. Kami pun duduk berdua dan mulai memperkenalkan diri kalau tidak salah ingat Beliau berasal dari Riau pekan baru. Beliaupun mulai bercerita tentang desertasi s3 nya dan mulai menceritakan masalah masalah dari masalah keuangan sampai masalah sehari hari di kampus Bangi.

Beliau bercerita dan saya pun menjadi pendengar yang baik, yang berusaha untuk mencoba berempati menerapkan ilmu T1 saya, yaitu menerima apa yang Beliau keluhkan… lama beliau bercerita hingga pada suatu jeda peribincangan saya dikejutkan dengan ilham Allah, yang menuntun pemahaman bahwa Allah sedang mengantarkan petunjuknya melalui Bapak tersebut tentang apa apa yang akan dihadapi dalam menyelesaikan s3 di kampus ini. Nah langsung saja saya bertanya ke Beliau, “Pak dari banyak masalah yang banyak ini dari keuangan sampai masalah penulisan desertasi ini, apa yang membuat Bapak tetap mengerjakannya?” Pertanyaan saya ini nampaknya membuat Beliau senang yang terpancar dari wajahnya…. Beliau menyebutkan bahwa untuk menyelesaikan tugas disini ada dua yang dilakukan yaitu 1. selalu mendekat kepada Allah dan yang ke 2. terus jalan terus merangkak meski terseok seok.

dua kata diatas yang selalu saya ingat sampai sekarang. Dan itulah petunjuk Allah yang disampaikan melalui Bapak tersebut kepada saya. Dan kemudian saya teringat dengan pesan guru saya ketika saya belajar ilmu gerak reflek, guru saya memberikan pesan, jika ada musuh agar ilmu reflek ini bekerja tempel terus musuh itu dan minta sama Allah gerak beladiri. Ya akhirnya saya menemukan pelajaran yang sangat berharga dari alhmarhum guru sya ustad muhammad muin, bahwa musuh itu dibaratkan sebagai permasalahan atau amanah yang harus kita selesaikan dan cara menyelesaikannya tempel terus masalah itu (rapat terus masalah itu) dan terus mohon kepada Allah artinya jangan jauh dari Allah SWT.

inilah cara gila yang Allah fahamkan kepada saya untuk menyelesaikan masalah dan amanah yang sekarang ini saya emban. ini memang gila sebab yang saya ikuti adalah ilham yang turun dalam menyelesaikn masalah itu. (mohon yang belum sempurna belajar sadar Allah dan 3T, dan belum paham tentang jurus ini abaikan saja ambil sisi positifnya) Kenapa guru saya mengajarkan saya untuk terus bersama Allah dalam menyelesaikan dan mengikuti apa yang Allah perintahkan karena memang cara Allah menyelesaikan masalah kadang tidak sesuai dengan akal logika manusia atau sesuai dengan alur berpikir manusia, ilham itu kadang loncat kesana dan kesini tapi anehnya justru ini mempercapat tugas tugas kita dalam menyelsaikan masalah. Nah ini lah yang saya maksud dengan jurus wali mabuk ilahi, artinya kita menyelesaikan masalah hidup dan amanah yang kita emban dengan ilham yang Allah berikan.

Baik bagi yang beru belajar sadar Allah istiqomahkan dengan dzikir nafasnya, ikuti panduan yang saya berikan dan amalkan dengan sungguh sungguh sikap hidup 3T… nanti pada tahap tertentu kita akan sama sama difahamkan tentang jalan hidup mabuk ini atau jurus wali mabuk ilahi ini. jalankan semampunya dulu jangan tergesa gesa nikmati pelajaran dari Allah step by step.

 

titik kelemahan tulisan saya

kalau anda ingin mencari kelemahan atau kekurangan tulisan saya pasti anda akan mudah menemukan karena memang saya menulis berdasarkan apa yang saya terima di pikiran dan perasaan saya. Sayapun menulis tanpa saya edit langsung saya upload begitu saja. nah sekarang terserah anda bahwa bagaimana anda bisa mengambil pelajaran dari apa yang saya tulis. saya menulis ada di frekwensi tertentu, dan ada vibrasi yang saya sebarkan dari tulisan tersebut. Secara mudah jika anda se frekwensi dengan saya maka anda akan menangkap apa yang saya maksud dan pastinya kelemahan tulisan akan anda by pass. karena saya sendiri kadang susah mencari pilihan kata yang benar dan bisa diterima banyak orang. Pernah saya memberikan tulisan saya kepada seorang editor eh tapi malah daya yang ada ditulisan jadi rusak karena tuilsan saya di edit sana sini.

baik tulisan saya memang khas dan akan digemari oleh sebagian orang saja, tidak semua orang akan merasakan nikmatnya tulisan tulisan saya. Ibarat seniman saya menyajika karya seni saya yang hanya bisa dinikmati oleh orang yang sepaham dengan karya saya.

baiklah ini sekedar yang perlu anda ketahui ketika anda membaca tulisan saya. jika di awal anda sudah tidak sreg jangan dilanjutkan membaca itu berarti frekwensi anda tidak sama dengan saya. Hentikan saja ganti saja dengan bacaan lain yang anda merasa cocok … dan jangan coba coba anda membaca lagi tulisan saya sampai anda satu frekwensi dengan saya …

 

Tanda tanda mendapatkan lailatul qadr

Tanda mendapatkan lailatul qadr yang  pasti adalah tanda yang anda dapatkan dalam jiwa yang memvibrasi hati dan pikiran. Hal ini sesuai sekali dengan apa yang Allah firmankan dalam surat Al Qadr pada ayat 5. dimana disebutkan salamun hiya matlail fajr kesejahteraan dari Tuhan yang maha penyayang… disini ada kata salamun yang sangat identik dengan tanda tanda psikologis, yaitu sejahtera. ukuran mendapatkan lailatul qadr adalah adanya kesejahteraan psikologis. Ada perubahan emosi dan perubahan pikiran serta adanya perubahan jiwa yang lebih tenang yang lebih muthmainah.

ciri ini tentunya lebih logis lebih rasional dan lebih sesuai karena mendasarkan tandanya dari apa yang Allah firmankan dalam al quran. Jadi jika anda itikaf di masjid lihatlah setelahnya apakah ada perubahan jiwa anda lebih tenang, lebih sejahtera? jika ya maka selamat anda mendapatkan lailatul qadr, tapi jika tidak berarti anda haru memperbaiki cara anda beritikaf.

apakah ada rasanya mendapatkan lailatul qodr, jawab saya ada. Jiwa anda akan menerima keadaan keadaan yang membuat pikiran dan hati anda lebih tercerahkan. hati anda lebih tenang dan pikiran anda akan lebih baik. Dan jika anda mendapatkan maka lihat perubahan yang ada di alam sekitar pasti lebih menyenangkan, labih indah dan lebih hening….. jadi bukan alam mempengaruhi diri kita , diri kitalah yang menerima lailatul qadr ini kemudian memvibrasi alam sekitar.

ketika jiwa tercerahkan dari urusan urusan (min kulli amr) maka urusan urusan itu akan mendapatkan penyelesaiannya. tiba tiba saja selesai dengan sendirinya.

inilah hikmah terbesar dari malam lailatul qadr …. maka benar saja kalau Rasulullah diperintahkan Allah untuk berdiam di gua hira….. karena pada saat ramadhan memang daya spiritualnya sangat besar. Dan daya spiritual yang besar inilah Rasulullah mendapatkan wahyu al quran dari hasil beliau berdiam di gua hira. Nah kita diajarkan rasulullah untuk itikaf yaitu berdiam di masjid (tidak di gua sebab susah cari gua kalau kita tinggal di kota atau di tempat yang tidak ada guanya). dengan itikaf ini kita akan mendapatkan ilham dari Allah pencerahan dari Allah. Kalau kita ya kelasnya ilham, tapi kalau rasulullah kelasnya wahyu.

sebagai penutup bagi anda yang sedang memiliki masalah besar dalam hidup sekaranglah saat nya untuk memohon kepada Allah dalam bentuk berdiam diri di masjid. (bediam bermakna jasadnya jiwanya meluncur menghadap memohon solusi kepada Allah). Sebagai cara praktis silahkan gunakan dzikir nafas. karena metode ini melatih kita untuk diam tapi sambung ke Allah. baik semoga kita mendapatkan kesejahteraan hidup dari hasil itikaf kita amiin.

jangan jadikan Quran sebagai penuntun

Eeitt , .. jangan marah dulu, maksud saya adalah bahwa quran bukan yang menuntun kita tapi Allah lah yang menuntun kita. jadi letakkan quran di samping dan letakkan yang di didepan adalah Allah. kita mohon agar Allah menuntun kita dengan ilham ilham baiknya, kalau quran diletakan di depan maka Allah akan kesulitan dalam memberikan ilham atau tuntunannya. kan kita sudah faham kalau tidak ada yang bisa menuntun kita selain Allah,nah quran kan bukan Allah, kalau Allah ya allah Dia yang patut kita letakkan sebagai penuntun, bukan yang lain.

quran kita jadikan referensi atau panduan, jadi jika kita berbuat sesuatu lihat saja panduannya, benar tidak atau salah?. kita harus benar dalam mendudukkan quran agar kita tidak bingung dalam beragama.

Quran adalah panduan yang jelas.. laa rai ba fii hi huda lil mutaqin.. jadi quran itu sangat jelas yang merupakan panduan bagi orang yang bertaqwa. tidak ada keraguan, dengan syarat kita mutaqin. bagi yang kurang bertaqwa atau tidak bertakwa maka quran membingungkan dan tidak dapat menjadi panduan. orang mutaqin adalah orang yang patuh kepada ALlah, artinya ALlah ada didepan. Allah lebih utama dari segalanya.

ilham dulu baru quran

kebanyakan kita dalam memecahakan masalah lewat quran …(pembahasan bukan untuk aturan di fiqh) ada suatu metode yang cukup akurat dan lumayan bagus yaitu melalu metode ilham. ilham merupakan bentuk pencerahan yang diberikan allah kepada kita terhadap suatu masalah yang kita hadapi sehari hari. setiap saat kita dihadapkan pada suatu problem dan setiap saat pula kita diberi fasilitas allah pikiran dimana pikiran itu menjad wadah bagi kita untuk menerima ilham dari allah. nah ada baiknya kalau kita belajar bagaimana menerima ilham dari allah ini, maksudnya kita belajar menerima dan peka terhadap apa yang disampaikan allah kepada kita (berguru kepada allah).dalam kontek keseharian ilham dapat diartikan tuntunan yang dissusupkan dalam hati kita… dengan catatan hati kita nyanthol ke allah, sebab kesambungan ini yang menjadi kabel tersalurnya ilham allah kepada kita. sehingga kalau ada pertanyaan bagaimana membedakan ilham itu dari allah atau dari syetan jawabannya ya itu tadi hati kita nyambung ke allah atau tidak. kalau nyambung ke allah berarti ya tapi kalau tidak ya berarti dari syetan.

nah dari ilham belum final masih ada satu langkah lagi yaitu kroscek dengan quran dan sunah… jika sesuai maka ilham itu baru dilaksanakan, kalau tidak sesuai jangan dilaksanakan. konsep quran sebagai tuntunan mungkin sedikit kita rubah , kalau saya quran sebagai rujukan bukan tuntunan. artinya bahwa apapun masalah kita bisa kita rujuk ke quran tapi kalau tutunan hidup kita akan jadi robot yang sedikit sedikit salah dan sedikit2 haram. akan sangat enak kalau quran itu jadi tempat rujukan … aku punya masalah ini … oh qurannya begini… bukannya quran nya dulu…

ya maaf ini pendapat sangat pribadi mungkin / sebenarnya kurang layak untuk saya publikasikan .. mohon maaf… kalau bapak ibu mas atau mbak yang pingin berdiskusi lebih lanjut silahkan beri komen… makasih wass

membaca kehendak Allah

kehendak allah dapat terbaca melalui apa yang kita alami sehari hari, ini cara yang paling mudah. misalnya ketika kita memberikan pelatihan sholat kermudian ada pertanyaan dari peserta sangat mungkin sekali allah memang akan menurunkan pengetahuan kepada kita melalui pertanyaan yang diajukan oleh peserta, biasanya jika memang demikian kita akan diberikan jalan keluar yaitu jawaban yang kita sendiri sendiri tidak menyangka nyangka akan bisa menjawab seperti itu.

kehendak allah sebenarnya mudah kita backa asal kita mau menerima apa yang terjadi dan kita alami. seperti saat ini saya merasa kalau saya allah menghendaki saya untuk lebih kreatif lagi dalam memberikan bentuk pelaithan sholat. cara cara konvensional sepertinya sudah membuat orang jenuh. melalui cara cara yang lebih praktis dan aplikatif. Allah berbicara pada saya bahwa kadang sholat harus disampaikan dengan cara yang lebih mudah di pahami.

kemudian lagi jika kita berkinginan untuk mengetahui keinginan allah maka kita sebaiknya merendahkan diri ketika mengingat allah setiap saat. perasaan rendah dihadapan allah ini akan mempermudah kita paham dengan apa yang dikehendaki allah.

sekarang saya akan sedikit  cerita tentang proses kita dipahamkan atas kehendak allah. yang pertama adalah membaca keadaan yang kita terima, misalnya kenapa orang tidak suka dengan dgangan kita, ini berarti bahwa allah memang tidak menyukai apa yang kita jual, jadi allah berkehndak melalui perilaku orang disekitar kita. nah dari sini kita mulai memahami kehendak allah, nah jangan mau berhenti cobalah tanya kepada allah secara langsung kenapa orang orang tidak suka dengan dagangan saya… pasti nanti allah akan memberikan jawabannya melalui bahasa “paham” jika ada suasana atau daya maka ikuti saja karena biasanya itu mengarah pada suatu jawaban allah. demikian dulu jika ada pertanyaan silahkan ditulis komen, kami tunggu respon dari jamaah semua…sallam

benarkah halaqoh sholat mengalami jumud

ya jumud bisa mengakibatkan jenuh… dari beberapa halaqoh ada laporan yang masuk kalau mulanya seminggu sekali menjadi sebulan sekali… gerangan apakah ini? ya konsep halaqoh yang isinya hanya silatun dan silatun kemudian peserta di ublek ublek guilty feelingnya terus berlomba lomba menangis..

dari masukan beberapa teman juga ada yang memberitahukan sebaiknya halaqoh tidak hanya silatun dan silatun tapi ada kegiatan kegiatan lainnya biar ndak jenuh.. aneh ya ke allah kok bisa jenuh ya… ok … berarti kita harus mengamati dari sisi pematerinya dan  juga yang diberi materi. pemateri yang tidak mengalami perkembangan spiritual akan membosankan jadi seorang pamteri harus menggembleng diri agar mendapatkan pengetahuan yang dalam mengenai sholat. kepada si penerima materi juga harus pinter pinter nyari ilham dan inspirasi jangan tergantung dengan pematerinya…dengan demikian insya allah tidak akan terjadi kejumudan

nah masalah ini tentunya harus mendapatkan respon dari para trainer di seluruh wilayah terutama binaan dan koordinasi dari pusat. jika hal ini tidak mendapatkan perhatian dan arahan halaqoh ini semakin lama akan semakin memudar dan akhirnya habis…