Bagaimana agar sholat menghasilkan ilham …

yang penting dalam menjalankan sholat dalam tahap awal adalah “tenang” atau tumakninah. Tenang atau sikap tumakninah ini dapt kita lakukan jika kita meninggalkan semua kesibukan pikiran dan hati terhadap dunia. misalnya kita memiliki masalah yang pelik maka tinggalkan masalah itu dan menghadaplah kepada Allah. Pertahankan posisi ini maka anda akan mendapatkan ketenangan. semakin tenang berarti semakin tumakninah.

Sikap tumakninah seperti inilah yang menyebabkan jiwa kita mampu menangkap ilham yang diturunkan Allah SWT. maka jalankan sholat dengan tenang, tenangkan pikiran tenangkan hati dan tenangkan jiwa dengan ketenangan maka Ruh kita akan mudah kitakembalikan kepada Allah. inilah kesadaran tertinggi dalam sholat.

 

wilayah mendengarkan “kalam ilahi”

soft skill yang harus anda miliki untuk berada pada wilayah ini adalah tenang. mau tidak mau anda harus belajar untuk menghilangan ego. Ego inilah yang sering menyamarkan, membelokkan, dan mensalah tafsirkan perintah Allah. Ego ini menjadi distraktor bagi terdengarnya Kalam Allah. Untuk menghilangkan ego anda harus belajar dengan ahlinya. Sedikit sekali ustad ataupun kyai atau ahli agama yang memiliki kemampuan ini. karena untuk bisa memiliki soft skill yang diperlukan bukanlah “ilmu pengetahuan” yang banyak, atau gelar Lc, gelar DR atau lainnya, tapi yang diperlukan adalah experience memasuki wilayah ini dan kemampuan mengajarkannya untuk bersama sama memasuki wilayah ini. ini yang pertama.

yang kedua adalah merendah dan mendengarkan. ketika sudah bersih maka sikap merendah, tidak mengomentari, menanyakan, dan lain sebagainya.

seperti apa kalam ilahi itu?,  kalam ilahi masuk dalam diri kita berupa bahasa paham. kefahaman ini mungkin sangat sederhana tapi dalam kandungan atau nilai kualitasnya, dan berdampak besar dalam kehidupan kita. kalam ilahi ini mampu merubah state emosi kita secara instan, kita bisa sangat tercerahkan, insight yang masuk sangat dalam. ketika insight itu masuk maka yang harus dilakukan adalah menerima dan terus mendengarkan pemahaman yang ada. Biarkan kalam ilahi tersebut merasuk kedalam pikiran, jiwa, ruh dan tubuh kita, sehingga menjadi bagian dari diri kita yang sewaktu waktu dapat kita recall kembali.

kadang kalam ilahi ini juga muncul secara tiba tiba tanpa kita kehendaki, jika itu yang terjadi maka segeralah untuk bersikap mendengarkan. misalnya tiba tiba hati kita di tenangkan pada saat kita beraktivitas, maka segeralah untuk merespon kalam ilahi tersebut dengan terus mendengarkan kalam tadi dan menerima. mungkin kalam itu belum bermanfaat untuk saat ini namun nanti suatu saat akan kita gunakan, meski dalam wilayah alam bawah sadar.

sikap lain yang harus kitajaga adalah tidak mendikte Allah. misalnya kita sudah melakukan pengosongan ego dan kemudian kita sudah bersikap mendengarkan namun pemahaman juga belum ada. kalau tidak ada ya tidak apa apa. jangan menyalahkan diri atau jangan memaksa Allah untuk memberikan pencerahan. kalam ilahi tidak dapat diperoleh dengan Nafs kita.

metode mengupgrade pemahaman

caranya sederhana namun memerlukan tekad dan keberanian.

1. berniatlah untuk memberikan pencerahan orang lain

2. lakukan pembicaraan yang saat ini membuat anda tercerahkan

3. baca buku buku Ust Abu Sangkan (kenapa? karena saya baca ini, mungkin anda punya buku yang lebih baik bisa saja)

4. lakukan lagi untuk memberikan pencerahan kepada orang lain…. bisa face to face… atau kalau mungkin memberikan kajian kajian khusus….

dengan baca dan amal (memberikan pengetahuan orang lain) insya Allah pemahaman kita akan bertambah.

mengingat Allah sambil berfikir, mungkinkah?

sangat mungkin sekali, asal tahu caranya dan alat (unsur diri) yang digunakan untuk mengingat dan alat yang digunakan untuk berfikir. Sebab berbeda antara yang mengingat dan yang berfikir, selama ini kita tidak membedakan mana yang mengingat allah dan mana yang berfikir tentang lainnya. jika kita tidak dapat membedakan maka ketika berdzikir kepada Allah kemudian kita diajak diskusi (aktivitas berfikir kan) atau kita harus memecahkan masalah ( problem solving ) maka ingatan kita akan Allah pasti lepas. tapi jika kita tahu bahwa yang berdzikir dan yang berfikir itu adalah berlainan maka kita bisa menggunakan secara bersama sama yaitu mengingat Allah sambil berfikir.

sekarang mari kita kupas unsur mana yang mengingat Allah dan unsur mana yang berfikir. mengingat Allah adalah aktivitas kesadaran (consciousness) kesadaran ini bukan aktivitas otak, kesadaran ini lebih luas meliputi segenap unsur diri, kesadaran ini meliputi diri kita. sedangkan berfikir adalah aktivitas otak. jadi sangat berbeda antara aktivitas kesadaran dan aktivitas otak.

cara menyatukan kedua aktvitas ini sangat mudah , semudah kalau kita sholat membaca dan bergerak tapi pikiran kita bisa melayang layang bebas. kita sadari Allah bahwa Allah itu ada … pegang kesadaranya kemudian mulailah untuk berfikir yang lain. (ini memerlukan latihan, syukur syukur ada yang membimbing).

manfaat dari berfikir sambil dzikir kepada allah adalah pikiran kita akan terbimbing oleh Allah. sehingga proses berfikirnya lebih smart lebih cerdas dan akan terilhami dengan hal hal yang mencerahkan.

menenangkan hati menangkap ilham ilahi

hati yang tenang akan memudahkan kita untuk menangkap ilham dari ilahi, sedangkan kunci dari hati tenang adalah sebisa mungkin menghidarkan dari maksiat yang dapat menarik kencenderungan hati beralih ke yang bukan Allah. ketika hati sudah beralih maka hati sulit untuk menangkap ilham ilham tadi. ketenangan hati harus selalu kita jaga agar kita mampu menangkap apa yang diberikan ALlah kepada kita berupa ilham. ilham ilham inilah yang akan menuntun kita untuk memutuskan sesuatu, atau unntuk mendapatkan pencerahan

menghindarkan maksiat coba kita niatkan untuk mendapatkan ilham ilahi , ini lebih memotivasi kita untuk tidak berbuat maksiat dari pada kita berniat untuk menghindarkan diri dari perbuatan maksiat. dengan kita berniat ingin hati yang tenang atau ingin mendapatkan ilham allah maka secara otomatis kita akan lebih hati hati untuk tidak berbuat maksiat.

bagaimana menangkap ilham dari Allah, sangat mudah sekali pertama adalah kita yakin bahwa allah ini maha pemberi petunjuk, keyakinan ini akan membawa kita untuk selalu berpositif thingking kepada Allah. dengan positif thinking ini maka kita akan mendapatkan pencerahan pencerahan dari allah. kedang pencerahan ini datangnya tiba tiba jadi kita relaks saja tidak perlu serius yang penting ada sikap belajar atau berguru kepada Allah. dan yang paling utama adalah sebisa mungkin menghidarkan diri dari perbuatan maksiat

sinergi otak kanan dan otak kiri dengan sholat dan amaliah lain

pada masa lalu sekitar 2 atau 3 abad yang lalu orang lebih banyak mengandalkan otak kanan nya, segala sesuatu diselesaikan dengan menggunakan otak kanannya. misalnya ada orang sakit maka yang jalan adalah otak kanannya dengan mengambil daun kemudian daun itu di masak dan airnya diminum dan si sakit sembuh. ketika ditanya kan apa alasannya menggunakan daun itu dan kenapat harus di masak? jawabannya adalah “saya juga tidak tahu kenapa menggunakan daun itu, tapi hati saya yakin dengan daun penyakitnya akan sembuh” jadi jaman dulu pure menggunakan otak kanannya, persis orang primitif jaman sekarang.
masuk periode berikutnya ketika perkembangan ilmu pesat dan berkiblat kepada ilmu ilmu barat maka penggunaan otak kanan mulai ditinggalkan diganti dengan optimalisasi otak kiri. maka dibangunlah metode metode penelitian yang sangat rumit, teori teori yang detil, dan agumentasi ilmiah ketika menemukan sesuatu. sangat berbeda dengan periode sebelumnya dimana mereka menggunakan otak kanan yang mengandalkan insight dan intuisi bukannya hitungan dan alasan alasan logis. danjaman sekarang yang terjadi adalah orang sangat fokus pada metode penelitiannya bukan pada penemuan itu sendiri. sehingga bagi negara berkembang seperti indonesia dan asia pasti akan sangat tertinggal dengan negara negara barat, dimana mereka secara bebas tidak mempedulikan metode penelitian tapi lebih menekan kan penemuan.. maka mereka terus mencari bagaimana agar bisa menemukan sesuatu dengan lebih cepat dan praktis. dan mereka pun belajar ilmu ilmu intuisi yang ada di timur.
nah prediksi kedepan mungkin 10 atau 20 tahun kedepan orang yang maju adalah orang yang dapat menyatukan kemampuan otak kanan dan otak kiri… dan itu bisa tercapai dengan latihan yaitu degan sholat.
sholat merupakan penyatuan fungsi dari otak kanan dan otak kiri. rukun sholat dari mulai takbir hingga salam adlah otak kiri sedangkan melesatnya otak menggunaka otak kanan. ibaratnya penggunaan kopling, gas, stir, sabuk pengaman adalah ritual atau rukun berkendara… tapi gerak penyatuan yang sinergis dari kopling, gas, dan stir akan menghasilkan kecepatan yang luar biasa.
maka sudah selayaknya orang islam ini maju dengan , sholat, karena sholat dapat melatih kita untuk menyatukan fungsi otak kiri dan kanan kita. otak kiri memenuhi fiqh rukun syahnya sholat, otak kanan meluncur ke Allah. perpaduan ini akan menghasilkan power luar biasa dalam diri kita.

ilham dulu baru quran

kebanyakan kita dalam memecahakan masalah lewat quran …(pembahasan bukan untuk aturan di fiqh) ada suatu metode yang cukup akurat dan lumayan bagus yaitu melalu metode ilham. ilham merupakan bentuk pencerahan yang diberikan allah kepada kita terhadap suatu masalah yang kita hadapi sehari hari. setiap saat kita dihadapkan pada suatu problem dan setiap saat pula kita diberi fasilitas allah pikiran dimana pikiran itu menjad wadah bagi kita untuk menerima ilham dari allah. nah ada baiknya kalau kita belajar bagaimana menerima ilham dari allah ini, maksudnya kita belajar menerima dan peka terhadap apa yang disampaikan allah kepada kita (berguru kepada allah).dalam kontek keseharian ilham dapat diartikan tuntunan yang dissusupkan dalam hati kita… dengan catatan hati kita nyanthol ke allah, sebab kesambungan ini yang menjadi kabel tersalurnya ilham allah kepada kita. sehingga kalau ada pertanyaan bagaimana membedakan ilham itu dari allah atau dari syetan jawabannya ya itu tadi hati kita nyambung ke allah atau tidak. kalau nyambung ke allah berarti ya tapi kalau tidak ya berarti dari syetan.

nah dari ilham belum final masih ada satu langkah lagi yaitu kroscek dengan quran dan sunah… jika sesuai maka ilham itu baru dilaksanakan, kalau tidak sesuai jangan dilaksanakan. konsep quran sebagai tuntunan mungkin sedikit kita rubah , kalau saya quran sebagai rujukan bukan tuntunan. artinya bahwa apapun masalah kita bisa kita rujuk ke quran tapi kalau tutunan hidup kita akan jadi robot yang sedikit sedikit salah dan sedikit2 haram. akan sangat enak kalau quran itu jadi tempat rujukan … aku punya masalah ini … oh qurannya begini… bukannya quran nya dulu…

ya maaf ini pendapat sangat pribadi mungkin / sebenarnya kurang layak untuk saya publikasikan .. mohon maaf… kalau bapak ibu mas atau mbak yang pingin berdiskusi lebih lanjut silahkan beri komen… makasih wass